Diskon Karena Lunas Dini

الفتوى رقم ( 17441 ) :

Fatwa Lajnah Daimah no 17441

س: شخص يعمل بتجارة السيارات، حيث يقوم ببيع السيارات بطريقة التقسيط، فيبيع السيارة بأقساط شهرية بمبلغ إجمالي مثلا (50 000) خمسون ألف ريال، على أن تسدد على هيئة أقساط شهرية قيمة القسط ( 1500 ) ألف وخمسمائة ريال، قد يأتي أحد المشترين منه ويقول: أعطيك كامل المتبقي علي وكم تنقص لي مقابل تعجيل المبلغ وسداده قبل وقته،

Pertanyaan, “Ada seorang yang menjual mobil dengan sistem kredit. Total cicilan untuk sebuah mobil adalah 50.000 Riyal sedangkan kewajiban cicilan setiap bulan adalah 1500 Riyal. Sering kali ada pembeli mobil yang berkata kepada penjual, ‘Akan kubayar semua sisa cicilan yang menjadi kewajibanku namun berapa potongan yang akan kau berikan kepadaku sebagai kompensasi dari pelunasan cicilan kredit sebelum saatnya’.

علما يا سماحة الشيخ أن هذا الأمر منتشر عند معظم من يعملون بهذه التجارة.
نأمل إفتاء المذكور حول استفتائه،

Perlu anda ketahui, bahwa model transaksi semisal di atas merata pada mayoritas orang yang menjual barang dengan sistem kredit

وما الحكم إن قال المشتري: أنا سأعطيك كامل المستحق علي، وأجاب البائع: وأنا سأخصم لك من القيمة المتفق عليها ثلاثة آلاف ريال من غير اشتراط البائع أو طلبه لخصم وتقليل القيمة مقابل تعجيل السداد قبل أوانه،

Apa juga hukumnya jika pembeli mengatakan, ‘Akan kulunasi semua cicilan yang menjadi kewajibanku’. Penjual lalu merespons dengan mengatakan, ‘Jika demikian, aku akan memberi potongan tiga ribu real dari total harga kredit yang dulu disepakati’. Demikian perkataan penjual tanpa ada perjanjian terdahulu atau adanya permintaan diskon atau potongan harga dari pembeli sebagai kompensasi dari disegerakannya pelunasan kredit sebelum saatnya.

آمل إفتاءنا حول ما سبق حفظكم الله وسدد على الخير خطاكم. والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Kami berharap adanya fatwa tentang permasalahan di atas. Moga Allah menjaga anda dan meluruskan langkah-langkah anda dalam kebaikan.

ج: ما ذكر في السؤال هو ما يعرف عند الفقهاء بمسألة: (ضع وتعجل)، وفي جوازها خلاف بين أهل العلم، والصحيح من قوليهم جواز الوضع والتعجيل، وهو رواية عن الإمام أحمد ، واختيار الشيخين: ابن تيمية وابن القيم ، ومنسوب إلى ابن عباس رضي الله عنهما.

Jawaban Lajnah Daimah, “Permasalahan yang ditanyakan di atas dikenal di kalangan para ahli fikih dengan istilah permasalahan ‘dha’ wa ta’ajjal’ yang artinya berilah potongan dan segeralah melunasi. Tentang boleh tidaknya kasus di atas diperselisihkan oleh para ulama. Pendapat yang benar dari dua pendapat para ulama tentang masalah ini adalah bolehnya transaksi di atas. Itulah salah satu pendapat Imam Ahmad dan pendapat yang dipilih oleh Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim. Bolehnya transaksi di atas dinisbatkan sebagai pendapat Ibnu Abbas.

