Demikianlah Fanatisme

Hukum Embel-embel As Salafy
Perayaan 21 April
Salafy dan Partai Politik Sekuler

فأحب أن أقول لكم هنا بكل وضوح إن دعوتكم هذه أسمى دعوة عرفتها الإنسانية، وإنكم ورثة رسول الله صلى الله عليه وسلم وخلفاؤه على قرآن ربه وأمناؤه على شريعته وعصابته التي وقفت كل شيء على إحياء الإسلام في وقت تصرفت فيه الأهواء والشهوات وضعفت عن هذا العبء الكواهل.

Syaikh Hasan al Bana mengatakan, “Ingin kukatakan kepada kalian semua di sini dengan penuh keterusterangan sesungguhnya dakwah kalian ini (baca: IM) adalah gerakan dakwah paling luhur yang pernah dikenal oleh umat manusia. Kalian (baca: anggota IM) adalah ahli waris Rasulullah dan penggantinya untuk menjaga dan membela al Qur’an, orang-orang yang diberi amanah untuk menjaga dan membela syariat Allah serta sekelompok manusia yang mengorbankan segala sesuatu untuk menghidupkan Islam di waktu Islam diatur-atur oleh hawa nafsu dan berbagai kepentingan dan banyak pundak yang merasa tidak kuat memikul beban ini.

وإذ كنتم كذلك فدعوتكم أحق أن يأتيها الناس ولا تأتي هي أحدا وتستغني عن غيرها إذ هي جماع كل خير وما عداها لا يسلم من النقص،

Jika kalian memang demikian maka gerakan dakwah kalian adalah gerakan dakwah yang paling berhak untuk didatangi (baca: dibutuhkan) seluruh manusia dan gerakan dakwah kalian tidaklah membutuhkan siapa pun. Gerakan dakwah kalian (baca: IM) itu tidak membutuhkan dakwah yang lain karena gerakan dakwah kalian adalah sari pati segala kebaikan sedangkan gerakan dakwah yang lain tidaklah lepas dari kekurangan.

إذن فأقبلوا على شأنكم ولا تساوموا على مناهجكم واعرضوه على الناس في عز وقوة، فمن مد لكم يده على أساسه فأهلا ومرحبا في وضح الصبح وفلق الفجر وضوء النهار أخ لكم يعمل معكم ويؤمن إيمانكم وينفذ تعاليمكم، ومن أبى ذلك فسوف يأتي الله بقوم يحبهم ويحبونه.

Jika demikian, perhatianlah dengan apa yang menjadi tugas dan urusan kalian. Janganlah kalian menerima tawar menawar terkait jalan dakwah kalian. Tawarkanlah gerakan dakwah kalian dengan penuh kemuliaan dan dengan penuh semangat. Jika ada yang mau memberi bantuan kepada kalian sesuai dengan prinsip dakwah kalian maka sambutlan orang tersebut dalam terangnya waktu pagi, terbitnya fajar dan cahaya siang. Dia adalah saudara kalian yang bekerja bersama kalian. Dia beriman sebagaimana keimanan kalian dan dan menjalankan ajaran-ajaran kalian. Siapa saja yang menolak prinsip dakwah kalian maka akan Allah datangkan sekelompok manusia yang Allah cintai dan mencintai Allah” [Mudzakkirat ad Dakwah wad Da’iyyah hal 299-300, Maktabah Syamilah-kutub ghair mushannafah-].

Moga Allah memaafkan Syaikh Hasan al Bana. Demikian fanatisme ketika menguasai diri seseorang. Membebaskan diri dari segala fanatisme -fanatik dengan pendapat sendiri, pendapat ustadz atau guru ngaji, pendapat syaikh yang dikagumi, fanatik kelompok ngaji dll-adalah  suatu hal yang tidak mudah. Semoga Allah melimpahkan kasih sayang-Nya kepada orang yang bisa bersikap objektif dan hanya fanatik kepada kebenaran. Itulah al Qur’an dan sunnah.

