Hukum Memakai Toga untuk Wisuda

Bila di Kiblat Masjid Ada Makam
Tidak Jamaah Karena Besuk Orang Sakit
Tidak Shalat Jamaah Karena Kuliah

حكم لبس أرواب التخرج

Hukum memakai toga dalam rangka wisuda

سؤال : ما حكم لبس أرواب التخرج في حفل الخريجات ووضع القبعات على الرأس؟

Pertanyaan, “Apa hukum memakai baju toga wisuda dalam acara wisuda dan apa hukum memakai topi wisuda?”

الجواب : الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
أمّا بعد:
فإن وضع القبعات على الرأس على الهيئة التي تصنع عند الاحتفال بتخرج الطلاب ليس من لبس المسلمين، بل من نوع الألبسة التي فيها خصوصية بالكفار، ومعلوم النهي الشديد عن التشبه بهم فيما هو من خصائصهم!

Jawaban Syaikh Muhammad Bazmul, “Topi wisuda sebagaimana yang dipakai dalam berbagai acara wisuda tidaklah termasuk pakaian kaum muslimin bahkan termasuk pakaian khas orang-orang kafir. Telah kita maklumi bersama adanya ancaman keras dalam perbuatan menyerupai orang kafir dalam hal yang menjadi ciri khas mereka.

أخرج التــرمذي بإسناد حسن عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ: “أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا لَا تَشَبَّهُوا بِالْيَهُودِ وَلَا بِالنَّصَارَى فَإِنَّ تَسْلِيمَ الْيَهُودِ الْإِشَارَةُ بِالْأَصَابِعِ وَتَسْلِيمَ النَّصَارَى الْإِشَارَةُ بِالْأَكُفِّ”

Diriwayatkan oleh Tirmidzi dengan sanad yang berkualitas hasan dari Abdullah bin Amr bin al ‘Ash, Rasulullah bersabda, “Bukanlah umatku seorang yang menyerupai selain kami (baca:orang kafir). Janganlah kalian menyerupai Yahudi ataupun Nasrani karena sesungguhnya salam orang Yahudi itu berupa isyarat jari sedangkan salam orang Nasrani itu berupa isyarat telapak tangan”.

وأخرج أبـوداود في سننه في كتاب اللباس بإسناد حسن عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ”.

Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sanad yang berkualitas hasan dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang menyerupai sekelompok orang maka dia adalah bagian dari mereka”.

وهذه النصوص كافية في بيان التحريم الشديد للتشبه بالكفار.

Dalil-dalil di atas sudah cukup untuk menunjukkan betapa haramnya perbuatan menyerupai orang kafir.

وكذا تخصيص لبس الأرواب عند الاحتفال بالتخرج ليس هو من شأن المسلمين بل من شأن الكفار ـ فيما يظهر لي والله اعلم ـ فلا يجوز تخصيصه باللبس.

Demikian pula, mengkhususkan baju toga untuk acara wisuda bukanlah perilaku kaum muslimin, namun perilaku orang-orang kafir. Demikianlah pendapat kami. Oleh karena itu tidak boleh mengkhususkan pakaian toga untuk acara wisuda.

نعم لا بأس ـ إن شاء الله تعالى ـ من إظهار الفرح بالتخرج والاحتفال بذلك، لأنه من باب العادات والأصل فيها الإباحة،

Memang, tidaklah mengapa, insya Allah, mengekspresikan kegembiraan karena telah lulus atau mengadakan acara wisuda karena acara wisuda itu termasuk perkara non ibadah yang pada asalnya adalah diperbolehkan.

ما لم يقترن بشيء يخرجه عن الإباحة، من ذلك غير ما تقدم من التشبه بالكفار أن يتخذ في وقت معلوم كل سنة، فهذا صار كالعيد، أو يصاحب بعزف موسيقي أوغناء محرم أو بهما وهذا محرم، ونحو ذلك!

