<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tegar Di Atas Sunnah &#187; Konsultasi</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/category/konsultasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2012 00:00:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Hukum Meng-add Lawan Jenis di FB</title>
		<link>http://ustadzaris.com/add-lawan-jenis-fb</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/add-lawan-jenis-fb#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 00:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hukum facebook]]></category>
		<category><![CDATA[ikhtilath online]]></category>
		<category><![CDATA[lawan jenis]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran terselubung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3964</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan, "Apa hukum meng-add anak-anak dalam daftar pertemanan atau menyetujui permintaan pertemanan di FB?"
Jawaban:

Boleh jadi yang dimaksudkan dalam pertanyaan adalah meng-add lawan jenis dalam daftar pertemanan FB. Jika demikian yang dimaksudkan maka hukumnya adalah tidak boleh [baca: haram] karena selama orang itu masih hidup maka dia tidak bisa dipastikan selamat dari godaan karena demikian hebatnya godaan lawan jenis maka terdapat peringatan keras mengenai bahwa godaan wanita.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fadd-lawan-jenis-fb&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">السلام عليكم و رحمة الله و بركاته<br />
ما حكم إضافة الأولاد في قائمة الأصدقاء أو الموافقة عليهم في موقع<br />
الفيس بوك ؟؟جزاكم الله خيرا</p>
<p>Pertanyaan, &#8220;Apa hukum meng-add anak-anak dalam daftar pertemanan atau menyetujui permintaan pertemanan di FB?&#8221;</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">الجواب :</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته<br />
وجزاك الله خيرا .</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">لعل المقصود إضافة الفتاة للشباب في قائمة الأصدقاء .<br />
إذا كان ذلك هو المقصود ؛ <span style="text-decoration: underline;">فلا يجوز ؛ لأن الحيّ لا تُؤمَن عليه الفتنة ، ولِشدّة افتتان الرجال بالنساء والعكس : جاء التحذير مِن فتنة النساء</span><span style="text-decoration: underline;"> . </span></p>
<p>Jawaban:</p>
<p>Boleh jadi yang dimaksudkan dalam pertanyaan adalah meng-add lawan jenis dalam daftar pertemanan FB. Jika demikian yang dimaksudkan maka hukumnya adalah tidak boleh [baca: haram] karena selama orang itu masih hidup maka dia tidak bisa dipastikan selamat dari godaan karena demikian hebatnya godaan lawan jenis maka terdapat peringatan keras mengenai bahwa godaan wanita.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">قال ابن عباس رضي الله عنهما : [خُلِق الرَّجُل مِن الأرض فَجُعِلَتْ نِهْمَته في الأرض ، وخُلِقَتْ المرأة مِن الرَّجُل ، فَجُعِلَتْ نِهْمَتها في الرَّجُل ، فاحبسوا نساءكم]،</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">أي : عن الرجال .</p>
<p>Ibnu Abbas mengatakan, &#8220;Laki-laki itu tercipta dari tanah maka dia sangat bernafsu terhadap tanah. Sedangkan wanita [baca: Hawa] itu tercipta dari laki-laki [baca: Adam] maka dia sangat bernafsu dengan laki-laki. Oleh karena itu cegahlah wanita untuk berhubungan dengan laki-laki&#8221;.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">ولا أحد يُنكِر مَيل الرجل إلى المرأة ، ومَيل المرأة إلى الرجل .<br />
والشيطان يجري من ابن آدم مجرى الدم . كما أخبر من لا ينطق عن الهوى</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وصفحات &#8221; الفيس بوك &#8221; غير مأمونة ..</p>
<p>Tidak ada satu pun orang yang mengingkari bahwa laki-laki itu cenderung kepada wanita dan sebaliknya. Sedangkan setan itu berjalan di dalam tubuh manusia di pembuluh darahnya sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi. FB adalah media yang tidak aman dari godaan&#8221;.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">والله تعالى أعلم .</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">المجيب الشيخ / عبد الرحمن بن عبد الله السحيم<br />
عضو مكتب الدعوة والإرشاد</p>
<p>Fatwa di atas disampaikan oleh Syaikh Abdurrahman bin Abdullah as Suhaim.</p>
<p dir="LTR">Sumber:</p>
<p dir="LTR">http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?p=186405#post186405</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fadd-lawan-jenis-fb&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/add-lawan-jenis-fb"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3964&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/dialog-dengan-lawan-jenis" title="Dialog dengan Lawan Jenis">Dialog dengan Lawan Jenis</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pertemanan-dengan-lawan-jenis" title="Pertemanan dengan Lawan Jenis">Pertemanan dengan Lawan Jenis</a> (13)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/add-lawan-jenis-fb/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bulu Wajah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/bulu-wajah-3852</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/bulu-wajah-3852#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 00:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[bulu wajah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3852</guid>
