<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tegar Di Atas Sunnah &#187; Konsultasi</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/category/konsultasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 00:00:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Jamaah Sesama Wanita di Rumah Berpahala?</title>
		<link>http://ustadzaris.com/sholat-jamaah-di-rumah</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/sholat-jamaah-di-rumah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 00:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3649</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:
Apakah para muslimah yang ada di rumah dianjurkan untuk mengerjakan shalat fardhu secara berjamaah untuk mendapatkan pahala shalat berjamaah?
Jawaban Syaikh Dr Abdul Karim al Khudhair:

Shalat berjamaah tidaklah dibebankan kepada wanita sehingga tidak ada pahala untuk shalat jamaah sesama wanita sebagaimana pahala shalat berjamaah laki-laki.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fsholat-jamaah-di-rumah&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">الثاني: هل يستحب للأخوات في المنزل الصلاة جماعة للحصول على أجرها؟</p>
<p>Pertanyaan:<br />
Apakah para muslimah yang ada di rumah dianjurkan untuk mengerjakan shalat fardhu secara berjamaah untuk mendapatkan pahala shalat berjamaah?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">الجماعة لا تلزم النساء، ولا يترتب عليها الأجر المرتب على صلاة الجماعة بالنسبة للرجال،</p>
<p>Jawaban Syaikh Dr Abdul Karim al Khudhair:</p>
<p>Shalat berjamaah tidaklah dibebankan kepada wanita sehingga tidak ada pahala untuk shalat jamaah sesama wanita sebagaimana pahala shalat berjamaah laki-laki.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">لكن إذا كانت المرأة بحيث إذا صلت وحدها كثرت عندها الهواجيس، ولا ضبطت صلاتها، وكثر السهو في صلاتها، وغفلت، وإذا صلت مع غيرها أو صلت بغيرها انضبطت، فتكون مشروعية الجماعة من هذه الحيثية وإلا فالأصل أن الجماعة للرجال.</p>
<p>Akan tetapi jika seorang wanita itu apabila shalat sendirian pikirannya ke mana mana sehingga dia tidak bisa mengendalikan dan mengontrol shalat yang dia kerjakan, banyak yang terlupa dan terlalaikan namun jika shalat berjamaah dengan sesama wanita shalat terkontrol dengan baik maka dituntunkan shalat wajib berjamaah di antara sesama wanita dari sisi ini saja karena pada dasarnya shalat wajib berjamaah hanya dibebankan kepada laki-laki.</p>
<p dir="LTR"><strong>Sumber</strong>:</p>
<p dir="LTR">http://www.khudheir.com/audio/5633</p>
<p dir="LTR">
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fsholat-jamaah-di-rumah&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/sholat-jamaah-di-rumah"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3649&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Sudah membaca yang ini?</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/doa-qunut-ketika-shubuh" title="Do&#8217;a Qunut Ketika Shubuh">Do&#8217;a Qunut Ketika Shubuh</a> (105)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/10-akhlak-pebisnis-muslim" title="10 Akhlak Pebisnis Muslim">10 Akhlak Pebisnis Muslim</a> (15)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-mencium-mata-istri" title="Hukum Mencium Mata Istri">Hukum Mencium Mata Istri</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/sifat-para-malaikat-yang-mengagumkan" title="Sifat Para Malaikat yang Mengagumkan">Sifat Para Malaikat yang Mengagumkan</a> (15)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bukankah-kita-bisa-bersaudara-meski-kita-beda-pendapat" title="Bukankah Kita Bisa Bersaudara, Meski Kita Beda Pendapat">Bukankah Kita Bisa Bersaudara, Meski Kita Beda Pendapat</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-makan-dengan-sendok" title="Hukum Makan dengan Sendok">Hukum Makan dengan Sendok</a> (24)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua" title="Mendahulukan Hak Suami dari Orang Tua">Mendahulukan Hak Suami dari Orang Tua</a> (15)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-pajak-dan-bea-cukai-fatwa-al-lajnah-ad-daimah" title="Hukum Pajak dan Bea Cukai (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah)">Hukum Pajak dan Bea Cukai (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah)</a> (27)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-tato" title="Hukum Tato">Hukum Tato</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bukan-salafi-karena-beda-guru-ngaji" title="Bukan Salafi Karena Beda Guru Ngaji?!!">Bukan Salafi Karena Beda Guru Ngaji?!!</a> (26)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/sholat-jamaah-di-rumah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Nazhor Diulangi?</title>
		<link>http://ustadzaris.com/nazhor-diulangi</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/nazhor-diulangi#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 00:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[khitbah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3645</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:

Adakah bilangan tertentu yang memungkinkan bagi seorang pelamar untuk melihat wajah gadis yang dia lamar?