Dengan syarat dalam acara wisuda tersebut tidak mengandung hal-hal yang tidak dibolehkan di antaranya:
Pertama, perbuatan menyerupai orang kafir sebagaimana penjelasan di atas
Kedua, acara wisuda tidak boleh dipatenkan pada waktu tertentu setiap tahunnya sehingga acara ini menjadi ied baru (di tengah-tengah umat Islam).
Ketiga, mengandung suara musik atau nyanyian yang haram apalagi nyanyian yang bercampur dengan alat musik. Tentu saja ini diharamkan.
Keempat, perbuatan-perbuatan haram selainnya.

هذا ما يظهر لي والله اعلم واحكم.
وصلى الله على محمد وعلى آله وصحبه وسلم.

Demikianlah pendapat pribadi saya. Wallahu a’lam”.

Sumber:
http://uqu.edu.sa/page/ar/101238

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 31
  • ummu abdillah 8 years ago

    izin share ustadz, jazaakallaahu khair.

  • Ahmad 8 years ago

    sebaiknya sikap yang ahsan menyikapi kasus ini bagaimana ustadz. karena di UGM diharuskan sepeti itu.

  • Ummu Khaulah 8 years ago

    Sisi tasyabbuhnya di mana? Apakah orang nasrani dan yahudi memakai toga dlm ibadah mereka? Semua universitas di Indonesia memakai toga dlm acara wisudanya. Dan seperti yg kita ketahui bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Bukankah berarti toga sudah tdk lagi menjadi ciri khas kaum yahudi dan nasrani?

  • abu ismail 8 years ago

    kalau begitu bagaimana sikap praktis kita menghadapi wisuda? mohon pencerahan dari Ustadz Aris

  • ustadzaris 8 years ago

    #ummu
    Demikianlah pendapat Syaikh Muhammad Bazmul. Boleh saja anda tidak setuju asal berdasarkan alasan yang maqbul

  • ustadzaris 8 years ago

    #abu
    Kalo bisa tidak tidak ikut itu lebih selamat

  • ustadz, antum hanya mengatakan bahwa “toga adalah ciri khas pakaian orang-orang kafir” tanpa menyebutkan sisi mana dari toga itu yang menajdi alasannya.
    ana pribadi berpendapat bahwa fatwa itu memberatkan kaum muslimin karena seluruh universitas di dunia (tidak hanya di Indonesia) sudah memakai toga sedari dulu. Kalaupun kita mau menerima fatwa ini, berarti kita harus mengubah keseluruhan sistem pendidikan, agar tak ada kesalahpahaman di antara kaum muslimin sendiri,.

  • Bismillah. Rosululloh dalam setiap perang juga memakai baju besi, apakah toga bisa di samakan dengan hal demikian ustad

  • ustadzaris 8 years ago

    #hasan
    Tentu saja keduanya itu berbeda

  • tolong sampaikan data yang menunjukan bahwa toga adalah pakaian yang benar-benar menjadi ciri khusus orang kafir atau yahudi.

  • Abu Muhammad Al-'Ashri 8 years ago

    @ Ahmad
    Saya juga mahasiswa UGM. Saran saya: tidak usah ikut wisuda karena musik, ikhtilath, foto2 kenangan tidak bisa dihindari. Banyak teman2 yang saya kenal juga tidak ikut. Toh, ijazah bisa tetap diambil.
     
    @ Widy
    Toga berasal dari Romawi. Ini sudah ma’ruf. Dalam catatan barat sendiri ditegaskan demikian. disebutkan dalam Livius, Titus (ca. 1st century BCE). “Book III: The Decemvirate“, bab. 26 bahwa

    The toga was based on a dress robe used by a native people, the Etruscans who had lived in Italy since 1200 BC, although it usually is linked with the Romans. The toga was the dress clothing of the Romans; a thick woolen cloak worn over a loincloth or apron. It is believed to have been established around the time of Numa Pompilius, the second King of Rome. It was taken off indoors, or when hard at work in the fields, but it was considered the only decent attire out-of-doors. This is evident from the story of Cincinnatus: he was ploughing in his field when the messengers of the Senate came to tell him that he had been made dictator, and on seeing them he sent his wife to fetch his toga from the house so that they could be received appropriately.
    Anda juga bisa baca lebih luas di situs wikipedia.
     
