<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Hari Arofah, Ikut Siapa?</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/hari-arofah-ikut-siapa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/hari-arofah-ikut-siapa</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 10:03:02 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Umar</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hari-arofah-ikut-siapa/comment-page-1#comment-8578</link>
		<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 03:34:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=933#comment-8578</guid>
		<description>Penjelasan ust. aris tersebut sudah sangat jelas dan gamblang, jadi puasa arafah tetaplah berdasarkan hari arafah yaitu tgl 9 dzulhijjah, jika ada yg berpuasa arafah menyandarkan pada wukuf di arafah dan hari ied(10 dzulhijjah) nya mengikuti pemerintah yg mana terjadi perbedaan waktu, maka pendapat tersebut, jelas2 aneh bin syadz alias ganjil, karena sikapnya tersebut secara tidak langsung menunjukkan keyakinannya akan hari arafah yg bisa tgl 8 atau 9 dzulhijjah, yg mana hal ini jelas2 bertentangan dengan sunnah nabi...
Wallahu&#039;alam bishowab...
 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Penjelasan ust. aris tersebut sudah sangat jelas dan gamblang, jadi puasa arafah tetaplah berdasarkan hari arafah yaitu tgl 9 dzulhijjah, jika ada yg berpuasa arafah menyandarkan pada wukuf di arafah dan hari ied(10 dzulhijjah) nya mengikuti pemerintah yg mana terjadi perbedaan waktu, maka pendapat tersebut, jelas2 aneh bin syadz alias ganjil, karena sikapnya tersebut secara tidak langsung menunjukkan keyakinannya akan hari arafah yg bisa tgl 8 atau 9 dzulhijjah, yg mana hal ini jelas2 bertentangan dengan sunnah nabi&#8230;<br />
Wallahu&#8217;alam bishowab&#8230;<br />
 </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pribadi ibnu Supardi</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hari-arofah-ikut-siapa/comment-page-1#comment-5863</link>
		<dc:creator>Pribadi ibnu Supardi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 00:17:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=933#comment-5863</guid>
		<description>Setelah saya baca apa yg ditunjukkan oleh abu zaid pd komentar yg terakhir, saya merasa sangat &lt;strong&gt;pas&lt;/strong&gt; seperti apa yg ada dibenak saya semenjak say belum pernah mendengar atau membaca ketrangan2 dari para penuntut ilmu.
namun bukan berati sy mengajak org lain untuk sepaham dg saya, tidak. Dan bukan pula saya seorang pintar, melainkan sy ini org bodoh. Sy hanya seorang tua renta yg baru 3 atau 4 tahun mengenal manhaj salaf itupun hanya melalui radio dan dalam keadaan menderita penyakit sudah sepulu tahun yl</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah saya baca apa yg ditunjukkan oleh abu zaid pd komentar yg terakhir, saya merasa sangat <strong>pas</strong> seperti apa yg ada dibenak saya semenjak say belum pernah mendengar atau membaca ketrangan2 dari para penuntut ilmu.<br />
namun bukan berati sy mengajak org lain untuk sepaham dg saya, tidak. Dan bukan pula saya seorang pintar, melainkan sy ini org bodoh. Sy hanya seorang tua renta yg baru 3 atau 4 tahun mengenal manhaj salaf itupun hanya melalui radio dan dalam keadaan menderita penyakit sudah sepulu tahun yl</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abu zaid</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hari-arofah-ikut-siapa/comment-page-1#comment-5633</link>
		<dc:creator>abu zaid</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 11:09:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=933#comment-5633</guid>
		<description>Menurut saya, apa yang terlihat sebagai khilaf tersebut sebenarnya bisa disinkronkan jika kita bisa memahami konsep hilal, visibilitasnya, hijri date line dan semacamnya.