Jawaban Syaikh Dr Abdul Karim al Khudair:


Pada dasarnya hanya boleh sekali namun anda saat itu si gadis malu sehingga laki-laki yang hendak melamarnya tidak memungkinkan untuk bisa melihat kecuali sekali atau si gadis tidak bisa memandang laki-laki yang hendak melamarnya karena begitu malunya ketika itu lalu si laki-laki meminta agar bisa 'nazhor' ulang yang dengannya terwujudlah rasa cinta dan dalam acara nazhor tersebut tidak ada sisi buruk [semisal khalwah dll, pent]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fnazhor-diulangi&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">يقول: هل هناك عدد معين من المرات يمكن للخاطب فيه أن يرى وجه الفتاة التي ذهب لخطبتها؟</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>:</p>
<p>Adakah bilangan tertentu yang memungkinkan bagi seorang pelamar untuk melihat wajah gadis yang dia lamar?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">الأصل مرة واحدة، لكن لو قدر أنه في هذه المرة استحيا من ولي أمرها، وما تمكن من النظر إليها، أو هي ما تمكنت من النظر إليه حياءً، وطلب إعادة ما يتم به ما يحصل المودة من النظر الذي تترتب عليه آثاره، ولا تترتب عليه مفاسد، فلا مانع حينئذٍ إذا ادعى أنه لم يستطع رؤيتها حياءً أو العكس هي لم تستطع، فالنظر من أجل الطرفين.</p>
<p>Jawaban <strong>Syaikh Dr Abdul Karim al Khudair</strong>:<br />
Pada dasarnya hanya boleh sekali namun anda saat itu si gadis malu sehingga laki-laki yang hendak melamarnya tidak memungkinkan untuk bisa melihat kecuali sekali atau si gadis tidak bisa memandang laki-laki yang hendak melamarnya karena begitu malunya ketika itu lalu si laki-laki meminta agar bisa &#8216;nazhor&#8217; ulang yang dengannya terwujudlah rasa cinta dan dalam acara nazhor tersebut tidak ada sisi buruk [semisal khalwah dll, pent] maka tidak mengapa melakukan nazhor ulang, baik dengan alasan si laki-laki tidak bisa melihat wanita yang hendak dia lamar atau pun sebaliknya.</p>
<p>&#8216;Nazhor&#8217; adalah hak kedua belah pihak.</p>
<p><strong>Sumber</strong>:</p>
<p>http://www.khudheir.com/audio/5563</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fnazhor-diulangi&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/nazhor-diulangi"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3645&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/poligami-haram" title="Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami">Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/tidak-jadi-dinikahi-hadiah-harus-kembali" title="Tidak Jadi Dinikahi Hadiah Harus Kembali">Tidak Jadi Dinikahi Hadiah Harus Kembali</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/talak-via-sms" title="Talak Via SMS">Talak Via SMS</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-ulang-tahun-pernikahan" title="Hukum Ulang Tahun Pernikahan">Hukum Ulang Tahun Pernikahan</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/nikah-dengan-kerabat-dekat" title="Nikah dengan Kerabat Dekat">Nikah dengan Kerabat Dekat</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pengajian-saat-pesta-nikah" title="Pengajian Saat Pesta Nikah">Pengajian Saat Pesta Nikah</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bahaya-jika-anda-masih-membujang" title="Bahaya Membujang">Bahaya Membujang</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ingin-menikah-namun-beda-usia" title="Ingin Menikah, Namun Beda Usia">Ingin Menikah, Namun Beda Usia</a> (24)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/terlalu-cantik" title="Terlalu Cantik">Terlalu Cantik</a> (25)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/menikahi-gadis-culun-yang-tak-kenal-pacaran" title="Jadilah Lelaki Pertama di Hatinya">Jadilah Lelaki Pertama di Hatinya</a> (30)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/nazhor-diulangi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Behel Gigi</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-behel-gigi</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-behel-gigi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 00:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[behel gigi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3634</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:

Saya mengalami kecelakaan yang menyebabkan gigi depanku bermasalah. Aku sudah berusaha untuk mengembalikan susunan gigi sebagaimana semula namun tidak berhasil. Andai dengan sengaja kutata gigiku agar lurus teratur padahal kondisi awal sebelum kecelakaan pun tidak semisal itu, apakah hal ini hukumnya haram dan termasuk mengubah ciptaan Allah?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-behel-gigi&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">يقول: أنا حدث لي حادث، وتكسرت أسناني الأمامية، وقمت بتركيب أسنان، ولكن ليس كما كانت، فلو قمت متعمداً بجعل الأسنان على صف واحد، وهي لم تكن بالأول كذلك، فهل هذا أيضاً حرام، ويدخل في باب تغيير خلق الله؟</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>:</p>
<p>Saya mengalami kecelakaan yang menyebabkan gigi depanku bermasalah. Aku sudah berusaha untuk mengembalikan susunan gigi sebagaimana semula namun tidak berhasil. Andai dengan sengaja kutata gigiku agar lurus teratur padahal kondisi awal sebelum kecelakaan pun tidak semisal itu, apakah hal ini hukumnya haram dan termasuk mengubah ciptaan Allah?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">أقول: الرجل ليس بحاجة إلى مثل هذا التصرف،</p>
<p>Jawaban Syaikh Dr Abdul Karim al Khudhair:</p>
<p>Laki-laki tidak perlu melakukan hal semacam itu.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">أما إذا كان السائل امرأة، وزوجها يقذرها بذلك، وهي تريد أن تتزين به، بالصف، بالترتيب لا بالتفليج، لا بالزيادة والنقص هذا يُرجى إذا كان مجرد تقويم لا بتفليج ولا بغيره، تعديل سن مائل يعدل لا بأس، وما عدا ذلك فالأصل أن يبقى كل شيء على حاله.</p>
<p>Namun jika penanya adalah perempuan dan suaminya merasa jijik dengan kondisi giginya dan si isteri bermaksud untuk berdandan untuk suaminya dengan menata gigi, tidak dengan merenggangkan, menambah atau mengurangi gigi maka diharapkan hukumnya adalah tidak mengapa, ingat hanya sekedar meluruskan gigi yang tidak lurus tidak dengan merenggangkan gigi atau yang lainnya.</p>
<p>Jika metode yang digunakan itu bukan hanya meluruskan gigi maka pada dasarnya segala sesuatu dibiarkan sebagaimana apa adanya</p>
<p dir="LTR"><strong>Sumber</strong>:</p>
<p dir="LTR">http://www.khudheir.com/audio/5625</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-behel-gigi&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/hukum-behel-gigi"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3634&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Sudah membaca yang ini?</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-nama-thoha" title="Hukum Nama Thoha">Hukum Nama Thoha</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/biji-tasbih-bukan-bidah-2" title="Biji Tasbih Bukan Bid&#8217;ah (2)">Biji Tasbih Bukan Bid&#8217;ah (2)</a> (9)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/angan-angan-syaikh-ibnu-utsaimin" title="Urgensi Berangan-Angan">Urgensi Berangan-Angan</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/tidak-memakai-peci-saat-shalat" title="Tidak Memakai Peci Saat Shalat">Tidak Memakai Peci Saat Shalat</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/wudhu-ketika-memandikan-jenazah-dan-adzan-ketika-memasukkan-mayat-ke-liang-lahat" title="Masalah Jenazah &#8211; Wudhu dan Adzan">Masalah Jenazah &#8211; Wudhu dan Adzan</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/halalnya-daging-buaya" title="Halalnya Daging Buaya">Halalnya Daging Buaya</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-menasabkan-diri-pada-suami-contoh-ainun-habibie" title="Ainun Habibie-Menasabkan Istri Kepada Suami-">Ainun Habibie-Menasabkan Istri Kepada Suami-</a> (10)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jangan-lihat-tampangnya" title="Jangan Lihat Tampangnya">Jangan Lihat Tampangnya</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/boikot-toko-jualan-rokok" title="Boikot Toko Jualan Rokok">Boikot Toko Jualan Rokok</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/dosa-bidah-dibanding-maksiat" title="Dosa Bid&#8217;ah Dibanding Maksiat">Dosa Bid&#8217;ah Dibanding Maksiat</a> (29)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-behel-gigi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Nama Thoha</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-nama-thoha</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-nama-thoha#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 00:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[alquran]]></category>
		<category><![CDATA[nama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3621</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:

Apa hukum bernama dengan nama surat dalam al Qur'an atau dengan kata-kata yang ada dalam al Qur'an semisal Thoha dan Dhuha?
