Boleh Adzan di Telinga Bayi

Boleh Adzan di Telinga Bayi

عن الأذان في أذن المولود اليمنى والإقامة في إذنه اليسرى؟

Pertanyaan:

Tentang adzan di telinga kanan bayi dan iqomah di telinga kiri bayi, apa hukumnya?

هذا مشروع عند جمع من أهل العلم، وقد ورد فيه بعض الأحاديث، وفي سندها مقال، فإذا فعله المؤمن حسن؛ لأنه من باب السنن ومن باب التطوعات،

Jawaban Syaikh Ibnu Baz:

Hal tersebut dituntunkan menurut sejumlah ulama. Ada beberapa hadits mengenai hal ini namun ada pembicaraan mengenai kualitas sanadnya. Jika ada seorang mukmin yang melakukannya maka itu adalah suatu hal yang baik karena amalan ini termasuk amalan yang dianjurkan.

والحديث في سنده عاصم بن عبيد الله بن عاصم بن عمر بن الخطاب وفيه ضعف، وله شواهد،

Hadits tentang masalah ini dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama ‘Ashim bin ‘Ubaidillah bin ‘Ashim bin Umar bin Khattab dan beliau adalah perawi yang memiliki kelemahan namun terdapat sejumlah riwayat yang menguatkannya.

وقد فعل النبي صلى الله عليه وسلم في تسمية إبراهيم، ولم يحفظ عنه أنه أذن لما ولد له إبراهيم، سماه إبراهيم ولم يحفظ عنه أنه أذن في أذنه اليمنى وأقام في اليسرى، وهكذا الأولاد الذين يؤتى بهم إليه من الأنصار ليحنكهم ويسميهم لم أقف على أنه أذن في أذن واحد منهم وأقام،

Ketika Nabi member nama untuk anaknya Ibrahim tidak terdapat riwayat yang menunjukkan bahwa beradzan di telinga kanan Ibrahim dan mengumandangkan iqomah di telinga kirinya. Demikian pula bayi bayi dari kalangan Anshor yang dibawa ke hadapan Nabi untuk ditahnik dan diberi nama, tidak kujumpai riwayat yang menunjukkan bahwa Nabi mengumandangkan adzan dan iqomah pada telinga bayi tersebut.

ولكن إذا فعل ذلك المؤمن للأحاديث التي أشرنا إليها فلا باس، لأنه يشد بعضها بعضاً، فالأمر في هذا واسع، إن فعله حسن لما جاء في الأحاديث التي يشد بعضها بعضاً، وإن تركه فلا بأس.

Akan tetapi jika ada yang melakukannya menimbang hadits yang telah kusebutkan maka tidak mengapa karena riwayat riwayat yang anda sebagiannya menguatkan sebagian yang lain [sehingga berstatus hasan lighairihi, pent]. Ringkasnya ada kelonggaran dalam masalah ini. Jika ada yang mengamalkannya maka itu baik mengingat hadits hadits dalam masalah ini sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Tidak melakukannya juga tidak mengapa”.

Sumber:

 http://binbaz.org.sa/mat/9646

 

COMMENTS

WORDPRESS: 7
  • Ibnu Zen 6 years ago

    Assalamu’alaikum ustadz, apakah artikel ini membolehkan kita untuk adzan kepada bayi ketika lahir seperti yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia?

  • menuntut ilmu 6 years ago

    Apa maksudnya artikel ini, sudah jelas tidak ada tuntunannya dari nabi . Kenapa diperbolehkan?

  • #menuntut
    Jelas bagi anda belum tentu jelas bagi selain anda.

  • @ibnu
    benar, ibnu baz membolehkannya.

  • khabsin 5 years ago

    Saat anak kmi lahir belum kami tahnik, bolehkah melakukannya sekarang, usianya sudah 7 bulan.

  • #khabsin
    Tidak perlu dilakukan karena waktunya sudah lewat.

  • Ruliyarta 2 years ago

    assalamu’alaikum ustadz
    bgmn tentang pendapat syeikh al albani yg mendhoifkan hadits di atas, apakah blh kita jadikan acuan?
    jazzakallh khair