<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: E-Kitab</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/download/e-kitab/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 13:19:38 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Abdullah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/download/e-kitab/comment-page-1#comment-9307</link>
		<dc:creator>Abdullah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 23:45:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?page_id=904#comment-9307</guid>
		<description>Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu alaikum wr wb. Saya mau lapor untuk tim IT nya Ustadz Aris, kedua buku tersebut tidak bisa di download. Mohon link downloadnya di update. Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu alaikum wr wb. Saya mau lapor untuk tim IT nya Ustadz Aris, kedua buku tersebut tidak bisa di download. Mohon link downloadnya di update. Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Dzar Syamlan</title>
		<link>http://ustadzaris.com/download/e-kitab/comment-page-1#comment-4325</link>
		<dc:creator>Abu Dzar Syamlan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 01:02:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?page_id=904#comment-4325</guid>
		<description>Ustadz, mohon di-upload kan kitad Bida&#039;ul Qurro&#039;, seingat ana penyusunnya Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahulloh.
Syukron Jazilan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ustadz, mohon di-upload kan kitad Bida&#8217;ul Qurro&#8217;, seingat ana penyusunnya Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahulloh.<br />
Syukron Jazilan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/download/e-kitab/comment-page-1#comment-2753</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 10:16:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?page_id=904#comment-2753</guid>
		<description>Untuk Ummu
1. Dalilnya ada dalam hadits, bukan dalam al Qur&#039;an.
2. Diantaranya adalah al Albani sebagaimana dalam Silsilah Dhaifah.
Hadits munkar adalah hadits yang lemah sanadnya dan muatan isinya menyelisihi hadits lain yang shahih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Ummu<br />
1. Dalilnya ada dalam hadits, bukan dalam al Qur&#8217;an.<br />
2. Diantaranya adalah al Albani sebagaimana dalam Silsilah Dhaifah.<br />
Hadits munkar adalah hadits yang lemah sanadnya dan muatan isinya menyelisihi hadits lain yang shahih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ummu Afra</title>
		<link>http://ustadzaris.com/download/e-kitab/comment-page-1#comment-2747</link>
		<dc:creator>Ummu Afra</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 07:59:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?page_id=904#comment-2747</guid>
		<description>afwan ustadz, untuk pertanyaan saya alhamdulillah sudah terjawab (kebetulan karena mendesak ) sy coba mencari di google, dan alhamdulilllah ketemu &lt;القلب المكانىّ  هو تغيير في ترتيب حروف الكلمة المفردة عن الصيغة المعروفة لها بواسطة تقديم بعض الحروف وتا‘خير بعضها الاخر
dan afwan ustadz sy ingin bertanya lagi. untuk dalil haramnya safar   bagi wanita tanpa mahrom itu ada dlm surat apa dan ayat berapa dalam Al Qur`an.
kemudian hadits orang-orang yg mengatakan perbedaan umat islam adlh rohmat, mereka berdalil dgn hadits yg tidak ada asal-usulnya (ihtalafu ummati rohmatun)  para ulama mencari sanad hadits tersebut akan tetapi mereka tidak menemukannya, oleh karena itu hadits tersebut mungkar, dan kita tidak boleh mengamalkannya.
yang ingin sya tanyakan , ulama siapakah yg dimaksud?kemudian apa yang dimaksud dengan hadits mungkar? jazakumullahu khairan)  ?