Jawaban Syaikh Dr Abdul Karim al Khudhair:

Jika nama tersebut bukanlah tergolong nama yang mengandung pujian berlebih-lebihan terhadap diri sendiri, maknanya bagus dan bukan nama atau gelaran khusus bagi Allah hukumnya boleh bernama dengan nama tersebut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-nama-thoha&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL"> هذا يقول: ما حكم التسمية بأسماء آيات القرآن أو السور أو بعض الكلمات الواردة في القرآن مثل طه وضحى؟</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>:</p>
<p>Apa hukum bernama dengan nama surat dalam al Qur&#8217;an atau dengan kata-kata yang ada dalam al Qur&#8217;an semisal Thoha dan Dhuha?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">التسمية إذا خلا الاسم من التزكية، إذا خلا من تزكية النفس، وصار معناه صحيحاً، وليس من خواص الرب -جل وعلا- جاز التسمية به، إلا إذا كان سمي به أحد الكفار مثلاً، أو الظلمة وأراد بهذه التسمية الإعجاب بالمسمى به، كما يسمي فرعون مثلاً، هذا يمنع لأنه نابع عن إعجاب بهذا الشخص الظالم الباغي المعتدي الكافر، وأما التسمية بطه فلا بأس بها، التسمية بضحى لا بأس أيضاً.</p>
<p>Jawaban <strong>Syaikh Dr Abdul Karim al Khudhair</strong>:</p>
<p dir="LTR">Jika nama tersebut bukanlah tergolong nama yang mengandung pujian berlebih-lebihan terhadap diri sendiri, maknanya bagus dan bukan nama atau gelaran khusus bagi Allah hukumnya boleh bernama dengan nama tersebut.</p>
<p dir="LTR">Kecuali jika nama tersebut merupakan nama tokoh kekafiran atau tokoh dalam kezaliman dan maksud dari penamaan tersebut adalah rasa kagum dengan sang tokoh semisal nama Fir&#8217;aun karena penamaan ini sumbernya adalah rasa kagum terhadap tokoh kafir yang zalim tersebut.</p>
<p dir="LTR">Sehingga boleh bernama dengan Thoha atau pun Dhuha</p>
<p dir="LTR"><strong>Sumber:</strong></p>
<p dir="LTR">http://www.khudheir.com/audio/5622</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-nama-thoha&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/hukum-nama-thoha"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3621&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Sudah membaca yang ini?</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/apakah-panitia-zakat-sama-dengan-amil" title="Apakah Panitia Zakat Sama Dengan Amil?">Apakah Panitia Zakat Sama Dengan Amil?</a> (14)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-wisma-muslimah" title="Hukum Wisma Muslimah">Hukum Wisma Muslimah</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pandangan-ibnu-taimiyah-mengenai-biji-tasbih" title="Biji Tasbih Bukan Bid&#8217;ah (1)">Biji Tasbih Bukan Bid&#8217;ah (1)</a> (19)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/timbanglah-sisi-baik-dan-buruk-orang-tersebut" title="Kaedah Perempuan">Kaedah Perempuan</a> (12)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/duduk-ngaji-atau-tahiyat-masjid" title="Duduk &#8216;Ngaji&#8217; atau Tahiyat Masjid?">Duduk &#8216;Ngaji&#8217; atau Tahiyat Masjid?</a> (1)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bahaya-ikhtilat-campur-baur-pria-wanita" title="Bahaya Ikhtilat, Campur Baur Pria &#8211; Wanita">Bahaya Ikhtilat, Campur Baur Pria &#8211; Wanita</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bismillah-di-awal-kajian" title="Bismillah di Awal Kajian">Bismillah di Awal Kajian</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/lensa-kontak-warna-warni-untuk-wanita" title="Lensa Kontak Warna-Warni untuk Wanita">Lensa Kontak Warna-Warni untuk Wanita</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/lihatlah-keteladanan-syaikh-ibnu-baz" title="Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!">Lihatlah Keteladanan Syaikh Ibnu Baz!</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/fatimah-bukan-az-zahra" title="Fatimah bukan az Zahra">Fatimah bukan az Zahra</a> (12)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-nama-thoha/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayah Meninggal Sebelum Aqiqah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/aqiqah-sudah-meninggal-dunia</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/aqiqah-sudah-meninggal-dunia#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 00:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[akikah]]></category>
		<category><![CDATA[aqiqah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3619</guid>
		<description><![CDATA[Ayah telah meninggal dunia sebelum mengakikahi dirinya sendiri. Apakah memungkinkan bagi keluarganya untuk mengakikahinya ataukah tidak boleh mengingat beliau sudah meninggal?
Jawaban Syaikh Dr Abdul Karim al Khudair:

Orang dewasa yang belum diakikahi berlaku padanya hadits 'Setiap anak itu tergadai dengan akikahnya' [artinya, tetap dituntunkan untuk mengadakan akikah, pent].