    Perlu Anda ketahui pula bahwa dalam sejarah TOGA, salah satu penggunaannya adalah diperuntukkan untuk dewa2. Ini jelas merupakan penggunaan Toga untuk sarana kesyirikan. Ini disebutkan dalam The Dictionary of Greek and Roman Antiquities.
    Toga trabea: According to Servius, there were three different kinds of trabea: one of purple only, for the gods; another of purple and a little white, for kings; and a third, with scarlet stripes and a purple hem, for augurs and Salii.Dionysius of Halicarnassus says that those of equestrian class wore it as well, but this is not borne out by other evidence.
     

  • llucu 8 years ago

    bukan hanya toga,
    motor itu buatan orang jepang, kafir tuh… jangan pake motor, pake onta seperti jaman nabi
    jangan pake HP itu buatan orang finlandia, buatan kafir tuh, ciri khas kafir…
    jangan pake mobil, itu buatan amerika, kafir tuh,
    jangan make komputer buatan kafir tuh,,,
    jangan pake facebook buatan yahudi tuh, kafir tuh….
     
    itu semua asalnya dari orang kafir,,,
     
    jangan pake uang kertas, itu asalnya bukan dari islam, harus pake dinar….
     
    baju besi asalnya dari zaman romawi kalo perang, tapi kenapa nabi juga memakai saat perang?
    apakah nabi mengikuti orang romawi? apakah boleh?
     
    nabi memakai baju besi saat perang sama seperti orang romawi
    saya memakai toga wisuda saat wisuda sama seperti orang eropa
     
     
    bedanya di mana?
     
    emang seragamnya gitu, silahkan aja ganti seragam, apakah saya menjadi kafir gara2 saya wisuda?
    plis deh ah…. apakah Allah menilai manusia dari pakaiannya,

  • Apa yang disampaikan oleh Ust. Aris adalah hal yang ilmiah, Untuk saudara/i yg komentar harap menyampaikan dengan ilmiah pula, sampaikan dalil-dalilnya sehingga tidak muncul pertanyaan anak SD., kenapa bgn., kenapa bgt., musti gini., musti gitu. Untuk yang mau ikut wisuda dan pake toga silahkan., antum merdeka., petanggungjawabannya di antum pula. begitu pun dengan yang tidak mau ikut. Saya sendiri sih menghindari untuk ikut wisuda, karena bagi saya yang masih awam hal ini termasyuk syubhat, toh saya dapat ijazah tanpa perlu susah-susah ikut acara wisuda segala.

  • 1. Ust.. mungkinkah dengan perkataan syeikh Bazmul rahimahullah : هذا ما يظهر لي apakah berarti fatwa ini mengikat bagi seluruh umat ?
    2. Mohon penjelasan apakah yang menandakan bahwa sesuatu menjadi ciri bagi agama lain karena seolah tidak terdapat qayyid yang sharih mengenai hal ini?
    3.JUst mohon penjelasan juga mengenai contoh yang dikemukakan oleh ust Abdullah Zaen dalam bukunya Hikmah dalam berdakwah mengenai sesuatu yang mulanya digunakan oleh kaum kafir kemudian menyebar digunakan oleh kaum muslim  (kalau tidak salah topi orang Yahudi , mohon diklarifikasi lagi dalam bukunya, perkataan Imam Ibnu Hajar)
    Jazakallahu khair
     

  • ustadzaris 8 years ago

    #iman
    1. Fatwa itu beda dengan qadha. anda terikat dengan fatwa jika anda hati anda merasa nyaman dengan alasan yang dikemukakan.
    2,3 Tolak ukur tasyabbuh telah saya bahas berulang kali di blog ini. Silahkan dicari.

