15 Mei, 2012
عن عِكْرِمَةَ يَقُولُ كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ : إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ طَعَامِ الْمُتَبَارِيَيْنِ أَنْ يُؤْكَلَ.
Dari Ikrimah, Ibnu Abbas mengatakan, “Sesungguhnya Nabi melarang untuk memakan makanan yang dimasak oleh dua orang yang berlomba” [HR Abu Daud no 3754, dinilai shahih oleh al Albani].
المتباريان : المتعارضان بفعلهما ليعجز أحدهما الآخر بصنيعه وكرهه لما فيه من رياء
Ada yang memberi penjelasan, “Yang dimaksud dengan dua orang yang berlomba adalah dua orang yang saling mengalahkan. Nabi melarang memakan makanan yang mereka masak karena adanya unsur pamer dalam masakan mereka berdua”.
عن فاطمة بنت حسين أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : « إن من شرار أمتي الذين غذوا بالنعيم ، الذين يطلبون ألوان الطعام ، وألوان الثياب ، يتشادقون بالكلام »
Dari Fathimah binti Husain, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya sejelek jelek umatku adalah suatu generasi yang tumbuh besar dalam kemewahan, mencari beraneka ragam jenis makanan dan beraneka macam mode pakaian serta sombong dalam berbicara” [HR Ahmad dalam az Zuhd no 408, al Albani menilai sanadnya berkualitas jayyid namun mursal sedangkan kesimpulan akhir untuk status haditsnya adalah hasan li ghairihi, Silsilah Shahihah no 1891]
7512 -حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بن مُحَمَّدِ بن عِرْقٍ الْحِمْصِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن حَفْصٍ الأَوْصَابِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن حِمْيَرٍ، حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بن أَبِي مَرْيَمَ، عَنْ حَبِيبِ بن عُبَيْدٍ،
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ:”سَيَكُونُ رِجَالٌ مِنْ أُمَّتِي يَأْكُلُونَ أَلْوَانَ الطَّعَامِ، وَيَشْرَبُونَ أَلْوَانَ الشَّرَابِ، وَيُلْبِسُونَ أَلْوَانَ اللِّبَاسِ، وَيَتَشَدَّقَونَ فِي الْكَلامِ، أُولَئِكَ شِرَارُ أُمَّتِي”.
Dari Abu Umamah, Rasulullah bersabda, “Ada sekelompok orang dari umatku yang memakan berbagai macam makanan, minum berbagai macam minuman, memakai berbagai mode pakaian dan sombong dalam berbicara mereka adalah sejahat jahat umatku” [HR Thabrani dalam Mu'jam Kabir no 7512, hasan li ghairihi].











11 Comments
abu zulfa
Mei 15, 2012, 7:11 am
kesimpulannya ustadz ?
Ummu Wahida
Mei 15, 2012, 8:03 am
Astaghfirulloh… begitu y, baru tahu sekarang, sangat bermanfaat. Pada tulisan diatas “dua orang yang salih mengalahkan” maksudnya gimana ust?
ustadzaris
Mei 15, 2012, 8:24 am
#ummu
Itu salah ketik bu, maksudnya ‘saling mengalahkan’.
Ikhsan ND
Mei 15, 2012, 9:56 am
Barakallahu fiyk..
MaysaAllah…baru tahu..
Wallahi, hadist ini jika disampaikan langsung kpd orang2 awwam, bisa diperkirakan 98% akan menolak, terlebih lagi ibu-ibu yg gemar dgn acara-acara lomba masak memasak yg saling mengkritik makanan-makanan yg dibuat dgn saling berlomba.
Allahu musta’an…
ummu aisyah albatami
Mei 15, 2012, 11:21 am
Bismillah,
Ustadz di sebuah Grup di facebook selama ini rutin mengadakan sebuah kegiatan yakni Tantangan memasak. Kegiatan yang selama ini berjalan adalah peserta memasak sesuatu, kemudian mengambil foto masakannya, lalu mengunggah foto tersebut ke grup disertai resep. Dan di akhir kegiatan akan dilakukan penilaian, tanpa ada pemenang maupun hadiah.apakah yang seperti ini termasuk lomba seperti yang disebutkan dalam hadist tersebut ?
jazaakumullah khairan katsiro
ummu aisyah
Mei 15, 2012, 5:04 pm
bagaimana dengan hukum tantangan lomba di sebuah grup masak memasak di facebook,di mana yang di nilai dari menarik tidaknya picture,bahan yang tersedia dan jumlah tanda suka ataupun komentar di gambar tersebut,tanpa kita mencoba hasil masakannya,apakah masuk dalam hadits di atas ustadz..?jazakallahu khairan…
evan al bumiyawi
Mei 16, 2012, 4:08 pm
betul akh ikhsan…barangkali di awal2 akan banyak yang menolak..ya itulah gambaran iman seseorang…terkadang ia menerima sebagian ayat atau hadits shahih (jika sesuai dengan hawa nafsunya), lalu ia menolak sebagian (yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya)…padahal sikap seorang mukmin sejati adalah ia menerima semua ayat dan hadits shahih, meski bertentangan dengan pendapatnya…sami’na wa atho’na..itulah sebuah sikap yang kini menjadi barang langka di akhir zaman ini…
Ummu 'Ainayya Muthmainnah
Mei 17, 2012, 6:54 am
Assalamu ‘alaykum…barakallahufiik…
Afwan ust, bagaimana jika disini sebenarnya bukan untuk pamer?, namun hanya bermaksud menantang ibu2 tuk pandai memasak???dengan memberikan 1 tantangan masakan, lagi pula tdk ada bentuk hadiah…, misalnya di FB ada grup memasak, kemudian admin membuat tantangan masakan, setelah itu anggota mengupload gambar masakanx, baik yg berhasil maupun yg gagal. Dalam hal ini sy berpikir itu bukan lomba. Allahu a’lam…bagaimana pendapat ust?
ustadzaris
Mei 24, 2012, 10:28 am
#ummu
saya nilai dalam hal tersebut terdapat unsur pamer alias riya yang wajib dijauhi.
ummu Ahmad
Jun 4, 2012, 11:08 am
Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Ustadz Aris Munandar…barakallahu feek ustadz….afwan apakah hal tsb diatas hanya utk lomba memasak saja….Apakah lomba2 yang lain seperti lomba adzan, lomba membaca alqur’an, dll termasuk dlm kategori riya…karena ana sangat takut sekali utk ana sendiri dan keluarga ana berpartisipasi dlm acara2 lomba tsb, bukan krn tdk mampu akan tetapi hanya ingin mengharap rewards dari ALLAH AZZA WA JALLA…..Apakah sikap ana ini salah ustadz…..jazakallahu khairan……
ustadzaris
Jul 28, 2012, 10:17 pm
#ummu
Diperbolehkan mengikuti lomba hafalan alquran karena dia adalah bagian dari jihad dengan ilmu.