Pembahasannya ada di sini &lt;a href=&quot;http://ayahzaid.blogspot.com/2010/11/kesalahan-pendapat-idul-adha-di.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;http://ayahzaid.blogspot.com/2010/11/kesalahan-pendapat-idul-adha-di.html&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya, apa yang terlihat sebagai khilaf tersebut sebenarnya bisa disinkronkan jika kita bisa memahami konsep hilal, visibilitasnya, hijri date line dan semacamnya.<br />
Pembahasannya ada di sini <a href="http://ayahzaid.blogspot.com/2010/11/kesalahan-pendapat-idul-adha-di.html" rel="nofollow">http://ayahzaid.blogspot.com/2010/11/kesalahan-pendapat-idul-adha-di.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ikutnimbrung</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hari-arofah-ikut-siapa/comment-page-1#comment-5631</link>
		<dc:creator>ikutnimbrung</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 09:11:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=933#comment-5631</guid>
		<description>&lt;cite&gt;#ervan&lt;/cite&gt;&lt;cite&gt; (&lt;/cite&gt;Posted &lt;abbr title=&quot;2010-11-08T13:40:50+00:00&quot;&gt;November 8, 2010 at 1:40 PM)


Silahkan Baca artikel yg memunaqosyah dalil2 antum di bawah ini
&lt;a href=&quot;http://www.fawaaid.sg/2010/11/puasa-arafah-mengikut-imam.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;http://www.fawaaid.sg/2010/11/puasa-arafah-mengikut-imam.html&lt;/a&gt;&lt;/abbr&gt;
 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><cite>#ervan</cite><cite> (</cite>Posted <abbr title="2010-11-08T13:40:50+00:00">November 8, 2010 at 1:40 PM)</p>
<p>Silahkan Baca artikel yg memunaqosyah dalil2 antum di bawah ini<br />
<a href="http://www.fawaaid.sg/2010/11/puasa-arafah-mengikut-imam.html" rel="nofollow">http://www.fawaaid.sg/2010/11/puasa-arafah-mengikut-imam.html</a></abbr><br />
 </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Fatheemah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hari-arofah-ikut-siapa/comment-page-1#comment-5630</link>
		<dc:creator>Abu Fatheemah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 08:22:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=933#comment-5630</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum ... berikut fatwa dari lajnah daimah dari blog abu al jauzaa
 
http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/11/fatwa-lajnah-daaimah-asy-syaikh-al.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum &#8230; berikut fatwa dari lajnah daimah dari blog abu al jauzaa<br />
 <br />
<a href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/11/fatwa-lajnah-daaimah-asy-syaikh-al.html" rel="nofollow">http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/11/fatwa-lajnah-daaimah-asy-syaikh-al.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hari-arofah-ikut-siapa/comment-page-1#comment-5589</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2010 04:35:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=933#comment-5589</guid>
		<description>#saad
Asal muasal penamaan itu beda dengan illah hukum.
Asal muasal penamaan hari Arafah adalah karena adanya wukuf di Arafah. Sedangkan illah hukumnya adalah kemunculan hilal Dzulhijjah.
Asal muasal penamaan Ramadhan adalah musim panas. Sedangkan illah hukum puasa Ramadhan adalah kemunculan hilal Ramadhan meski tidak di musim panas.
Hewan korban disebut dengan udhhiyah. asal muasalnya karena disembelih di waktu dhuha. Lantas apakah jika disembelih setelah shalat zhuhur ataupun di waktu ashar tidak lagi menjadi udhhiyyah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#saad<br />
Asal muasal penamaan itu beda dengan illah hukum.<br />
Asal muasal penamaan hari Arafah adalah karena adanya wukuf di Arafah. Sedangkan illah hukumnya adalah kemunculan hilal Dzulhijjah.<br />
Asal muasal penamaan Ramadhan adalah musim panas. Sedangkan illah hukum puasa Ramadhan adalah kemunculan hilal Ramadhan meski tidak di musim panas.<br />
Hewan korban disebut dengan udhhiyah. asal muasalnya karena disembelih di waktu dhuha. Lantas apakah jika disembelih setelah shalat zhuhur ataupun di waktu ashar tidak lagi menjadi udhhiyyah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Anas</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hari-arofah-ikut-siapa/comment-page-1#comment-5587</link>
		<dc:creator>Abu Anas</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2010 03:11:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=933#comment-5587</guid>
		<description>Bismillah,
Anggaplah pendapat puasa arofah dengan mengikuti saudi bisa diterima, pertanyaannya, bagaimana dengan idul adhanya?