قال ابن القيم رحمه الله موجها القول بالجواز: (لأن هذا عكس الربا، فإن الربا يتضمن الزيادة في أحد العوضين، في مقابلة الأجل، وهذا يتضمن براءة ذمته من بعض العوض في مقابلة سقوط الأجل، فسقط بعض العوض في مقابلة سقوط بعض الأجل،

Ibnul Qayyim menjelaskan alasan pendapat yang membolehkan transaksi di atas dengan mengatakan, ‘Bolehnya transaksi di atas dikarenakan transaksi di atas adalah kebalikan dari riba. Riba adalah tambahan pembayaran sebagai kompensasi dari penundaan pembayaran. Sedangkan transaksi di atas isinya adalah gugurnya sebagian kewajiban pembayaran hutang sebagai kompensasi disegerakannya pelunasan. Jadi sebagian kewajiban hutang diputihkan sebagai kompensasi disegerakannya pelunasan.

فانتفع به كل واحد منهما، ولم يكن هناك ربا لا حقيقة ولا لغة ولا عرفا، فإن الربا الزيادة، وهي منتفية ههنا، والذين حرموا ذلك قاسوه على الربا،

Pemilik uang dan orang yang berhutang, masing-masing dari keduanya mendapatkan manfaat dari transaksi di atas. Dalam transaksi di atas, tidak terdapat riba menurut syariat, bahasa arab atau menurut pandangan masyarakat. Riba adalah tambahan. Sedangkan tambahan itu sama sekali tidak ada di sini. Para ulama yang mengharamkan transaksi di atas beranggapan bahwa transaksi di atas sama dengan transaksi riba.

ولا يخفى الفرق الواضح بين قوله: (إما أن تربي وإما أن تقضي) وبين قوله: (عجل لي وأهب لك مائة) فأين أحدهما من الآخر، فلا نص في تحريم ذلك ولا إجماع
ولا قياس صحيح) اهـ.

Padahal keduanya jelas beda. Dalam riba jahiliah pemilik uang berkata orang yang berhutang, ‘Lunasi saat ini atau ada penambahan’. Sedangkan dalam transaksi di atas pemilik uang mengatakan, ‘Segera lunasi hutangmu dan akan ada potongan seratus dirham untukmu’. Bagaimana mungkin transaksi riba disamakan dengan transaksi di atas? Sehingga tidak ada dalil tegas, ijma ulama ataupun qiyas yang benar yang menunjukkan haramnya transaksi di atas”. Sekian kutipan dari perkataan Ibnul Qayyim.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو … عضو … الرئيس
بكر أبو زيد … عبد العزيز آل الشيخ … عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz sebagai ketua Lajnah Daimah, Abdul Aziz Alu Syaikh sebagai wakil ketua dan Bakr Abu Zaid sebagai anggota.

Sumber:
Fatawa Lajnah Daimah jilid 13 hal 167-169 terbitan Dar Balansiah Riyadh, cetakan ketiga 1421 H.

Catatan:
Uraian di atas menunjukkan dalam transaksi ini boleh jadi inisiatif timbul dari pembeli kredit. Jadi pembeli kredit agak memaksa penjual agar memberikan potongan harga jika dia melunasi semua cicilan sebelum saatnya dan pada akhirnya penjual menyetujuinya. Kondisi ini dibolehkan, sebagaimana dibolehkannya potongan itu berasal dari inisiatif penjual. Perhatikan teks pertanyaan di atas.

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 2
  • Fahrul 8 years ago

    Assalamu`alaikum
    Ustadz,bagaimana hukum penjual menawarkan sebuah barang atau jasa dengn memberi potongan 30%  bila dibayar lunas sebgai contoh:
    Sebuah lembaga kursus memberikan tarif belajar bagi siswa sebesar Rp 300 ribu dan dapat dicicil 3 kali,sedangkan bila pembayarannya langsung lunas akan diberi potongan 30% dari Rp 300ribu menjadi Rp 210 ribu.
    Mohon pemjelasan Ustadz?

  • ustadzaris 8 years ago

    #fahrul
    Hal itu, boleh