<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Dapat Hidayah Lewat Majalah</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah</link>
	<description>Blog Ustadz Aris Munandar</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 10:34:43 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: tommi</title>
		<link>http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah/comment-page-1#comment-3254</link>
		<dc:creator>tommi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 06:34:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=445#comment-3254</guid>
		<description>@mas ethe,Antum mengatakan :&quot;- jika taraf menguasai hapalan berikut sanad dan rawinya sudah mencapai minimum 10 ribu hadits, maka ia disebut Al-Muhaddits
- jika taraf menguasai hapalan berikut sanad dan rawinya sudah mencapai
minimum 100 ribu hadits, maka ia disebut Al-Hafizh (contoh: Al-Hafizh
Ibn Hajar dll)
Dan selama ini memang belum pernah ada sebutan Al-Hafizh itu pada beliau (Al-Albani)&quot;Maaf ya akhi, selama ana membaca buku2 yg membahas mengenai mustholah hadits termasuk ushul hadits dan jg bertanya pd yg paham mengenai hadits, tolok ukur mengenai jumlah hapalan matan dan sanad mencapai 10rb hadits disebut muhaddits atau 100rb hadits disebut hafidz itu bukan ijma&#039; diantara para ulama baik itu ulama mutaqoddimin maupun muta&#039;akhirin. Maaf2 saja nih, itu hanyalah standar yg dibuat2 oleh org2 yg iri, hasad dan dengki pada syaikh Albani, membuat2 fitnah agar org2 menghindari mendengar kajian dan membaca buku2 beliau. Benar kata ustadz Aris, lihatlah ilmunya, jgn lihat orgnya. Kadang ada org yg sesumbar klo dia hapal sanad dan matan sampe 300rb hadits tp percuma saja klo dia tidak bisa membedakan mana hadits shohih, dho&#039;if maupun madhu&#039; sehingga banyak kaum muslimin yg masih awwam tertipu. Wallahul musta&#039;an</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@mas ethe,Antum mengatakan :&#8221;- jika taraf menguasai hapalan berikut sanad dan rawinya sudah mencapai minimum 10 ribu hadits, maka ia disebut Al-Muhaddits<br />
- jika taraf menguasai hapalan berikut sanad dan rawinya sudah mencapai<br />
minimum 100 ribu hadits, maka ia disebut Al-Hafizh (contoh: Al-Hafizh<br />
Ibn Hajar dll)<br />
Dan selama ini memang belum pernah ada sebutan Al-Hafizh itu pada beliau (Al-Albani)&#8221;Maaf ya akhi, selama ana membaca buku2 yg membahas mengenai mustholah hadits termasuk ushul hadits dan jg bertanya pd yg paham mengenai hadits, tolok ukur mengenai jumlah hapalan matan dan sanad mencapai 10rb hadits disebut muhaddits atau 100rb hadits disebut hafidz itu bukan ijma&#8217; diantara para ulama baik itu ulama mutaqoddimin maupun muta&#8217;akhirin. Maaf2 saja nih, itu hanyalah standar yg dibuat2 oleh org2 yg iri, hasad dan dengki pada syaikh Albani, membuat2 fitnah agar org2 menghindari mendengar kajian dan membaca buku2 beliau. Benar kata ustadz Aris, lihatlah ilmunya, jgn lihat orgnya. Kadang ada org yg sesumbar klo dia hapal sanad dan matan sampe 300rb hadits tp percuma saja klo dia tidak bisa membedakan mana hadits shohih, dho&#8217;if maupun madhu&#8217; sehingga banyak kaum muslimin yg masih awwam tertipu. Wallahul musta&#8217;an</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bukan habib tapi cinta ahlul bait</title>
		<link>http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah/comment-page-1#comment-3250</link>
		<dc:creator>bukan habib tapi cinta ahlul bait</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 01:12:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=445#comment-3250</guid>
		<description>@ethe: &quot;salah satu penilaian hadits adalah pada permasalahan isnad. seorang rawi  yang tidak memiliki ketersambungan isnad adalah tertolak, demikian pula  seseorang yang disebut muhaddits apalagi melakukan tashiih, jika dia  tidak memiliki ketersambungan sanad, maka itu matruuk marduud. harus  ditinggalkan, harus ditolak. &quot;
MIRIP KHAYALAN ORANG-ORANG SYIAH!!! PADAHAL BERAPA BANYAK MUHADDITS YANG SANADNYA TIDAK BERSAMBUNG KE ROSULULLOH SHOLALLOOHU&#039;ALAII WA SALLAM. juga...pernyataan ini mementahkan banyak kaedah dalam ilmu hadits... jadi...kebohongan ini meskipun halus...tapi kurang cerdik...hanya saja kasiha buat yang masih awwam... semoga Alloh Al Lathif Al Khobiir membongkar kedustaan para penentang agamaNya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ethe: &#8220;salah satu penilaian hadits adalah pada permasalahan isnad. seorang rawi  yang tidak memiliki ketersambungan isnad adalah tertolak, demikian pula  seseorang yang disebut muhaddits apalagi melakukan tashiih, jika dia  tidak memiliki ketersambungan sanad, maka itu matruuk marduud. harus  ditinggalkan, harus ditolak. &#8221;<br />
MIRIP KHAYALAN ORANG-ORANG SYIAH!!! PADAHAL BERAPA BANYAK MUHADDITS YANG SANADNYA TIDAK BERSAMBUNG KE ROSULULLOH SHOLALLOOHU&#8217;ALAII WA SALLAM. juga&#8230;pernyataan ini mementahkan banyak kaedah dalam ilmu hadits&#8230; jadi&#8230;kebohongan ini meskipun halus&#8230;tapi kurang cerdik&#8230;hanya saja kasiha buat yang masih awwam&#8230; semoga Alloh Al Lathif Al Khobiir membongkar kedustaan para penentang agamaNya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah/comment-page-1#comment-1825</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 07:56:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=445#comment-1825</guid>
		<description>Untuk Abang
Orang yang menuduh wajib membawakan bukti.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Abang<br />
Orang yang menuduh wajib membawakan bukti.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abang</title>
		<link>http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah/comment-page-1#comment-1816</link>
		<dc:creator>abang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 03:40:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=445#comment-1816</guid>
		<description>syaikh Albani dulunya seorang Ikhwani (IM), benarkah ustadz ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>syaikh Albani dulunya seorang Ikhwani (IM), benarkah ustadz ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah/comment-page-1#comment-623</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 02:44:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=445#comment-623</guid>
		<description>Untuk Ethe
1. Tolak ukur ilmu seseorang adalah ilmunya, bukan siapa dan berapa gurunya.
2. Apa dasar muhaddits harus punya sanad sampai Nabi? Berapa minimal sanad hadits yang diperlukan? Harus sama&#039; ataukah cukup ijazah?
3. Tolak ukur muhadits, hafizh dll dengan standar jumlah hafalan tertentu bukanlah suatu yang ijma&#039; di antara para ulama hadits.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Ethe<br />
1. Tolak ukur ilmu seseorang adalah ilmunya, bukan siapa dan berapa gurunya.<br />
2. Apa dasar muhaddits harus punya sanad sampai Nabi? Berapa minimal sanad hadits yang diperlukan? Harus sama&#8217; ataukah cukup ijazah?<br />
3. Tolak ukur muhadits, hafizh dll dengan standar jumlah hafalan tertentu bukanlah suatu yang ijma&#8217; di antara para ulama hadits.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