  • Ummu Sulaim 8 years ago

    buat llucu : mari kita sama2 belajar tentang kaedah tasyabbuh, sehingga dalam berfikir dan menganalisis suatu permasalahan tidak menggunakan metode generalisir yang asal-asalan.
     
    tahan ego atau hasrat untuk langsung membantah apalagi balik “menyerang” jika kita belum paham benar. Ahsan diminta penjelasan yang lebih lagi kepada orang yang mengatakan/berpendapat demikian, bisa jadi kesalahan ada pada diri kita yang masih kurang dalam ilmu dan menganggap diri sudah benar…
    Baarakallaahu lanaa

  • danang 8 years ago

    assalamu’alaikum
    mf, dengan segala kerendahan hati, sy ingin bertanya.
    Kalo dulu toga dipakai org romawi untuk ibadah mereka, kita(kami) memakai toga untuk wisuda. persoalannya ada pada penggunaannya. yang satu untuk keburukan/kesyirikan dan yang satu untuk kebaikan. apakah tidak boleh menggunakan toga untuk  moment yang special(wisuda)? padahal tak sedikitpun  terdapat niat menggunakan toga untuk beribadah ala romawi dulu.
    apakah toga yang dulu dipakai untuk ibadah org romawi memiliki model yang sama dengan toga yang yg dipakai untuk wisuda?kalo misalnya beda, apakah hal tersebut diperbolehkan?
    terimasih atas kesempatan bertanya yang tlah diberikan dan jawaban atas pertanyaan yang diajukan
     

  • Ummu Khaulah 8 years ago

    Memang yang paling selamat adalah tidak ikut wisuda. Komunikasikan jauh-jauh hari sebelumnya dengan orang tua dan kerabat, biar tidak jadi masalah di kemudian hari. Membahagiakan keluarga tidak harus dengan ikut wisuda. Lulus tepat waktu dengan nilai yang baik akan membuat keluarga bahagia. Dan yang penting membina diri menjadi pribadi yang shalih dan shalihah, karena jika kita shalih dan shalihah, jerih payah orang tua tidak sia-sia.

  • Abdul Malik 8 years ago

    Memang lebih selamat jika tidak ikut acara wisuda, seperti yang dikemukakan oleh Akh Abu Muhammad Al-‘Ashri. Sudah menjadi hal yang umum jika di dalam acara wisuda ada musik, ikhtilath, dan kemungkaran2 lain. Bagi yang hatinya masih hidup tentu akan sesak dadanya berada dalam situasi seperti itu.
     
    Yang menjadi permasalahan bagi banyak ikhwah, termasuk ana, adalah orang tua sangat menginginkan anaknya ikut wisuda, dan merasa “kurang afdhol” jika sang anak melewatkan begitu saja momen tersebut. Akhirnya yang terjadi adalah perasaan serba salah. Memang sebaiknya dibicarakan baik2 dengan orang tua sebagaimana saran Ummu Khaulah.
     
    benar-benar budaya yang aneh, mau ngambil ijazah aja pake acara2 seperti itu……
     

  • Abdul Malik 8 years ago

    # llucu
     
    Banyak2 belajar Islam dulu ya, Akhi. Semoga Allah memahamkan agama Islam buat antum, dan melembutkan akhlak antum……….

  • abu faqih 8 years ago

    Bagaimana dengan baju koko,.bukankah itu baju orang2 cina…?