Namun uniknya ada sebagian orang yang berkoar-koar di mana-mana memerangi fanatisme kelompok (baca: hizbiyyah) namun ternyata orang tersebut secara praktek memiliki fanatisme yang luar biasa hebat terhadap kelompok ngajinya. Tidak sedikit dijumpai seorang dai yang lisannya memberantas fanatisme kelompok alias hizbiyyah namun dengan perbuatannya dia perintahkan murid-murid ngaji untuk taqlid dan fanatik dengan dirinya dan kelompoknya.

Hanya kepada Allah kita bisa mengadu

Artikel www.ustadzaris.com

Older Post

COMMENTS

WORDPRESS: 21
  • Andrian Wibowo 8 years ago

    Assalamu’alaikum Ustadz.. spt uraian diatas saya merasa di dalam sebagian dakwah Salafiyyah sdh ada sifat fanatisme jg. Padahal saya baru memulai belajar Islam sesuai manhaj Salaf melalui bimbingan ustadz2 Salaf, namun ada yg bersifat kaku thd hizbiyyah dan kdg mengeluarkan statement yg menyebut seseorang. Bagaimana saya harus bersikap dalam memilih dakwah yg betul2 sesuai ajaran Salaf yg bisa bersikap obyektif dan ilmiah dan tdk tersisipi fanatisme? Jazaakallohu khoiron.. Wassalamu’alaikum Warahmatulloh

  • ustadzaris 8 years ago

    #andrian
    Teruslah belajar dan mencari.
    Camkan dakwah salafiyyah itu menolak fanatisme kelompok (baca: hizbiyyah) baik hizbiyyah itu berupa fanatik kelompok yang terstruktur ataupun kelompok yang tidak terstruktur. semua bentuk hizbiyyah adalah pemecah belah umat.

  • IM itu apa ustadz??

  • Assalamu’alaikum, afwan yaa ustadz… ana ingin bertanya tentang tulisan di atas tadi… di kutip dari buku yang mana ya?
    Semoga bisa menjadi sumber referensi kebenaran…

  • ustadzaris 8 years ago

    #yadi
    Tolong baca tulisan di atas dengan baik

  • ustadzaris 8 years ago

    #kharis
    Ikhwan Muslimin, nama organisasi internasional yang didirikan di Mesir

  • Teddy Septiansa 8 years ago

    Apakah saya harus keluar dari Jamaah IM ? mohon nasihatnya ustadz

  • zulfikar 8 years ago

    @Teddy: Pertanyaannya harus diluruskan,mana yang dimaksud, “Apakah saya harus keluar dari Jamaah IM?” ataukah “Apakah saya harus keluar dari Jamaah PKS?” Tidak semua PKS adalah IM, tetapi semua IM (saat ini) adalah PKS. Ana nasihatkan kepada engkau agar tetap bermuamalah dan berta’awun dengan IM/PKS dalam hal yang ma’ruf, tetapi tidak boleh memberikan bai’at kepada mereka. Oleh karena itu, hendaknya engkau keluar dari hizb tersebut.

  • Afwan ustadz, tulisan antum ini sudah saya konfirmasi kepada salah seorang ustadz PKS …. Beliau menjawab:
    Aris Munandar telah keliru, jika Aris mau membaca semua pemikiran Syaikh Al Banna tidak akan dia menilai seperti itu. Syaikh Al Banna pernah mengatakan dalam Ar Rasailnya, kalau saja ada kaum muslimin lainnya yang memiliki tujuan yang mulia maka IM siap mendukung dan menjadi jundinya, walau bukan atas nama Ikhwan.
    Bahkan dalam kehidupan sehari-harinya, Al Banna menolak sikap anggota Ikhwan yang lebih menonjolkan keikhwanannya dibanding keislamannya. Ada pun yang Aris kutip adalah benar adanya, tapi tidak seperti yang dia pahami. yang dimaksud oleh Syaikh Al Banna dengan kata-kata: “Dakwah kalian” atau Dakwah kita” .. bukan berarti dakwah IM tetapi dakwah Islam itu sendiri.
     