Akikah untuk anak kecil menjaga tanggung jawab ayahnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Faqiqah-sudah-meninggal-dunia&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">أخت لي تسأل أن والدها توفي ولم يعق عن نفسه، فهل يمكن أهله أن يعقوا عنه أو لا يلزم منهم أن يعقوا عنه لأني أو لأنه توفي؟</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>:</p>
<p>Ayah telah meninggal dunia sebelum mengaqiqahi dirinya sendiri. Apakah memungkinkan bagi keluarganya untuk mengaqiqahinya ataukah tidak boleh mengingat beliau sudah meninggal?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">مثل هذا الكبير جاء في الحديث: ((كل غلام مرتهن بعقيقته)) والعقيقة بالنسبة للصغير على الأب، وهذا باعتباره كبر ومات والأصل في العقيقة أنها سنة فمثل هذا يقال: فات محلها.</p>
<p>Jawaban <strong>Syaikh Dr Abdul Karim al Khudair</strong>:</p>
<p>Orang dewasa yang belum diakikahi berlaku padanya hadits &#8216;Setiap anak itu tergadai dengan akikahnya&#8217; [artinya, tetap dituntunkan untuk mengadakan akikah, pent].</p>
<p>Akikah untuk anak kecil itu menjadi tanggung jawab ayahnya.</p>
<p>Sedangkan yang menjadi pertanyaan adalah orang dewasa yang sudah meninggal dunia dan menimbang bahwa pada dasarnya hukum aqiqah adalah sunnah maka kita kitakan bahwa waktu aqiqah sudah berlalu sehingga keluarga tidak perlu mengadakan acara aqiqah karena pertimbangan di atas.</p>
<p><strong>Sumber</strong>:</p>
<p>http://www.khudheir.com/audio/5622</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Faqiqah-sudah-meninggal-dunia&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/aqiqah-sudah-meninggal-dunia"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3619&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/apakah-daging-aqiqah-perlu-dimasak-dengan-bumbu-manis" title="Apakah Daging Aqiqah Perlu Dimasak dengan Bumbu Manis?">Apakah Daging Aqiqah Perlu Dimasak dengan Bumbu Manis?</a> (12)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/aqiqah-sudah-meninggal-dunia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Makan Kue Ulang Tahun</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-makan-kue-ulang-tahun</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-makan-kue-ulang-tahun#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 00:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[shalawat nariyah]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh abdul karim alkhudair]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3258</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan, “Kaum muslimin di daerah kami merayakan ulang tahun anak-anaknya. Dalam acara tersebut mereka menyuguhkan makanan untuk para tamu. Mereka juga membaca salawat nariyah. Sebenarnya kami tidak menyetujui acara semacam itu namun kami tetap mendatangi undangan acara ulang tahun agar kami tidak mendapatkan masalah di tengah-tengah masyarakat. Mereka membuat kami terpaksa memakan makanan ulang tahun. Mereka beralasan bahwa mereka itu hanya membuat makanan untuk para tamu. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-makan-kue-ulang-tahun&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">المسلمون هنا يحتفلون بمولد الأطفال ويقدمون الطعام للضيوف ويؤدون الصلاة النارية وقد رفضنا ذلك لكن ذهبنا حتى لا يصيبنا الحرج وهم يجعلوننا نأكل قهراً قائلين أنهم فقط يصنعون الطعام للضيوف فهل لنا أن نأكل من هذا الطعام؟ وما الدليل على عدم الأكل منه مع علمنا أن هذا الأمر بدعة ؟.</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>, “Kaum muslimin di daerah kami merayakan ulang tahun anak-anaknya. Dalam acara tersebut mereka menyuguhkan makanan untuk para tamu. Mereka juga membaca salawat nariyah.</p>
<p>Sebenarnya kami tidak menyetujui acara semacam itu namun kami tetap mendatangi undangan acara ulang tahun agar kami tidak mendapatkan masalah di tengah-tengah masyarakat. Mereka membuat kami terpaksa memakan makanan ulang tahun. Mereka beralasan bahwa mereka itu hanya membuat makanan untuk para tamu.</p>
<p>Apakah kami boleh turut menikmati makanan yang disuguhkan? Kami sudah mengetahui bahwa acara tersebut bid’ah namun apa dalil untuk melarang memakan makanan tersebut?”</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">الحمد لله<br />
الإحتفال بالمولد بدعة في دين الله ، لا تجوز إقامته ، ولا يجوز الأكل مما يصنع فيه ولأجله ، وزعمهم أن طعام المولد من أجل الضيوف لا يبرر أكله ، والضيافة لها أحكامها ، والأمور بماقصدها ، ومن الواضح جدا أن الطعام إنما صنع من أجل هذه المناسبة المبتدعة . والأكل من هذا الطعام مما يعينهم على الإستمرار وهو تعاون على الإثم والعدوان ، والله سبحانه وتعالى قال : ( وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان ) .</p>
<p dir="RTL">الشيخ عبد الكريم الخضير .</p>
<p><strong>Jawaban Syaikh Abdul Karim al Khudair</strong>, “Perayaan hari lahir itu bid’ah dalam agama Allah. Tidak boleh mengadakannya, tidak boleh memakan makanan yang ada pada acara tersebut ataupun makanan yang dibuat untuk acara tersebut. Anggapan mereka bahwa makanan peringatan hari lahir itu karena datangnya banyak tamua bukanlah alasan yang bisa dibenarkan untuk menikmatinya. Menjamu tamu itu ada aturannya.</p>
<p>Banyak perkara itu dinilai dengan melihat niat pelakunya. Satu hal yang sangat jelas bahwa makanan tersebut dibuat dalam rangka acara itu.</p>
<p>Memakan makanan yang di hidangkan pada acara tersebut itu membantu pelakunya untuk terus menerus menyelenggarakannya sehingga hal itu termasuk tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran syariat yang Allah larang dalam al Maidah ayat kedua”. Sampai di sini perkataan Syaikh Abdul Karim al Khudair.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">أما الصلاة النارية فهي من صلوات الصوفية المبتدعة فلا يجوز حضور مجالسها ولا المشاركة فيها .</p>
<p>Tentang salawat nariyah Syaikh Muhammad Shalih al Munajjid mengatakan, “Salawat nariyah adalah salawat bid’ah buatan orang-orang sufi. Tidak boleh menghadiri acara membaca salawat nariyah apa lagi berperan serta dalam acara tersebut”.</p>
<p><strong>Sumber</strong>:</p>
<p>http://islamqa.com/ar/ref/9485</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-makan-kue-ulang-tahun&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/hukum-makan-kue-ulang-tahun"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3258&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Sudah membaca yang ini?</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/salafi-kerja-sama-dengan-ikhwani" title="Salafi Kerja Sama dengan Ikhwani?!">Salafi Kerja Sama dengan Ikhwani?!</a> (75)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/apa-yang-dimaksud-istilah-jamaah" title="Apa yang Dimaksud Istilah Jama&#8217;ah?">Apa yang Dimaksud Istilah Jama&#8217;ah?</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bulan-sabit-di-masjid" title="Bulan Sabit di Masjid">Bulan Sabit di Masjid</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/melamar-kerja-dengan-ijazah-hasil-menyontek" title="Melamar Kerja dengan Ijazah Hasil Mencontek">Melamar Kerja dengan Ijazah Hasil Mencontek</a> (53)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/boikot-toko-jualan-rokok" title="Boikot Toko Jualan Rokok">Boikot Toko Jualan Rokok</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/merekalah-ahli-waris-khawarij" title="Merekalah Ahli Waris Khawarij &#8230;">Merekalah Ahli Waris Khawarij &#8230;</a> (18)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bolehkah-masbuq-jadi-imam-untuk-masbuq" title="Bolehkah Masbuq Jadi Imam untuk Masbuq?">Bolehkah Masbuq Jadi Imam untuk Masbuq?</a> (19)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pandangan-ibnu-taimiyah-mengenai-biji-tasbih" title="Biji Tasbih Bukan Bid&#8217;ah (1)">Biji Tasbih Bukan Bid&#8217;ah (1)</a> (19)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kesyirikan-dalam-sumpah-pramuka-tri-satya" title="Kesyirikan dalam Sumpah Pramuka &#8220;Tri Satya&#8221;">Kesyirikan dalam Sumpah Pramuka &#8220;Tri Satya&#8221;</a> (76)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-hormat-bendera" title="Hukum Hormat Bendera">Hukum Hormat Bendera</a> (25)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-makan-kue-ulang-tahun/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Kuliah di Fakultas Kedokeran Bagi Muslimah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 00:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah ikhtilat]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh sulaiman al majid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3256</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan, “Aku memiliki adik wanita yang baru saja lulus SMA. Dia ingin kuliah di fakultas kedokteran lalu bekerja sebagai dokter wanita. Apa hukum agama untuk keinginan adikku tersebut karena aku melarangnya untuk masuk di fakultas kedokteran?”
