Hukum Gambar Jantung Sebagai Simbol Cinta

Hukum Gambar Jantung Sebagai Simbol Cinta

Hukum simbol Cinta dengan Gambar Jantung

Para ulama yang duduk di Lajnah Daimah lil Buhuts Ilmiyah wal Ifta mendapatkan pertanyaan mengenai kasus berikut ini:

أنه وجد بعض سلاسل المفاتيح التي يتداولها بعض الناس، إحداها نحتت على شكل قلب، وهو رمز الحب، وكتب عليها: (أنا، ثم رسم قلب، الرسول) أي: أنا أحب الرسول صلى الله عليه وسلم، ومن الخلف كتب عليها: (يا حبيبي يا رسول الله) والأخرى دائرية تعلق على الصدر، وكتب عليها نفس العبارة، كما نفيد سماحتكم أنه انتشر بين بعض النساء لبس قمص نسوية مكتوب على الجهة اليسرى منها فوق الثدي هذه العبارة أيضًا، وقد جاءنا بها من يستفته في أمرها.

“Dijumpai beberapa gantungan kunci yang dipasarkan oleh sebagian orang yang ada padanya bentuk gambar bentuk jantung yang merupakan simbol cinta. Tertulis padanya ‘aku’ dilanjutkan dengan gambar jantung lantas ‘rasul’. Maksud dari hal ini adalah mau mengatakan ‘Aku cinta kepada Rasul’. Di bagian belakang tertulis ‘Wahai kekasihku, wahai Rasulullah’. Ada juga gantungan kunci berbentuk lingkaran yang dikalungkan di dada dan tertulis padanya ungkapan yang semisal. Perlu juga anda ketahui bahwa telah tersebar di kalangan sebagian wanita pakaian wanita yang tertulis pada bagian kiri pakaian tersebut tepatnya di atas payudara ungkapan yang semisal. Hukum masalah ini pun telah ditanyakan kepada kami.

نأمل بعد التكرم بالاطلاع اتخاذ ما ترونه مناسبًا، وإفادتنا بما ترونه حتى نتمكن من إجابة السائلين عن حكمها، وبث ذلك بين المستفيدين منه

Kami berharap setelah anda mentelaah pertanyaan ini anda berkenan memberikan jawaban yang anda nilai pas dan memberitahukannya kepada kami mengenai pendapat anda tersebut sehingga bisa kami sampaikan kepada orang-orang yang menanyakan hukum hal-hal di atas serta menyebarluaskannya kepada orang-orang yang memerlukannya”.

Berikut ini jawaban yang disampaikan oleh Lajnah Daimah,

وبعد دراسة اللجنة للاستفتاء أجابت بأن عمل الشكل المذكور وكتابة العبارة المذكورة على الملابس والميداليات ونحوها ليس من هدي سلف الأمة الذين هم أفضل القرون وأشد تعظيمًا وحبًّا للرسول صلى الله عليه وسلم ممن جاء بعدهم، كما أن فيه تشبهًا بأهل الفسق الذين يتخذون مثل هذه الرموز دلالة على حبهم وعشقهم المحرم لغيرهم، ويتفانون فيه من غير التفات لحكم الشريعة المطهرة فيه، كما أن الشكل المذكور يُفهم منه أيضًا: أن حب رسول الله صلى الله عليه وسلم كحب غيره من المخلوقين، وهذا غلط كبير؛ لأن محبة رسول الله صلى الله عليه وسلم واجبة شرعًا، ولا يتم الإيمان إلا بها، أما محبة غيره فقد تكون مشروعة، وقد تكون محرمة، وبناء على ما تقدم فإن كتابة العبارة المذكورة وبيعها وشرائها واستعمالها لا يجوز.

“Setelah melakukan kajian terhadap pertanyaan yang diajukan Lajnah Daimah memberikan jawaban sebagai berikut. Membuat gambar jantung dengan maksud sebagaimana yang telah dipaparkan dan menuliskan ungkapan di atas pada pakaian, medali dan lain-lain bukanlah perkara yang dicontohkan oleh generasi awal umat ini. Padahal mereka adalah generasi yang paling mulia, paling menghormati dan mencintai Rasulullah dibandingkan generasi setelahnya. Di samping itu gambar bentuk jantung itu mengandung unsur menyerupai orang fasik yang menjadikan simbol semisal ini sebagai simbol cinta yang haram yang mereka berikan kekasihnya dan mereka berkreasi di dalamnya tanpa peduli terhadap hukumnya menurut syariat. Pertimbangan yang lain, model jantung di atas bisa dipahami bahwa cinta kepada Rasulullah itu seperti cinta kepada manusia pada umumnya dan tentu saja ini adalah sebuah kesalahan besar. Cinta kepada Rasulullah adalah kewajiban agama sedangkan cinta kepada manusia selainnya boleh jadi disyariatkan, boleh jadi pula hukumnya haram.

Berdasarkan uraian di atas maka menuliskan ungkapan cinta kepada Nabi dengan model sebagaimana di atas, membelinya, menjualnya atau pun menggunakannya adalah satu hal yang tidak diperbolehkan” (Fatawa Lajnah Daimah, 24/90-92-Kitab al Jami’-).

Teks fatwa di atas bisa dibaca di tautan berikut ini.

Berdasarkan kutipan di atas para ulama Lajnah Daimah melarang mengungkapkan cinta kepada Nabi dengan menggunakan gambar jantung dengan tiga alasan.

Pertama, para shahabat sebagai generasi yang paling cinta kepada Nabi tidak melakukannya.

Kedua, serupa dengan orang fasik dan siapa yang serupa dengan orang fasik maka dia adalah bagian darinya.

Ketiga, hal tersebut bisa menimbulkan kesan bahwa cinta kepada Nabi itu semisal cinta kepada manusia selain Nabi.

Menimbang alasan yang kedua yaitu bahwa penggunaan gambar jantung dengan arti cinta adalah kebiasaan orang-orang fasik maka bisa kita pahami bahwa fatwa larangan penggunaan gambar jantung untuk mengekspresikan cinta itu tidak hanya berlaku untuk cinta kepada Nabi namun juga berlaku untuk cinta kepada orang tua, isteri dan lain-lain. Selayaknya orang-orang yang menginginkan keshalihan menghindari hal ini agar tidak serupa dengan orang-orang fasik yaitu orang-orang yang melakukan dosa besar atau gemar mengerjakan dosa kecil.

COMMENTS

WORDPRESS: 2
  • afwan ust. termasuk diantaranya menggunakan emoticon love? apakah boleh menggunakannya ust? jazakallahu khayran

  • Abu Emirsyah 2 years ago

    assalamu’alaykum ustadz,
    barakallah fiik

    bolehkah ana share tulisan ini ustadz?

    syukran wa jazaakumullahu khayran katsira atas manhaj yang haq yang ustadz dan asatidz lainnya dakwahkan ini