  • Lanjutannya:
    Justru fanatisme itu paling menonjol ada pada saudara kita di salafi, dan ini sudah ma’ruf dan masyhur. Sangat berat dan sulit bagi salafi mau menerima pemikiran Al Banna, Quthb, Al Qaradhawi, Jasim Al Muhalhil, dan lainnya. Tetapi aktifis IM begitu lega dan lapang menerima fatwa dan pemikiran para masyaikh salafi, mulai dari Ibnu Baaz, Utsaimin, Al Albani, dan lainnya. Maka, tidak heran jika dalam halaqah dan tulisan-tulisan Ustadz-Ustadz PKS juga sangat sering menggunakan kitab para masyaikh salafiyin. Apalagi, latar belakang pendidikan asatidzah salafi dengan PKS sebenarnya tidak jauh beda, sama-sama alumni Madinah, Mekkah, Riyadh, dan LIPIA.
    Bahkan bukan rahasia lagi, radio ROJA telah menjadi refernsi juga bagi aktifis PKS, kjhususnya anak-anak mudanya. Ini saya ketahui ketika saya diundang di beberapa tempat di Depok, Cilengsi, Bekasi, dll. Bahkan beberapa ustadz dan murabbi juga menganjurkan mengambil manfaat dari radio Roja.
    Jadi, siapa yang fanatik dengan kelompok ? … sebenarnya jawabannya sudah jelas.
    Hendaknya Aris Munandar tidak memperkeruh suasana, dibeberapa tempat sudah terjadi hubungan yang baik antara Salafi dan PKS. Saya melihat langsung ikhwah PKS dan Salafi duduk satu majelis ilmu, dan mereka bergaul secara renyah dan enak dipandang, perbedaan diantara mereka tidak membuat mereka cakar-cakaran. Ini fenomena yang bagus, dan jangan dicemari lagi dengan luka lama.
    Semoga Allah Ta’ala menjauhkan kita dari fanatis dan menyatukan hati-hati kaum muslimin.”
    Itu jawaban ustadz tersebut .., mungkin Ustadz Aris mau ngasih komentar?
     
     

  • ustadzaris 8 years ago

    #asep
    yang dimaksud oleh Syaikh Al Banna dengan kata-kata: “Dakwah kalian” atau Dakwah kita” .. bukan berarti dakwah IM tetapi dakwah Islam itu sendiri.
    Saya katakan: ini adalah penafsiran yang terlalu dipaksakan. coba renungkan kalimat Syaikh Hasan al Bana “kalian semua di sini”, bisakah kalian dalam kalimat ini dimaknai dengan kaum muslimin? lalu bagaimana dengan “di sini”?
    Apa sih sulitnya mengatakan, “Memang, Syaikh Hasan al Bana memiliki kesalahan dalam hal ini yaitu terlalu fanatik terhadap IM yang dia dirikan. Moga Allah mengampuninya”??
    Baca di sini:
    http://muslim.or.id/manhaj/risalah-untuk-mengokohkan-ukhuwah-dan-ishlah-1.html/comment-page-2
    http://muslim.or.id/manhaj/risalah-untuk-mengokohkan-ukhuwah-dan-ishlah-3.html
    Setelah membaca tulisan di atas, lantas siapakah yang “memperkeruh suasana”??