di sini ada beberapa kemungkinan:
1. Idul adha juga ikut saudi, mk kita katakan: idul adha tidak ada hubungannya dengan arofah, mengapa ikut saudi jg? bukankah untuk menetukan masalah ini adalh urusan pemerintah masing2 negara? dan juga mengapa ketika  idul adha mengikuti saudi, sementara untuk permulaan syawal dan romadhon tidak?, maka ini menunjukkan ketidakkonsistennya pendapat ini, karena menerapkan standar ganda, ketika idul adha mengikuti pendapat satu mathla&#039;, sementara ketika awal idul fitri atau romadhon mengikuti pendapat ta&#039;adudul matholi&#039;
2. puasa arofah ikut saudi, sementara idul adha ikut ikut pemerintah indonesia, maka selang satu hari antara hari arofah dan idul adha, maka ini adalah pendapat yang Syad (ganjil) tidak ada seorang ulamapun yang berpendapat denganya, sebagaimana informasi dari sebagian masyayikh murid-muris syaikh Ibn Utsaimin.
Wallohu&#039;alam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,<br />
Anggaplah pendapat puasa arofah dengan mengikuti saudi bisa diterima, pertanyaannya, bagaimana dengan idul adhanya?<br />
di sini ada beberapa kemungkinan:<br />
1. Idul adha juga ikut saudi, mk kita katakan: idul adha tidak ada hubungannya dengan arofah, mengapa ikut saudi jg? bukankah untuk menetukan masalah ini adalh urusan pemerintah masing2 negara? dan juga mengapa ketika  idul adha mengikuti saudi, sementara untuk permulaan syawal dan romadhon tidak?, maka ini menunjukkan ketidakkonsistennya pendapat ini, karena menerapkan standar ganda, ketika idul adha mengikuti pendapat satu mathla&#8217;, sementara ketika awal idul fitri atau romadhon mengikuti pendapat ta&#8217;adudul matholi&#8217;<br />
2. puasa arofah ikut saudi, sementara idul adha ikut ikut pemerintah indonesia, maka selang satu hari antara hari arofah dan idul adha, maka ini adalah pendapat yang Syad (ganjil) tidak ada seorang ulamapun yang berpendapat denganya, sebagaimana informasi dari sebagian masyayikh murid-muris syaikh Ibn Utsaimin.<br />
Wallohu&#8217;alam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sa'ad</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hari-arofah-ikut-siapa/comment-page-1#comment-5573</link>
		<dc:creator>Sa'ad</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2010 09:23:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=933#comment-5573</guid>
		<description>#&lt;cite&gt;Abu Muhammad Naufal Zaki&lt;/cite&gt;
&lt;cite&gt;Berdasarkan keterangan Imam Nawawi yang antum nukil, berarti hari raya Idul Adha itu &quot;TIDAK HARUS&quot; tanggal 10 Dzulhijjah ? (Karena Arofah bisa tanggal sembilan/sepuluh)
&lt;/cite&gt;
&lt;cite&gt;Syukron buat jawabannya ..
&lt;/cite&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#<cite>Abu Muhammad Naufal Zaki</cite><br />
<cite>Berdasarkan keterangan Imam Nawawi yang antum nukil, berarti hari raya Idul Adha itu &#8220;TIDAK HARUS&#8221; tanggal 10 Dzulhijjah ? (Karena Arofah bisa tanggal sembilan/sepuluh)<br />
</cite><br />
<cite>Syukron buat jawabannya ..<br />
</cite></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Anas</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hari-arofah-ikut-siapa/comment-page-1#comment-5546</link>
		<dc:creator>Abu Anas</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2010 01:07:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=933#comment-5546</guid>
		<description>Silahkan baca, semoga bermanfaat!