Jawaban Syaikh Sulaiman al Majid [anggota majelis syuro KSA], “Tidaklah mengapa bagi muslimah untuk masuk di fakultas kedokteran sehingga setelah selesai dia bisa mengobati sesama wanita. Dengan hal tersebut dia berperan untuk menjaga aurat para wanita dan campur baur antara pasien wanita dan dokter laki-laki”.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">س: عندي أخت متخرجة من الثانوي، وتريد أن تدرس في كلية الطب وتعمل طبيبة. ما الحكم الشرعي في ذلك؛ لأني أمانع من دخولها الطب؟</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>, “Aku memiliki adik wanita yang baru saja lulus SMA. Dia ingin kuliah di fakultas kedokteran lalu bekerja sebagai dokter wanita. Apa hukum agama untuk keinginan adikku tersebut karena aku melarangnya untuk masuk di fakultas kedokteran?”</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">ج: الحمد لله أما بعد .. فلا بأس من دخولها كلية الطب؛ لتكون سببا في علاج النساء حفظا للعورات ومنعا للاختلاط. والله أعلم.</p>
<p><strong>Jawaban Syaikh Sulaiman al Majid</strong> [anggota <em>majelis syuro</em> KSA], “Tidaklah mengapa bagi muslimah untuk masuk di fakultas kedokteran sehingga setelah selesai dia bisa mengobati sesama wanita. Dengan hal tersebut dia berperan untuk menjaga aurat para wanita dan campur baur antara pasien wanita dan dokter laki-laki”.</p>
<p><strong>Sumber</strong>:<br />
<a href="http://www.salmajed.com/fatwa/findnum.php?arno=15852">http://www.salmajed.com/fatwa/findnum.php?arno=15852</a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3256&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/celana-panjang-bagi-muslimah-di-rumah" title="Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah">Celana Panjang Bagi Muslimah di Rumah</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-berbicara-dengan-wanita" title="Hukum Berbicara dengan Wanita">Hukum Berbicara dengan Wanita</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-pewangi-pakaian-bagi-wanita" title="Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita">Hukum Pewangi Pakaian bagi Wanita</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jangan-lihat-tampangnya" title="Jangan Lihat Tampangnya">Jangan Lihat Tampangnya</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bolehkah-wanita-membuka-aurat-selain-di-rumah-suaminya" title="Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?">Bolehkah Wanita Membuka Aurat Selain di Rumah Suaminya?</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/muslimah-ikhtilath-di-kampus" title="Muslimah Ikhtilath di Kampus">Muslimah Ikhtilath di Kampus</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haruskah-hitam-menyeramkan" title="Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?">Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?</a> (29)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita" title="Yang Dilalaikan oleh Wanita">Yang Dilalaikan oleh Wanita</a> (32)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/potongan-pakaian-muslimah-yang-tidak-syar%e2%80%99i" title="Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?">Potongan, Pakaian Muslimah yang tidak Syar’i?</a> (21)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jilbab-wanita-muslimah-bag-3-terakhir" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 3 -Terakhir)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 3 -Terakhir)</a> (4)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-kuliah-di-fakultas-kedokeran-bagi-muslimah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Jadi Dinikahi Hadiah Harus Kembali</title>
		<link>http://ustadzaris.com/tidak-jadi-dinikahi-hadiah-harus-kembali</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/tidak-jadi-dinikahi-hadiah-harus-kembali#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 05:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=2920</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan, “Ada seorang pemuda maju melamarku dan dia pun telah melihatku. Di hari dia melihatku, ibu pemuda tersebut memberi hadiah untukku dan untuk ibuku. Esok harinya sang pemuda memberikan sebagian kecil dari mahar plus hadiah untukku melalui ibuku. Ibuku menyampaikan bahwa hadiah tersebut berasal darinya. Setelah beberapa waktu lamanya sang pemuda  memutuskan untuk tidak jadi menikahiku. Apa yang menjadi kewajibanku terhadap harta dan hadiah tersebut mengingat akad nikah tidak jadi dilangsungkan?”]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Ftidak-jadi-dinikahi-hadiah-harus-kembali&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p dir="RTL">السؤال : السلام عليكم ورحمة الله .تقدم لخطبتي شاب وتمت النظرة الشرعية وفي يوم النظرة الشرعية قدمت والدة الشاب هدية لي ولوالدتي وفي اليوم التالي مباشرة بعد النظرة قدم الشاب جزء بسيط من المهرمع تقديم هدية لي منه عن طريق والدته وقد ذكرت بأنها منه وبعد مدة تراجع الشاب عن الزواج بها ، فما الواجب عمله تجاه المال والهدية التي قدمها مع العلم أنه لم يتم كتابة عقد النكاح ؟</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>, “Ada seorang pemuda maju melamarku dan dia pun telah melihatku. Di hari dia melihatku, ibu pemuda tersebut memberi hadiah untukku dan untuk ibuku. Esok harinya sang pemuda memberikan sebagian kecil dari mahar plus hadiah untukku melalui ibuku. Ibuku menyampaikan bahwa hadiah tersebut berasal darinya. Setelah beberapa waktu lamanya sang pemuda  memutuskan untuk tidak jadi menikahiku. Apa yang menjadi kewajibanku terhadap harta dan hadiah tersebut mengingat akad nikah tidak jadi dilangsungkan?”</p>
<p dir="RTL">
<p dir="RTL">الإجابة :</p>
<p dir="RTL">وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته. كل هذه الهدايا لها علاقة بعقد النكاح مادام أنه لم يتم العقد يرجع إليه كل شيئ كان بسبب عقد النكاح</p>
<p>Fatwa Syaikh Abdul Muhsin al Ubaikan, “Semua hadiah tersebut berkaitan dengan akad nikah. Dikarenakan akad nikah tidak jadi dilaksanakan maka semua hadiah yang terkait dengan akad nikah dikembalikan kepada pihak yang memberikannya”.</p>
<p><strong>Sumber:</strong></p>