		<description><![CDATA[Apa hukum menghilangkan bulu di wajah bagi wanita? Para ulama dari empat mazhab berselisih pendapat mengenai hukum menghilangkan bulu atau rambut yang ada di wajah bagi wanita. Pertama, menghilangkan rambut alis hukumnya haram bahkan tergolong dosa besar. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas&#8217;ud, Nabi bersabda, &#8220;Allah melaknat wanita yang melakukan namsh dan wanita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fbulu-wajah-3852&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p dir="LTR">Apa hukum menghilangkan bulu di wajah bagi wanita?</p>
<p dir="LTR">Para ulama dari empat mazhab berselisih pendapat mengenai hukum menghilangkan bulu atau rambut yang ada di wajah bagi wanita.</p>
<p dir="LTR">Pertama, menghilangkan rambut alis hukumnya haram bahkan tergolong dosa besar. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas&#8217;ud, Nabi bersabda, &#8220;Allah melaknat wanita yang melakukan namsh dan wanita yang di-namsh&#8221;. Menghilangkan bulu alis termasuk namsh.</p>
<p dir="LTR">Kedua, menghilangkan bulu di wajah. Sebagian ulama bermazhab Maliki menilai hal ini termasuk namsh namun yang benar hal ini tidak tergolong namsh meski Ibnul Manzhur dalam Lisanul Arab mengatakan bahwa yang dimaksud dengan namsh adalah menghilangkan bulu di wajah. Apa yang dikatakan oleh Ibnul Manzhur adalah pengertian namsh dalam bahasa arab. Sedangkan secara syariat namsh adalah menghilangkan bulu yang ada di wajah. Sehingga jika seorang wanita menghilangkan bulu atau rambut yang tumbuh di dahi atau di pipi maka hukumnya menurut Hanafiyah, Syafiiyah dan salah pendapat ulama bermazhab Hanbali adalah boleh jika dengan tujuan berhias atau berdandan untuk suaminya. Pendapat ini merupakan pendapat yang cukup kuat. Yang lebih menguatkan benarnya pendapat ini sebuah atsar yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang jayyid bahwa ada seorang wanita datang menemui Aisyah lantas mengatakan, &#8220;Bolehkah kuhilangkan rambut yang tumbuh di dahiku supaya nampak cantik di hadapan suamiku?&#8221;.</p>
<p dir="LTR">Jawaban Aisyah, &#8220;Hilangkan &#8216;rambut yang mengganggu&#8217; dari wajahmu sebisa mungkin&#8221;.</p>
<p dir="LTR">Hal ini menunjukkan bahwa seorang muslimah diperbolehkan untuk menghilangkan rambut yang tumbuh di dahi atau di pipi agar tampil cantik di hadapan suaminya asalkan rambut tersebut bukanlah bulu alis.</p>
<p dir="LTR"> Sumber:</p>
<p dir="LTR">http://www.youtube.com/watch?v=qFWC91fSaEM</p>
<p dir="LTR">
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fbulu-wajah-3852&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/bulu-wajah-3852"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3852&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Sudah membaca yang ini?</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/bekam-sunnah-nabi" title="Bekam Bukan Sunnah Nabi">Bekam Bukan Sunnah Nabi</a> (21)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/memakai-jam-tangan-di-tangan-kanan-atau-kiri" title="Memakai Jam Tangan di Tangan Kanan atau Kiri?">Memakai Jam Tangan di Tangan Kanan atau Kiri?</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/audio-jilbab-wanita-muslimah-bag-1" title="Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 1)">Audio &#8211; Jilbab Wanita Muslimah (Bag. 1)</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ritual-tahlilan-menurut-kitab-nu-1" title="Ritual Tahlilan Menurut Kitab NU (1)">Ritual Tahlilan Menurut Kitab NU (1)</a> (19)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-memutar-kotak-infaq-pada-hari-jumat" title="Hukum Memutar Kotak Infaq pada Hari Jum&#8217;at">Hukum Memutar Kotak Infaq pada Hari Jum&#8217;at</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bersyahadat-namun-tidak-memiliki-amal-badan" title="Bersyahadat Namun Tidak Memiliki Amal Badan">Bersyahadat Namun Tidak Memiliki Amal Badan</a> (2)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/awas-korupsi" title="Awas Korupsi !!">Awas Korupsi !!</a> (33)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/siapakah-yang-disebut-ahli-bidah" title="Siapakah yang Disebut Ahli Bid&#8217;ah?">Siapakah yang Disebut Ahli Bid&#8217;ah?</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kesyirikan-dalam-sumpah-pramuka-tri-satya" title="Kesyirikan dalam Sumpah Pramuka &#8220;Tri Satya&#8221;">Kesyirikan dalam Sumpah Pramuka &#8220;Tri Satya&#8221;</a> (77)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/jangan-ejek-saudaramu" title="Jangan Ejek Saudaramu">Jangan Ejek Saudaramu</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/bulu-wajah-3852/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Ziarah Masjid Aqsha Saat Ini</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-masjid-aqsha</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-masjid-aqsha#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 00:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[hukum ziarah masjid]]></category>
		<category><![CDATA[masjidil aqsha]]></category>
		<category><![CDATA[qardhawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3815</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:

Apa pendapat anda mengenai fatwa al Qardhawi yang mengharamkan kaum muslimin untuk mengunjungi Masjidil Aqsha dalam rangka sholat di sana [karena Masjid Aqsha saat ini dalam kekuasaan Yahudi]?