  • afwan ustadz, boleh ‘kan saya tidak sepakat dengan antum?
    sebenarnya jika kita membaca tulisan Syaikh Al Banna dalam risalahnya yang lain memang tidaklah dia mengajarkan fanatis kepada IM, justru dia mengecam hal itu … dan tidak sepantasnya kita menilai pemikiran seseorang hanya melalui satu paragraf tulisan atau beberapa kalimat di satu buku, tanpa melihat dalam pemikirannya dalam bukunya yang lain, yg bisa jadi merupakan penyempurna, atau memperbaikinya. Dengan demikian kita bisa menilai secara utuh pemikiran org tersebut, tdk menilai melalui serpihan puzzle pemikirannya.
    Saya tidak mau, kalau antum seperti ganknya situs salafitobat yang telah mencatut perkataan al imam al albani, al imam ibnu baaz, secara sepotong-sepotong tapi meninggalkan yg lain. atau ikhwah salafiyin mutasyadidin yg telah memotong perkataan atau muhadharah sebagian asatidzah salafi lainnya, lalu mereka menafsirkannya sesuai selera mereka di situs-situs mereka. saya yakin antum bukan tipe seperti itu.
    jadi, tidak sulit juga seharusnya bagi antum untuk mengatakan: “bisa jadi saya memang belum membaca tulisan Syaikh Al Banna dalam kitab dia yang lainnya, sehingga apa yg saya pahami dari perkataaannya bisa jadi juga tidak demikian.” Itu lebih baik dan terhormat dibanding memaksakan penafsiran kita adalah benar tentang beliau, padahal kita belum merasakan hidup dan interaksi langsung bersamanya. Sehingga hak sesama muslim tetap terjaga, walaupun pada banyak hal kita banyak perbedaannya dengannya.
    saya cukup berbahagia dengan sikap saya saat ini … dahulu saya sangat anti dan benci dgn IM, saya mengenal manhaj salaf sejak tahun 90an awal,  namun seiring dengan kematangan usia dan kajian, dan komunikasi yg tulus dengan ikhwah PKS, saya dapatkan banyak persamaan dengan mereka. Ini saya lihat langsung ketika saya diberikan buku silabus tarbiyah mereka, materi-materi dan kitabnya pun sama dengan yg digunakan ikhwah salafi .. walau perbedaan juga masih banyak yaitu pada bagian menyikapi isu-isu keumatan.
    Di tempat saya, beberapa ikhwah salafi (baik dari as sofwa atau pun radio roja) pun juga sering ikut kajian kitabnya asatidzah PKS, bahkan kadang menjadi moderatornya.
    Semoga ini awal yg baik untuk ishlah dan perbaikan ukhuwah.
    jazakallah tadz
     
     
     

  • ustadzaris 8 years ago

    #asep
    Tolong bawakan teks berbahasa arab perkataan “Syaikh Al Banna dalam risalahnya yang lain memang tidaklah dia mengajarkan fanatis kepada IM, justru dia mengecam hal itu”.

  • wah perkataan tersebut tentu berasal dari saya, bukan dari Hasan Al Banna. Teks dari beliau tidak begitu ..  saya punya versi CHM:
     
    “Ikhwan tak bermaksud merebut kekuasaan, bila di antara ummat terdapat orang yang siap memikul beban dan melakukan amanah ini, serta menerapkan sistem yang Islami dan Qur’ani. Maka Ikhwan siap menjadi prajurit, pendukung dan penolongnya.”
    (Buku Ikhwanul Muslimin; Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan Oleh Syaikh Jasim Muhalhil)


  • ustadzaris 8 years ago

    #asep
    Lho katanya anda mengetahui perkataan Ustadz al Bana yang mengecam fanatisme terhadap IM!
    Apa ungkapan di atas berisi kecaman terhadap sikap fanatisme terhadap IM?

  • arief 8 years ago

    @pak asep
    Wah, kalo mau lihat persamaannya tntu bukan cuma pks, salafiyun jg bnyak persamaan dg NU, muhamadiyah, persis, pkb, pbb dll. Akan tetapi salafuna yg salih mngajrkan kpd kita utk menjauhi hzbiyah, tdk menjadikn wala’ dan baro’ kpd hizbi, tdk fanatik kpd hizbi dst. Bukankah smangat hizbiyah ini bgitu jelas nampak di depan mata? Warisan siapa ini? Allohu a’lam

  • @pak asep
    Hati2 pak asep dengan syubhat IM, dari yg anda ungkapkan bisa jadi anda sudah terkena syubhat tersebut tanpa sadar.
    Banyak2lah konsultasi dengan ustadz2 yang tentu punya ilmu yang cukup dan merujuk kepada para uolama yang terpercaya, dan jangan mencukupkan diri dengan perasaan dan pencarian anda sendiri.
     