<p>http://al-obeikan.com/show_fatwa/482.html</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Ftidak-jadi-dinikahi-hadiah-harus-kembali&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/tidak-jadi-dinikahi-hadiah-harus-kembali"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=2920&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/nazhor-diulangi" title="Bolehkah Nazhor Diulangi?">Bolehkah Nazhor Diulangi?</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/poligami-haram" title="Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami">Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/talak-via-sms" title="Talak Via SMS">Talak Via SMS</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-ulang-tahun-pernikahan" title="Hukum Ulang Tahun Pernikahan">Hukum Ulang Tahun Pernikahan</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/nikah-dengan-kerabat-dekat" title="Nikah dengan Kerabat Dekat">Nikah dengan Kerabat Dekat</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pengajian-saat-pesta-nikah" title="Pengajian Saat Pesta Nikah">Pengajian Saat Pesta Nikah</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bahaya-jika-anda-masih-membujang" title="Bahaya Membujang">Bahaya Membujang</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ingin-menikah-namun-beda-usia" title="Ingin Menikah, Namun Beda Usia">Ingin Menikah, Namun Beda Usia</a> (24)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/terlalu-cantik" title="Terlalu Cantik">Terlalu Cantik</a> (25)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/menikahi-gadis-culun-yang-tak-kenal-pacaran" title="Jadilah Lelaki Pertama di Hatinya">Jadilah Lelaki Pertama di Hatinya</a> (30)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/tidak-jadi-dinikahi-hadiah-harus-kembali/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin Menikah, Namun Beda Usia</title>
		<link>http://ustadzaris.com/ingin-menikah-namun-beda-usia</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/ingin-menikah-namun-beda-usia#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 00:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[usia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=2376</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya yaitu Buraidah bin al Hushayyib, beliau bercerita bahwa Abu Bakr dan Umar pernah melamar Fathimah, putri Nabi. Jawaban Nabi, “Dia terlalu belia”. Ketika Ali melamar Fathimah Nabi menerima dan menikahkan Fathimah dengan Ali [HR Nasai no 3221, Al Albani mengatakan, “Sanadnya shahih”].]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fingin-menikah-namun-beda-usia&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Pertanyaan:</p>
<p>Assalamu&#8217;alaykum wrwb..</p>
<p>Ustadz yang Dirahmati Allah, saya seorang <strong>ikhwan berusia 23 tahun</strong>, berkeinginan menikahi seorang <strong>akhwat berusia 29 tahun</strong>. Sebenarnya saya tidak memiliki kendala dan sudah merasa yakin dengan pilihan tersebut karena saya insyaALLAH yakin bahwa ilmu agama yang dimiliki akhwat tersebut baik dan benar. Kendalanya adalah orang tua yang agak sedikit meragukan keputusan saya memilih akhwat tersebut.</p>
<p><img class="aligncenter" title="perbedaan" src="http://ustadzaris.com/wp-content/uploads/2011/06/perbedaan-300x186.jpg" alt="" width="300" height="186" /></p>
<p>Pertanyaan saya ustadz, apa yang sebaiknya saya lakukan menyikapi masalah tersebut?</p>
<p>terimakasih atas jawabannya ustadz..</p>
<p>wassalamu&#8217;alaykum wrwb&#8230;</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Wa’alaikumussalam Warahmatullah</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ خَطَبَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رضى الله عنهما فَاطِمَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّهَا صَغِيرَةٌ ». فَخَطَبَهَا عَلِىٌّ فَزَوَّجَهَا مِنْهُ.</p>
<p>Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya yaitu Buraidah bin al Hushayyib, beliau bercerita bahwa Abu Bakr dan Umar pernah melamar Fathimah, putri Nabi. Jawaban Nabi, “Dia terlalu belia”. Ketika Ali melamar Fathimah Nabi menerima dan menikahkan Fathimah dengan Ali [HR Nasai no 3221, Al Albani mengatakan, “Sanadnya shahih”].</p>
<p>Hadits di atas diberi judul bab oleh Nasai sebagai berikut:</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;">باب تَزَوُّجِ الْمَرْأَةِ مِثْلَهَا فِى السِّنِّ</p>
<p>“Bab bahwa seorang wanita itu dinikahkan dengan laki-laki yang usianya semisal dengannya” [Sunan Nasai hal498, Maktbah al Ma’arif Riyadh].</p>
<p>Yang dimaksud dengan ‘laki-laki yang usianya semisalnya’ adalah laki-laki yang selisih usianya tidak terlalu jauh.<br />
‘Amr Abdul Mun’im Salim mengatakan, “Hendaknya wali menikahkan putrinya dengan laki-laki yang usianya serasi dengan usianya putrinya, janganlah gadis beliau dinikahkan dengan laki-laki yang lanjut usia (baca:kakek-kakek)” [Adab al Khitbah wa al Zifaf fi al Sunah al Muthahharah hal 46, Maktabah al Dhiya’ Thantha Mesir].</p>
<p>Dalam Hasyiyah Sindi untuk Sunan Nasai disebutkan, “Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mempertimbangkan usia Fathimah yang terlalu belia untuk menolak lamaran Abu Bakr dan Umar. Hal ini tidak dijumpai pada Ali sehingga Nabi menikahkan Fathimah dengan Ali. Hadits ini menunjukkan bahwa kesamaan usia atau selisih usia yang tidak terlalu jauh adalah satu hal yang patut dipertimbangkan dalam pernikahan karena hal ini sangat bermanfaat untuk membantu terwujudnya keharmonisan hidup berumah tangga. Memang hal bisa saja tidak dipertimbangkan jika untuk meraih hal yang lebih utama semisal dalam pernikahan Aisyah dengan Nabi”.</p>
