Fatwa Ulama: Produsen Menutup-nutupi Kekurangan Produknya

Tanya:

“Ketika mempromosikan barang dagangan apakah produsen berhak menyebutkan keunggulan barang dagangannya yang memang nyata dengan menutupi kekurangan yang dimiliki produknya bahkan tidak menyinggung sama sekali kelemahan produk tersebut dalam promosinya? Padahal pihak produsen mengetahuinya”.

Jawab:

Banyak promo yang dilakukan oleh pihak produsen. Promo dilakukan melalui surat kabar, pamflet dan media elektronik. Mereka berikan untuk barang dagangannya berbagai pujian dan sifat istimewa yang menyebabkan orang tertarik dengannya dan banyak orang mengira bahwa barang tersebut tidak memiliki kekurangan sama sekali. Sebagaimana yang telah kami dengar dalam promo mobil baru yang hakekat promo ini tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Demikian pula dalam promo kulkas, AC, pakaian, sepatu dan berbagai barang-barang baru. Setelah barang-barang tersebut dipergunakan baru diketahui bahwa sifat-sifat yang dijanjikan ternyata tidak ada, kekurangan barang tersebut pun mulai diketahui, berbagai kelemahan pun mulai dijumpai dan hilanglah pujian selangit untuk barang tersebut.

Kewajiban pihak produsen adalah berlaku jujur dalam pemberitaan dan promo mereka serta bercerita sesuai dengan fakta. Kelebihan barang disampaikan. Demikian pula kekurangan dan kelemahan barang tersebut dengan penuh terbuka juga dibeberkan. Sehingga pembeli benar-benar mengetahui keadaan real yang ada pada barang tersebut. Pembeli yakin bahwa mereka tidak ditipu dan tidak ada keistimewaan barang atau cacat barang yang disembunyikan.

[Fatwa Syeikh Abdullah Al Jibrin dalam Ahkam Al Musabaqat At Tijariah terbitan Dar Al Qosim hal 40-48 cetakan pertama 1419].

COMMENTS

WORDPRESS: 1
  • Izin share..

    Bismillah..

    Saya mengambil pelajaran dari tulisan ini, bahwa humas atau marketing suatu perusahaan atau organisasi harus mengetahui seluk-beluk produknya. Sehingga pembeli/pengguna mendapatkan informasi yang cukup mengenai kelebihan dan kekurangan produk yang akan dibeli/digunakannya. Saya berharap, organisasi-organisasi umat muslim berusaha mengetahui dengan benar (seluk-beluk organisasi) dan jujur dalam mendeskripsikan organisasinya (baik positif negatifnya) untuk calon anggota. Sehingga anggota tidak merasa kecewa atau kurang cocok ketika telah memasuki keanggotaan organisasi tersebut. Wallahu A’lam…

    Hafidz Maulana
    Ketua Organisasi Kepemudaan Mahasiswa Muslim di Surabaya