Kultum Tarawih Menurut Al Albani

Kultum Tarawih Menurut Al Albani

Apakah Panitia Zakat Sama Dengan Amil?
Syawal Bulan Peningkatan?
Hukum Sungkeman

سألت شيخنا- رحمه الله- عن هذا.

Syaikh Husain al Awaisah mengatakan, “Kutanyakan hal ini –pengajian dalam kegiatan I’tikaf- kepada guru kami, al Albani”.

فقال: الاعتكاف عبادة محضة فنحن لا نري هذا كما ننكر على الأئمة في شهر رمضان من فصلهم الصلاة وإنشاء استراحة تتخللها موعظة أو درس.

وهذا كقول القائل: تقبل الله لمن صلي فهذه زيادة لم تكن في عهد النبي- صلي الله عليه وسلم- ولا السلف

Jawaban beliau, “I’tikaf adalah ritual ibadah sehingga kami tidak setuju dengan kegiatan ini sebagaimana kami mengingkari para imam masjid yang ketika di bulan Ramadhan membuat jeda diantara rakaat tarawih untuk istirahat yang cukup lama yang diisi dengan kultum atau pengajian. Tambahan dalam ibadah semacam ini tidak jauh beda dengan ucapan ‘taqabbalallahu’ kepada orang yang baru saja selesai mengerjakan shalat.

Ini semua adalah tambahan yang tidak ada di masa Nabi tidak pula di masa salaf” [al Mausuah al Fiqhiyah al Muyassarah jilid 3 hal 358].

COMMENTS

WORDPRESS: 7
  • Cahyo 6 years ago

    Ustadz, bagaimanakah jika kultum tersebut dilaksanakan sebelum shalat tarawih, sebagaimana yang menjadi kebiasaan di tempat kami.
    Kemudian jika itu juga tidak diperbolehkan, bagaimanakah sebaiknya kami shalat tarawih, apakah tetap mengikuti jamaah masjid tersebut ataukah shalat tarawih sendiri di rumah setelah shalat isya berjamaah di masjid tersebut?

  • ust, jadi menurut pendapat syaikh al albany, bhw acara pengajian/ta’lim pada saat i’tikaf adalah suatu yg diada2kan?bid’ah?
    trus yg menurut sunnah kegiatan2 yg harus dilakukan ketika i’tikaf itu apa saja?syukron

  • kayana judulnya KURANG PAS sama isinya deh stadz…

    dalam artikel diatas disebutkan:

    ننكر على الأئمة في شهر رمضان من فصلهم الصلاة وإنشاء استراحة تتخللها موعظة أو درس

    ..kami mengingkari para imam masjid yang ketika di bulan Ramadhan MEMBUAT JEDA DIANTARA RAKAAT TARAWIH untuk ISTIRAHAT YANG CUKUP LAMA, yang diisi dengan KULTUM atau PENGAJIAN.

    hal ini lebih jelas lagi dalam perkataan beliau berikutnya:

    وهذا كقول القائل: تقبل الله لمن صلي

    Tambahan dalam ibadah semacam ini tidak jauh beda dengan ucapan ‘taqabbalallahu’ kepada orang yang baru saja selesai mengerjakan shalat. 
     
    maka fatwa syaikh diatas berkaitan dengan: “CERAMAH diantara raka’at shalat tarawih”

    Telah ada fatwa lain beliau:

    Syaikh al-Albaniy råhimahullåh berkata:
    “Hari-hari ramadhån adalah hari-hari ibadah, bukan ‘ilmu. (Adapun) untuk ‘ilmu, ada waktu lainnya lagi. Maka pada asalnya, tidak selayaknya di sela-sela tarawih digunakan untuk kultum, ceramah, dan pengajian. Ini bukan termasuk sunnah, karena waktu itu adalah waktu untuk ibadah bukan waktu untuk ilmu.
    Namun disebabkan kurangnya kaum muslimin sekarang dalam menuntut ilmu  dan kurangnya ahli ilmu dalam menyampaikan ilmu kepada manusia, maka manusia mendapatkan pada waktu tersebut kesempatan berharga untuk menyampaikan ilmu yang dibutuhkan masyarakat dalam waktu yang tepat bagi mereka.”
     
    (Kaset Liqaa’atu al-Huwayniy Ma’a al-Albaniy 7/B)
    Dikomentari al-Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa atau/dan al-Ustadz Abu Ubaydah Yusuf as-Sidawiy Hafizhahumallåh:
    “Dari perkataan beliau ini, sangat jelas menunjukkan bahwa kultum setelah tarawih, tidak bisa dikatakan bid’ah secara mutlak. Wallåhu A’lam
    [Dinukil dari: “Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut al-Qur-an dan Sunnah”, karya al-Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa dan al-Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawiy, hlm. 81, dalam catatan kaki no. 250, Pustaka al-Furqon, cetakan Jumada Tsaniyah 1431H] 

  • #el
    sibukkan diri ketika i’tikaf dengan ibadah ibadah individual semisal shalat sunnah, dzikir, baca doa dll

  • #cahyo
    Silahkan tetap tarawih di sana mengingat bahwa masalah ini adalah masalah yang diperselisihkan oleh para ulama ahlu sunnah zaman ini.

  • wawan 6 years ago

    kami mengingkari para imam masjid yang ketika di bulan Ramadhan membuat jeda “diantara rakaat tarawih“.   ustadz sepertinya judul dengan isinya agak membingungkan. yang keliru itu seluruh ceramah tarawih setelah shalat isya atau ceramah tarawih diantara rakaat tarawih atau ceramah tarawih saat i’tikaf ( 10 hari terakhir) . mohon saya diberi penjelasan lebih detail. terima kasih