<p>Berdasarkan uraian di atas maka selisih usia di antara kalian berdua cukup jauh. Oleh karena itu pertimbangkanlah hal ini secara lebih mendalam. Namun jika Anda sudah berketetapan hati maka kami hanya bisa berpesan bertawakallah kepada Allah dan banyak-banyaklah memohon kepada Allah keharmonisan rumah tangga. Semoga Allah memberkahi pernikahan kalian berdua.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fingin-menikah-namun-beda-usia&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/ingin-menikah-namun-beda-usia"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=2376&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/nazhor-diulangi" title="Bolehkah Nazhor Diulangi?">Bolehkah Nazhor Diulangi?</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/poligami-haram" title="Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami">Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/tidak-jadi-dinikahi-hadiah-harus-kembali" title="Tidak Jadi Dinikahi Hadiah Harus Kembali">Tidak Jadi Dinikahi Hadiah Harus Kembali</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/talak-via-sms" title="Talak Via SMS">Talak Via SMS</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-ulang-tahun-pernikahan" title="Hukum Ulang Tahun Pernikahan">Hukum Ulang Tahun Pernikahan</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/nikah-dengan-kerabat-dekat" title="Nikah dengan Kerabat Dekat">Nikah dengan Kerabat Dekat</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pengajian-saat-pesta-nikah" title="Pengajian Saat Pesta Nikah">Pengajian Saat Pesta Nikah</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bahaya-jika-anda-masih-membujang" title="Bahaya Membujang">Bahaya Membujang</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/terlalu-cantik" title="Terlalu Cantik">Terlalu Cantik</a> (25)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/menikahi-gadis-culun-yang-tak-kenal-pacaran" title="Jadilah Lelaki Pertama di Hatinya">Jadilah Lelaki Pertama di Hatinya</a> (30)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/ingin-menikah-namun-beda-usia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kritik Sinetron Mistis Religius</title>
		<link>http://ustadzaris.com/kritik-sinetron-mistis-religius</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/kritik-sinetron-mistis-religius#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Nov 2010 00:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi agama]]></category>
		<category><![CDATA[sinetron mistis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=2168</guid>
		<description><![CDATA[Kepada pengasuh rubrik konsultasi yang kami hormati, ada pertanyaan yang sampai saat ini masih mengganjal di benak saya. Belakangan ini tengah marak di TV atau pun media yang mengungkap berbagai kisah dan cerita yang dikemas menarik. Kisah tersebut berkisar antara lain kematian seorang yang bermaksiat, akibat buruk orang yang berjudi dan berbagai hal aneh lainnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fkritik-sinetron-mistis-religius&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p>Kepada pengasuh rubrik konsultasi yang kami hormati, ada pertanyaan yang sampai saat ini masih mengganjal di benak saya. Belakangan ini tengah marak di TV atau pun media yang mengungkap berbagai kisah dan cerita yang dikemas menarik. Kisah tersebut berkisar antara lain kematian seorang yang bermaksiat, akibat buruk orang yang berjudi dan berbagai hal aneh lainnya terkait dengan jenazah yang sudah meninggal kemudian dihubungkan dengan perilakunya semasa hidup. Pertanyaannya, apakah kita boleh menceritakan kejadian-kejadian tersebut untuk diambil sebagai bahan pelajaran bagi yang masih hidup?</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br />
Cerita-cerita semacam ini memiliki beberapa sisi yang patut dicermati,</p>
<p><strong>1. Menggunjing orang yang sudah mati </strong></p>
<p>Syekh Musthofa Al-Adawi mengatakan, &#8220;Memang orang yang membicarakan aib orang yang sudah mati termasuk menggunjing mereka. Sesungguhnya ikatan iman tidaklah terputus dengan sebab kematian. Oleh karena itu, dalil-dalil larangan ghibah juga berlaku untuk orang-orang yang sudah meninggal. Allah berfirman (yang artinya), &#8220;<em>Janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah satu diantara kalian mau memakan daging saudaranya yang sudah menjadi bangkai. Tentu kalian tidak akan menyukainya.</em>&#8221; (QS Al-Hujurat: 12)<br />
Tentang ghibah, Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, &#8220;<em>Engkau menyebut-nyebut saudaramu dengan sesuatu yang tidak dia sukai</em>.&#8221; (HR Muslim no 2518) Bahkan terdapat dalil-dalil khusus yang melarang menggunjing orang yang sudah mati. Diriwayatkan oleh Imam Nasa&#8217;I dengan sanad yang shahih dari Aisyah, beliau mengatakan, &#8220;Ada seorang yang menyebut-nyebut aib orang yang sudah mati di dekat Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> lantas bersabda, &#8220;<em>Janganlah kalian menyebut-nyebut orang yang sudah meninggal di antara kalian kecuali dengan kebaikan</em>.&#8221;<br />
Diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dengan sanad yang shahih dari Aisyah, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, &#8220;<em>Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dengan keluarganya. Aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku. Jika shahabat kalian meninggal dunia maka biarkanlah dia (jangan sebut-sebut kejelekannya)</em>.&#8221;<br />
Kecuali jika orang yang sudah meninggal tersebut adalah pemimpin kesesatan dan dikhawatirkan ada orang yang mengikutinya. Dalam kondisi demikian diperbolehkan menjelaskan kejelekan-kejelekannya bahkan bisa jadi dianjurkan jika dengan maksud mengingatkan umat jangan sampai mengikuti orang tersebut.<br />
Tentang kaum Firaun Allah berfirman, yang artinya, &#8220;<em>Dan Kami ikutkanlah la&#8217;nat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan.</em>&#8221; (QS al-Qashash 42)<br />
Demikian pula Allah berfirman, yang artinya, &#8220;<em>Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa</em>.&#8221; (QS Al-Lahab 1)<br />
Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> juga bersabda, &#8220;<em>Aku melihat Amar bin Luhay menyeret-nyeret ususnya sendiri di dalam neraka karena dia adalah orang yang pertamakali menetapkan adanya Saibah (sejenis unta yang diharamkan masyarakat jahiliyyah)</em>.&#8221; (HR Bukhari no 2424 dan Muslim no 2856 dari Abu Hurairah)(Lihat Tashil Lita&#8217;wil At-Tanzil tafsir surat Al-Hujurat hal 159-161)</p>
<p><strong>2. Dalam kisah-kisah ini terdapat tindakan menghubungkan sesuatu yang tidak berhubungan tanpa dalil bahkan termasuk dalam tindakan menebak-nebak hal yang ghaib tanpa dasar wahyu. </strong></p>