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>afwan ustadz, untuk pertanyaan saya alhamdulillah sudah terjawab (kebetulan karena mendesak ) sy coba mencari di google, dan alhamdulilllah ketemu <القلب المكانىّ  هو تغيير في ترتيب حروف الكلمة المفردة عن الصيغة المعروفة لها بواسطة تقديم بعض الحروف وتا‘خير بعضها الاخر<br />
dan afwan ustadz sy ingin bertanya lagi. untuk dalil haramnya safar   bagi wanita tanpa mahrom itu ada dlm surat apa dan ayat berapa dalam Al Qur`an.<br />
kemudian hadits orang-orang yg mengatakan perbedaan umat islam adlh rohmat, mereka berdalil dgn hadits yg tidak ada asal-usulnya (ihtalafu ummati rohmatun)  para ulama mencari sanad hadits tersebut akan tetapi mereka tidak menemukannya, oleh karena itu hadits tersebut mungkar, dan kita tidak boleh mengamalkannya.<br />
yang ingin sya tanyakan , ulama siapakah yg dimaksud?kemudian apa yang dimaksud dengan hadits mungkar? jazakumullahu khairan)  ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/download/e-kitab/comment-page-1#comment-2713</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 09:53:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?page_id=904#comment-2713</guid>
		<description>Untuk Ummu
Maaf saya tidak paham dengan hal yang ditanyakan. Coba, bagaimana konteks kalimatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Ummu<br />
Maaf saya tidak paham dengan hal yang ditanyakan. Coba, bagaimana konteks kalimatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/download/e-kitab/comment-page-1#comment-2712</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 09:51:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?page_id=904#comment-2712</guid>
		<description>Untuk Abu
Wa&#039;alaikumussalam
Ijaroh muntaha bit tamlik (sewa beli) saja sudah akad yang bermasalah apalagi jika ditambah dengan unsur musyarakah. Walhasil, saya sarankan untuk dijauhi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Abu<br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Ijaroh muntaha bit tamlik (sewa beli) saja sudah akad yang bermasalah apalagi jika ditambah dengan unsur musyarakah. Walhasil, saya sarankan untuk dijauhi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ummu Afra</title>
		<link>http://ustadzaris.com/download/e-kitab/comment-page-1#comment-2711</link>
		<dc:creator>Ummu Afra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 08:24:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?page_id=904#comment-2711</guid>
		<description>bismillah,,afwan ustadz pertanyaan saya posting di sini dikarenakan forum tanya ustadz tidak bisa dibuka. saya ingin bertanya terkait bahasa arab. apakah maksud dari alqolb almakaniyy? jazakumullah khairan
 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah,,afwan ustadz pertanyaan saya posting di sini dikarenakan forum tanya ustadz tidak bisa dibuka. saya ingin bertanya terkait bahasa arab. apakah maksud dari alqolb almakaniyy? jazakumullah khairan<br />
 </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/download/e-kitab/comment-page-1#comment-2705</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 10:04:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?page_id=904#comment-2705</guid>
		<description>Untuk Rahmadi
Wa&#039;alaikumussalam
Tidak ada kewajiban untuk menafkahi ortu jika mereka berkecukupan.
Boleh jika kadar untuk ortu beda dengan kadar untuk mertua, yang penting dibicarakan dengan istri sehingga tidak ada kesalahfahaman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Rahmadi<br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Tidak ada kewajiban untuk menafkahi ortu jika mereka berkecukupan.<br />
Boleh jika kadar untuk ortu beda dengan kadar untuk mertua, yang penting dibicarakan dengan istri sehingga tidak ada kesalahfahaman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rahmadi</title>
		<link>http://ustadzaris.com/download/e-kitab/comment-page-1#comment-2697</link>
		<dc:creator>Rahmadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 07:46:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?page_id=904#comment-2697</guid>
		<description>Assalaamu’alaikum Pak Ustad,
Sebelumya saya minta maaf karena menggunakan forum ini untuk bertanya krn ketika sy click column &#039;Tanya Ustadz&quot; sedang tidak berfungsi.
Saya ingin tanya ttg berbakti kepada orangtua dan mertua
Alhamdulillah, Saya telah menikah selama 10 thn dan mempunyai 2 anak yg lucu. Setiap bulan, saya selalu memberikan sedeqah yg besarnya sama antara ortu dan mertua(50 % - 50 %).
Beberapa thn terakhir, Ortu saya mengeluh bahwa mereka berhak mendapatkan infaq yg lebih banyak dr mertua.
