Fanatisme Fanatisme

موقفنا من الدعوات المختلفة وموقفنا من الدعوات المختلفة التي طغت في هذا العصر ففرقت القلوب و بلبلت الأفكار أن نزنها بميزان دعوتنا فما وافقها فمرحبا به و ما خالفها فنحن براء منه و نحن مؤمنون بأن دعوتنا عامة محيطة لا تغادر جزءا صالحا من أية دعوة إلا ألمت به و أشارت إليه

Syaikh Hasan al Bana mengatakan,
“Sikap kita terhadap berbagai gerakan dakwah yang demikian banyak di zaman ini sehingga menimbulkan perpecahan hati (kaum muslimin) dan kacaunya pemikiran adalah menimbang berbagai gerakan dakwah tersebut dengan dakwah kita (baca: ajaran IM). Semua gerakan yang selaras dengan dakwah kita maka kita sambut dengan hangat. Sedangkan berbagai gerakan yang menyelisihi dakwah kita maka kita berlepas diri darinya. Kita beriman (baca: yakin dengan sepenuh hati) bahwa dakwah kita adalah mencakup semua aspek kehidupan dan meliputi (segala kebaikan). Tidak ada satu pun hal positif yang dimiliki oleh berbagai gerakan dakwah melainkan dakwah kita mengajarkan dan mengisyaratkan agar memujudkannya”[Rasail al Imam Hasan al Bana jilid 1 hal 8, Syamilah].

Moga Allah mengampuni Ustadz Hasan al Bana. Jika kita telaah kalimat demi kalimat di atas mungkinkah ‘dakwah kita’ dalam kutipan di atas bermakna dakwah Islam? Moga Allah menyayangi orang-orang yang bisa bersikap objektif dan mengatakan salah untuk hal yang salah meski diucapkan oleh orang yang sangat dikagumi. Inilah kewajiban setiap muslim dalam menyikapi semua manusia yang ia kagumi kecuali Nabi.

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 3
  • Bismillah.
    Assalamu’alaikum.
    Ustadz, bagaimana sikap kita terhadap beliau dan kitab-kitabnya?

  • ustadzaris 8 years ago

    #garut
    Buku-buku beliau tidak layak dikomsumsi untuk orang awam

  • Setuju dengan ustadz. Semoga saudara kita yang awam tidak mengartikan tanggapan singkat ustadzaris dengan hati yang antipati. Saya percaya ustadz tidak membenci pribadi Hasan Al Banna. Ini juga bukan berarti bahwa jika buku-buku beliau tidak layak dibaca orang awam lantas beliau ini orang jahat. Marilah kita menempatkan kebesaran beliau pada posisinya dalam sejarah. Adapun untuk belajar agama ini, sebaiknya kita belajar kepada ahlinya, siapa saja yang ahli dalam agama ini, dan Hasan Al Banna bukanlah ahlinya (sebagaimana penuturan beliau sendiri; baca juga ‘pengakuan hasan al banna’)