&lt;a href=&quot;http://www.assalafy.org/mahad/?p=556&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;http://www.assalafy.org/mahad/?p=556&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Silahkan baca, semoga bermanfaat!<br />
<a href="http://www.assalafy.org/mahad/?p=556" rel="nofollow">http://www.assalafy.org/mahad/?p=556</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Anshari Taslim</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hari-arofah-ikut-siapa/comment-page-1#comment-5545</link>
		<dc:creator>Anshari Taslim</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2010 01:00:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=933#comment-5545</guid>
		<description>Assalamu alaikum para asatidzah yg terhormat:
Kalau masalah senior sih ada yg lebih senior dari Syekh Al Utsaimin yg berfatwa berbeda yaitu Syekh bin Baz sebagaimana termuat dalam fatwa Lajnah Ad-Daimah berikut ini:

السؤال الأول من الفتوى رقم ( 4052 )
س1: هل نستطيع أن نصوم هنا يومين لأجل صوم يوم عرفة؛ لأننا هنا نسمع في الراديو أن يوم عرفة غدا يوافق ذلك عندنا الثامن من شهر ذي الحجة؟
ج1: &lt;strong&gt;يوم عرفة هو اليوم الذي يقف الناس فيه بعرفة&lt;/strong&gt; ، وصومه مشروع لغير من تلبس بالحج، فإذا أردت أن تصوم فإنك تصوم هذا اليوم، وإن صمت يوما قبله فلا بأس، وإن صمت الأيام التسعة من أول ذي الحجة فحسن؛ لأنها أيام شريفة يستحب صومها؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم: « ما من أيام العمل الصالح فيهن خير وأحب إلى الله من هذه الأيام العشر&quot; قيل: يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: &quot;ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجلخرج بنفسه وماله، ثم لم يرجع من ذلك بشيء » (1) رواه البخاري .
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
 
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو ... الرئيس
عبد الله بن غديان ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز

(FAtawa Lajnah Ad-Daimah juz 10 hal. 393-394).
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu alaikum para asatidzah yg terhormat:<br />
Kalau masalah senior sih ada yg lebih senior dari Syekh Al Utsaimin yg berfatwa berbeda yaitu Syekh bin Baz sebagaimana termuat dalam fatwa Lajnah Ad-Daimah berikut ini:</p>
<p>السؤال الأول من الفتوى رقم ( 4052 )<br />
س1: هل نستطيع أن نصوم هنا يومين لأجل صوم يوم عرفة؛ لأننا هنا نسمع في الراديو أن يوم عرفة غدا يوافق ذلك عندنا الثامن من شهر ذي الحجة؟<br />
ج1: <strong>يوم عرفة هو اليوم الذي يقف الناس فيه بعرفة</strong> ، وصومه مشروع لغير من تلبس بالحج، فإذا أردت أن تصوم فإنك تصوم هذا اليوم، وإن صمت يوما قبله فلا بأس، وإن صمت الأيام التسعة من أول ذي الحجة فحسن؛ لأنها أيام شريفة يستحب صومها؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم: « ما من أيام العمل الصالح فيهن خير وأحب إلى الله من هذه الأيام العشر&#8221; قيل: يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: &#8220;ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجلخرج بنفسه وماله، ثم لم يرجع من ذلك بشيء » (1) رواه البخاري .<br />
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.<br />
 <br />
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء<br />
عضو &#8230; الرئيس<br />
عبد الله بن غديان &#8230; عبد العزيز بن عبد الله بن باز</p>
<p>(FAtawa Lajnah Ad-Daimah juz 10 hal. 393-394).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 1.119 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-07 17:05:21 -->