  • Ummu Asiyah 8 years ago

    Justru fanatisme itu paling menonjol ada pada saudara kita di salafi, dan ini sudah ma’ruf dan masyhur. Sangat berat dan sulit bagi salafi mau menerima pemikiran Al Banna, Quthb, Al Qaradhawi, Jasim Al Muhalhil, dan lainnya. Tetapi aktifis IM begitu lega dan lapang menerima fatwa dan pemikiran para masyaikh salafi, mulai dari Ibnu Baaz, Utsaimin, Al Albani, dan lainnya.

     
     
    قول حق يجب قبوله أيا كان مصداره ولو كان كافرا
    “Perkataan yang benar itu wajib untuk diikuti, dari mana pun dia berasal, walau dari seorang kafir sekali pun.”
    Karena perkataan Al Banna, Quthb, Al Qaradhawi, Jasim Al Muhalhil, dan lainnya dalam sangat banyak hal bertentangan dengan dalil-dalil sahih, maka hampir seluruh pendapat beliau-beliau tidak layak diikuti.
    Adapun perkataan Syekh Ibnu Baaz, Utsaimin, Al Albani, dan lainnya, selama bersesuaian dengan dalil maka sangat layak diikuti. Dan dunia Islam telah mengenal beliau-beliau ini sebagai orang-orang yang terus berusaha berpegang teguh dengan sunnah.
     
     

  • Justru fanatisme itu paling menonjol ada pada saudara kita di salafi, dan ini sudah ma’ruf dan masyhur. Sangat berat dan sulit bagi salafi mau menerima pemikiran Al Banna, Quthb, Al Qaradhawi, Jasim Al Muhalhil, dan lainnya. Tetapi aktifis IM begitu lega dan lapang menerima fatwa dan pemikiran para masyaikh salafi, mulai dari Ibnu Baaz, Utsaimin, Al Albani, dan lainnya.

    Maaf agama bukan main-main mas. Kalau main-mainan bolehlah, jika anda ikut saya imbalannya saya ikut anda.
    Mungkin anda yang belum paham dengan benar apa itu salafi dan apa itu manhaj salaf. Ulama salafi bukan hanya Ibnu Baaz, Al Utsaimin, Al Albani. Bahkan Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Al Bukhari, Imam Muslim, Ibnul Qayyim,dll mereka juga ulama Salafi. Ingat, salafi itu bukan sekte atau organisasi lho mas.
    http://buletin.muslim.or.id/manhaj/salah-paham-tentang-salafi
    Semua nama di atas (termasuk Ibnu Baaz, Al Utsaimin, Al Albani), tidak ada yang boleh difanatisi, kalau pendapat mereka sesuai dalil kita terima, kalau tidak sesuai kita tolak. Mungkin kalau anda sedikit saja menuntut ilmu agak lebih serius akan anda temukan bahwa beberapa pendapat mereka ada yang tidak sesuai dalil dan tidak sepatutnya diterima.
     
     

  • fahrul 8 years ago

    Assalamu`alaikum
    Wah ternyata logika para aktivis hizbiyah itu bisa diputarbalikkan loh. Nyatanya ada tuh antar percakapan antara Ustadz Aris dengan salah seorang komentator.

  • Abdulloh 7 years ago

    ane udah lulus liqoan di tarbiyah, alhamdulillah sudah sampai baiat..sudah lihat ke dalam..alias sudah KI (kader Inti, Usrah)

    alhamdulillah ane sudah tidak liqo usrah lagi, nggak bahas rekruitmen kader lagi…target sekian juta kader baru tahun 2014..udah lupa..

    dulu ane cukup fanatik dan didoktrin untuk demikian…ini perasaan ane (antum boleh nggak setuju)

    ayo tarbiyah tanpa jamaah tarbiyah yang lebih nyunnah..