  • robiah siddiqiyah 8 years ago

    assalamu’alaikum………………
    maaf ustadz,ustadz terlalu tekstual.tidak dinamis menghadapi zaman.terlalu kaku.tentu ustadz tau dgn “Innallaha laa Yandzuru ilaa ajsaamikum walaa ilaa tsuwarikum walakin Yandzuru ilaa quluubikum.maaf jika saya sudah berani menggurui ustadz. tapi jika ustadz tetap kaku dgn menghukumi spt yang sdh sy bca di atas, ya monggo njenengan buat undang2 baru tentang tidak diperbolehkannya memakai toga wisuda, repot kan??????

  • abul wafaa' 8 years ago

    @rabiah dkk
    ahsannya anda jika ingin menyanggah, sanggah lah poin2 diartikel diatas dengan bahasa yg baik.
    Jgn tiba2 keluar perkataan : anda terlalu kaku,tekstual dll.
    bukankah agama ini adalah nasihat yaa akhil kaarim

  • Azizah 8 years ago

    Saya tidak ikut wisuda bukan alasan baju toga.. tapi prosesinya yg tidak saya sukai.. Klau lebih islami okelah.. Dg tetap berbusana muslim trus saya kenakan baju toga.. Insyaallah beda dg yahudi.. Wallahualam

  • Assalamualaikum..
    maaf ustad’z saya masih sedikit bingung dengan penjelasan diatas.. apakah larangan itu hanya untuk toga saja atau semua yang meniru/mengikuti kaum non islam.. karena jikalau semua itu tidak boleh dan dianggap haram jelas saya sendiri sangat sulit untuk melepaskan itu semua dan saya yakin tidak hanya saya saja.. saya hampir setiap hari memakai komputer, memakai internet, twitter, fb, blog dll.. yang jelas itu semua adalah buatan orang2 non islam.. mohon pencerahannya karena saya masih sangat bingung untuk hal semacam ini.. terimakasih.. wassalamualaikum.. wr.. wb..

  • Dian Suharto 7 years ago

    sedari awal..tidak ada yang memberikan penjelasan bersifat esensial pada komentar-komentar yang dikatakan “menyerang” atau “tidak disertai akhlah yg lembut”..semuanya hanya mengomentari cara mereka mengemukakan pendapat..
    terlepas dari cara yang dianggap kurang sopan..ada baiknya ada yang memberikan penjelasan..mengapa toga tidak diperbolehkan..sementara secara luas (dari kalangan muslim manapun) menggunakan segala macam teknologi yang berasal dari barat (hard maupun soft-termasuk web ini).
    kalo mereka diminta untuk mendalami ilmu lagi…ya ini harusnya menjadi salah satu forum yang ikut memberikan edukasi kan yaa
     
    Sekian…

  • Lenia 7 years ago

    Kalau bgt, bagaimana cara mengatasiny untadz..?? Bukankah memakai toga di acara wisuda sudah mjd tradisi sejak lama..?? Dan bukankah segala sesuatu yg kita lakukan tergantung pada niat kita,,?? Bukankah begitu ustadz..??

  • ThinkAgain 4 years ago

    Gambar Menjelaskan Segalanya….. >>> http://i.imgur.com/ABxbA7A.jpg
    (Wisudawan, Pendeta, Vampir) Buka alamat di atas agar lebih jelas

  • Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh..