Apakah yg harus saya lakukan Pak Ustad ? ... Mudah2an Pak Ustad dpt memberikan tausiyahnya ..
Wassalam,
Rahmadi
 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu’alaikum Pak Ustad,<br />
Sebelumya saya minta maaf karena menggunakan forum ini untuk bertanya krn ketika sy click column &#8216;Tanya Ustadz&#8221; sedang tidak berfungsi.<br />
Saya ingin tanya ttg berbakti kepada orangtua dan mertua<br />
Alhamdulillah, Saya telah menikah selama 10 thn dan mempunyai 2 anak yg lucu. Setiap bulan, saya selalu memberikan sedeqah yg besarnya sama antara ortu dan mertua(50 % &#8211; 50 %).<br />
Beberapa thn terakhir, Ortu saya mengeluh bahwa mereka berhak mendapatkan infaq yg lebih banyak dr mertua.<br />
Apakah yg harus saya lakukan Pak Ustad ? &#8230; Mudah2an Pak Ustad dpt memberikan tausiyahnya ..<br />
Wassalam,<br />
Rahmadi<br />
 </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abu abdirrohman</title>
		<link>http://ustadzaris.com/download/e-kitab/comment-page-1#comment-2694</link>
		<dc:creator>abu abdirrohman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 02:14:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?page_id=904#comment-2694</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum ustadz, ana mau tanya berhubungan dg masalah muamalah dg bank &quot;bank muamalat&quot;. dalam hal ini masalah  jual beli rumah. Misal saya mau beli rumah fulan seharga 50 juta karena saya kekurangan biaya kemudian saya datang ke bank tersebut dan mereka menjelaskan bahwa sistemnya mereka mengatakan &quot;musyarokah ijaaroh&quot;. dimana 10 % saya bayar dan 90 % mereka yg bayar dan kita mbayar ( bayar sewa ke bank ) dg biaya tertentu selama minimal 6-15 tahun terserah kita memilih yg mana akan tetapi sudah ditentukan besarnya berapa tiap bulannya oleh bank dimana jika taruh kita mau ambil yg 800 rb perbulan dan selama 6 th dalam bayar sewanya. jadi yg 90 % itu dianggap sewa ke bank dan kepemilikan akan 100 % ke kita tatkala sudah lunas. akan tetapi jika dihitung2 maka jumlah pembayaran yg tiap bulan tadi 800rbanx12 bulanx6th = lebih dari 90 % yg harus dibayarkan ke bank. yg ana tanyakan apakah sistem yg dijalankan ini dibolehkan syariat? Jazakallohukhoir ustadz atas jawabannya.wassalamu&#039;alaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum ustadz, ana mau tanya berhubungan dg masalah muamalah dg bank &#8220;bank muamalat&#8221;. dalam hal ini masalah  jual beli rumah. Misal saya mau beli rumah fulan seharga 50 juta karena saya kekurangan biaya kemudian saya datang ke bank tersebut dan mereka menjelaskan bahwa sistemnya mereka mengatakan &#8220;musyarokah ijaaroh&#8221;. dimana 10 % saya bayar dan 90 % mereka yg bayar dan kita mbayar ( bayar sewa ke bank ) dg biaya tertentu selama minimal 6-15 tahun terserah kita memilih yg mana akan tetapi sudah ditentukan besarnya berapa tiap bulannya oleh bank dimana jika taruh kita mau ambil yg 800 rb perbulan dan selama 6 th dalam bayar sewanya. jadi yg 90 % itu dianggap sewa ke bank dan kepemilikan akan 100 % ke kita tatkala sudah lunas. akan tetapi jika dihitung2 maka jumlah pembayaran yg tiap bulan tadi 800rbanx12 bulanx6th = lebih dari 90 % yg harus dibayarkan ke bank. yg ana tanyakan apakah sistem yg dijalankan ini dibolehkan syariat? Jazakallohukhoir ustadz atas jawabannya.wassalamu&#8217;alaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.399 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-21 23:09:50 -->