<p>Semisal ada seorang yang ketika hidup suka berbuat maksiat berupa tidak shalat, suka berjudi, menipu dan menyakiti ibu, ketika meninggal mayat orang tersebut busuk. Peristiwa ini lantas dikomentari inilah adzab Allah untuk orang yang durhaka kepada ibunya. Dari manakah pernyataan memastikan seperti ini? Kenapa tidak dikatakan itu sebagai adzab karena selama hidup tidak shalat, atau karena suka berjudi. Menghubungkan hal-hal ini tanpa dalil dari wahyu termasuk menebak-nebak hal yang ghaib dan berkata-kata atas nama Allah tanpa ilmu, suatu dosa yang Allah sejajarkan dengan kesyirikan. Allah berfirman, yang artinya, &#8220;<em>Dan kalian menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan dalil tentangnya, dan kalian berkata-kata atas nama Allah tanpa ilmu</em>.&#8221; (QS Al-A&#8217;raf: 33)<br />
Dari Amr bin Dinar sesungguhnya Tamim Ad-Dari meminta ijin kepada Umar bin Khatthab untuk bercerita di hadapan banyak orang. Namun khalifah Umar tidak memberikan ijin untuknya. Setelah itu Tamim Ad-dari meminta ijin lagi, khalifah Umar tetap bersikukuh tidak memberikan ijin, akhirnya Tamim Ad-Dari meminta ijin untuk yang ketiga kalinya. Dengan tegas khalifah Umar mengatakan, &#8220;Jika engkau mau demikian?&#8221; Beliau berisyarat dengan tangannya yang bermakna terpenggalnya kepala.&#8221; (Majma&#8217; Az-Zawaid 1/189-190. Riwayat ini dikomentari oleh Al-Haitsami para perawinya adalah para perawi yang dipakai dalam kitab shahih Bukhari atau shahih Muslim)</p>
<p>Mengomentari kisah di atas al-Hafidz al-Iraqi mengatakan, &#8220;Renungkanlah bagaimana Umar tidak memberi ijin membacakan cerita kepada salah seorang shahabat padahal seluruh shahabat adalah orang yang bisa dipercaya dan baik agamanya. Siapakah diantara tabi&#8217;in dan orang-orang sesudah mereka yang selevel dengan Tamim Ad-Dari?&#8221;</p>
<p>Syekh Jamal bin Furaihan berkomentar, &#8220;Siapakah yang semisal dengan Tamim Ad-Dari di jaman kita ini padahal shahabat Tamim Ad-Dari pasti hanya menceritakan kisah-kisah yang benar. Bagaimana seandainya para ulama dahulu mendengar kisah yang dituturkan oleh para tukang kisah di jaman ini. Semisal kisah seekor ular yang mengobrak-abrik gundukan tanah di pekuburan sehingga debu menutupi pandangan orang-orang yang ada ketika itu. Ular tersebut lantas turun bersama jenazah masuk ke dalam liang lahat. Atau cerita yang disampaikan oleh sebagian orang tentang jenazah yang bila diletakkan di liang lahat wajahnya tidak mau dihadapkan ke arah kiblat. Atau semisal orang yang mengatakan, &#8220;Pada saat aku memandikannya tiba-tiba wajahnya berubah menjadi hitam dan cerita-cerita semisalnya.&#8221;<br />
Mereka mengkait-kaitkan berbagai kejadian di atas dengan maksiat yang dilakukan oleh orang-orang tersebut, menurut anggapan mereka, mereka hendak menakut-nakuti manusia agar menjauhi maksiat melalui cerita-cerita tersebut. Kapankah para tukang kisah ini mengetahui hal yang ghaib?!! Sehingga bisa menghubung-hubungkan bahwa kejadian itu karena maksiat ini.&#8221; (Lam Ad-Dur Al-Mansur Min Al-Qaul Al Ma&#8217;tsur Fi Al I&#8217;tiqad Wa As-Sunnah, karya Syekh Jamal bin Furaihan al-Haritsi hal 220-221)<br />
Benarlah apa yang Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> katakan, &#8220;<em>Orang yang menyampaikan cerita / kisah  itu hanya ada tiga jenis, penguasa, orang yang mendapatkan perintah dari penguasa atau orang yang sombong</em>.&#8221; (HR Thabrani dalam Mu&#8217;jam Kabir 19/179 -180, Ibnu Adi 6/406 dan lain-lain) Oleh karena itu Abdullah bin Umar mengatakan, &#8220;Di masa Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> tidak ada yang namanya kisah tidak pula di masa Abu Bakar tidak pula di masa Umar dan Utsman. Kisah hanyalah sesuatu yang diada-adakan setelah kemunculan berbagai bentuk bid&#8217;ah&#8221; (HR Ibnu Majah no 3754 dan lain-lain)</p>
<p>Berdasarkan penjelasan di atas maka tidaklah benar jika kisah semacam ini merupakan sebuah intisari ajaran Islam.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fkritik-sinetron-mistis-religius&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/kritik-sinetron-mistis-religius"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=2168&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Sudah membaca yang ini?</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/dah-ghede-masih-yatim" title="Dah Ghede Masih Yatim">Dah Ghede Masih Yatim</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukuman-pengedar-narkoba" title="Hukuman Pengedar Narkoba">Hukuman Pengedar Narkoba</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/download-kajian-adabul-mufrod-bab-berbuat-baik-kepada-orang-yang-berbuat-baik-dan-berbuat-maksiat" title="Download Kajian Adabul Mufrod &#8211; Bab Berbuat Baik Kepada Orang yang Berbuat Baik dan Maksiat">Download Kajian Adabul Mufrod &#8211; Bab Berbuat Baik Kepada Orang yang Berbuat Baik dan Maksiat</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/haruskah-memakai-jubah" title="Haruskah Memakai Pakaian Jubah?">Haruskah Memakai Pakaian Jubah?</a> (43)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/menyewakan-masjid-untuk-akad-nikah" title="Menyewakan Masjid Untuk Akad Nikah">Menyewakan Masjid Untuk Akad Nikah</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/libur-jumat" title="Libur Jumat">Libur Jumat</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/apakah-daging-aqiqah-perlu-dimasak-dengan-bumbu-manis" title="Apakah Daging Aqiqah Perlu Dimasak dengan Bumbu Manis?">Apakah Daging Aqiqah Perlu Dimasak dengan Bumbu Manis?</a> (12)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-sholat-di-gereja" title="Hukum Sholat di Gereja">Hukum Sholat di Gereja</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jihad-yaman" title="Jihad Syar&#8217;i di Dammaj">Jihad Syar&#8217;i di Dammaj</a> (9)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bacaan-keluar-wc" title="Bacaan Keluar WC">Bacaan Keluar WC</a> (11)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/kritik-sinetron-mistis-religius/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 1.035 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-07 16:46:52 -->