    Terima kasih ustadz atas pencerahannya…
    Awalnya saya menganalogikan wisuda itu hanya seperti resepsi pernikahan, sedang sidang adalah ijabnya. Dan saya awalnya cuma berpikir, saya tidak ikut wisuda, karena itu bukan wajib dan bisa jadi banyak mudhoratnya. Memperlihatkan kecantikan, kemewahan, dan lain-lain.. seperti pesta pada umumnya.
    Kemudian saya mencari referensi dan membaca termasuk penjelasan dari ustadz. Semakin yakin bahwa pilihan saya tidak ikut wisuda adalah benar.
    Namun, yang menjadi kekesalan adalah, jika ingin mengambil ijazah, saya tetap harus membayar biaya wisuda, walau saya tidak ingin mengikutinya.
    Biayanya sekitar 2 juta. Buat saya pribadi uang ini tidak sedikit. Apalagi digunakan “hanya” untuk ritual selama 4-5 jam. Semakin saya berat untuk mengikuti wisuda.
    Ancaman ijazah keluar pun didepan mata. Tapi saya masih tetap pada pilihan. Saya yakin, Allah akan memberi jalan.
    Ustadz, saya ingin bertanya jika wisuda haram hukumnya untuk dilakukan, dan kita memilih tidak mengikutinya, namun karena ada ancaman ijazah akan ditahan, lalu kita membayar wisuda, walau kita tidak mengikutinya…
    Bagaimana hukumnya? karena bukankah dengan begitu kita turut membiayai suatu ritual yang haram?
    Bagaimana bila ada negosiasi dari pihak kampus, mungkin hanya bayar sekian persen.. apakah kita tetap menyumbang biayanya?
    Terima kasih atas jawabannnya,
    Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh…

  • Egih 1 year ago

    Kok saya lebih cendrung toga tidak lagi dikategorikan Tasyabbuh.
    Sebagaumana baju koko, jas dsj. tidak lagi dikategorikan Tasyabbuh karena itu bukan lagi ciri khas orang kafir, bahkan suadah biasa dipakai dikalangan muslimiin.

    ====================================================

    BATASAN TASYABBUH, MENYERUPAI ORANG-ORANG KAFIR

    Oleh
    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

    Pertanyaan.
    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa standard menyerupai orang-orang kafir ?

    Jawaban
    Standard tasyabbuh (penyerupaan) adalah pelakunya melakukan sesuatu yang merupakan ciri khas yang diserupainya. Menyerupai orang-orang kafir artinya, seorang Muslim melakukan sesuatu yang merupakan ciri khas mereka. Adapun jika hal tersebut telah berlaku umum di kalangan kaum muslimin dan hal itu tidak membedakannya dari orang-orang kafir, maka yang demikian ini bukan tasyabbuh (tidak tergolong menyerupai) sehingga hukumnya tidak haram karena penyerupaan tersebut, kecuali jika hal itu haram bila dilihat dari sisi lain. Inilah yang kami maksud dengan relatifitas maksud kalimat. Penulis buku Al-Fath (pada juz 10 hal. 272) menyebutkan : “Sebagian salaf tidak menyukai pemakaian ‘burnus’karena merupakan aksesories para pendeta. Imam Malik pernah ditanya mengenai hal ini, beliau mengatakan ; ‘Tidak apa-apa’, ‘Lalu dikatakan, bahwa itu pakaian orang-orang nashrani’, Beliau menjawab, ‘Dulu itu dipakai disini’.

    Menurut saya : Seandainya ketika Imam Malik ditanya masalah ini beliau berdalih dengan sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam tentang orang yang sedang ihram.

    لاَ يَلْبَسُ الْقَمِيْصَ وَلاَ الْعِمَامَةَ وَلاَ السَّرَاوِيْلَ وَلاَ الْبُرْنُس

    “Tidak boleh mengenakan gamis, imamah, celana dan juga burnus” [1] tentu akan lebih baik.

    Dalam Al-Fath (juz 1, hal 307) juga disebutkan, “Jika kita katakan itu terlarang karena alasan menyerupai orang-orang non Arab, maka hal ini demi kemaslahatan agama, tentunya karena hal itu termasuk simbol mereka dan mereka adalah orang-orang kafir. Kemudian, tatkala hal ini sekarang tidak lagi menjadi simbol dan ciri khas mereka, maka hilangnya makna tersebut, sehingga hilang pula hukum makruhnya”.

    Wallahu a’lam

    [Fatawa Al-Aqidah, Syaikh Ibnu Utsaimin, hal 245]

    [Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]

    Sumber: https://almanhaj.or.id/706-batasan-tasyabbuh-menyerupai-orang-orang-kafir.html