Jawaban Syaikh Abdullah al Ubailan:

"Diantara kesepakatan kaum muslimin bahwa mengerjakan sholat di Masjidil Aqsha itu termasuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-masjid-aqsha&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">كلام الشيخ عبدالله العبيلان حول فتوى القرضاوي في تحريم زيارة المسجد الأقصى</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">قال المتصل:<br />
بسم الله الرحمن الرحيم ، والحمد لله رب العالمين ، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين .</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">ففي يوم الأحد الموافق الحادي عشر من شهر ربيع الآخر لعام ثلاث وثلاثين وأربعمئة وألف من هجرة المصطفى صلى الله عليه وسلم ، وعبر الهاتف توجهنا بالسؤال التالي إلى شيخنا أبي عبد الرحمن عبد الله ابن صالح العبيلان حفظه الله تعالى:</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">شيخنا حفظكم الله ما قولكم بفتوى القرضاوي بتحريم ذهاب المسلمين للصلاة في المسجد الأقصى ؟- حفظكم الله –</p>
<p style="text-align: center;" dir="LTR"><strong>Pertanyaan</strong>:</p>
<p dir="LTR">Apa pendapat anda mengenai fatwa al Qardhawi yang mengharamkan kaum muslimin untuk mengunjungi Masjidil Aqsha dalam rangka sholat di sana [karena Masjid Aqsha saat ini dalam kekuasaan Yahudi]?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">يجيب الشيخ</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">بسم الله الرحمن الرحيم ، الحمد لله رب العالمين ، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد ، وعلى آله وصحبه أجمعين .</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">من المتفق عليه بين المسلمين أن الصلاة في المسجد الأقصى هي من العبادات التي أمر الله عز وجل بها ورسوله صلى الله عليه وآله وسلم</p>
<p style="text-align: center;" dir="LTR">Jawaban Syaikh Abdullah al Ubailan:</p>
<p dir="LTR">&#8220;Diantara kesepakatan kaum muslimin bahwa mengerjakan sholat di Masjidil Aqsha itu termasuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">قد ثبت في الصحيحين وغيرهما أن النبي صلى الله عليه وآله وسلم قال:&#8221; لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد &#8221; وعدّ منها عليه الصلاة والسلام &#8221; المسجد الأقصى &#8220;</p>
<p dir="LTR">Nabi bersabda, &#8220;Tidak boleh mengadakan perjalanan dalam rangka ibadah di suatu tempat kecuali perjalanan menuju tiga masjid… Masjidil Aqsha&#8221; [HR Bukhari, Muslim dll].</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">ومن المعلوم أن المقصد من خلق العباد هو عبادة الله ، قال تبارك وتعالى : (( وما خلقت الجن والإنس إلى ليعبدون )) ، ولا يجوز تعطيل العبادات بالرأي ،</p>
<p dir="LTR">Satu hal yang telah kita ketahui bersama bahwa maksud diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Allah berfirman yang artinya, &#8220;Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku&#8221; [QS adz Dzariyat:56]. Tidak boleh menihilkan sebuah ibadah hanya dengan logika.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وقد صلّى النبي صلى الله عليه وآله وسلم في المسجد الأقصى قبل فتحه ، وشدّ النبي صلى الله عليه وآله وسلم وأصحابه رضوان الله عليهم الرحل إلى مكة وكانت تحت سلطة كفار قريش ،</p>
<p dir="LTR">Nabi pernah sholat di Masjidil Aqsha sebelum Masjidil Aqsha berada dalam kekuasaan kaum muslimin. Nabi dan para shahabat juga mengadakan perjalanan ibadah ke Masjidil Haram saat Masjidil Haram masih dalam kekuasaan kafir Quraisy.</p>
<p dir="RTL">وصلى المسلمون إبان تسلط الصليبيين على المسجد الأقصى – صلى المسلمون فيه –</p>
<p dir="LTR">Kaum muslimin juga tetap mengerjakan sholat di Masjidil Aqsha di awal awal kaum Salib menguasai Masjidil Aqsha.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">ولا أعلم أحدا من علماء المسلمين أفتى بتحريم شد الرحل إليه بأنه تحت سلطة النصارى ، بل إن شد المسلمين الرحل إلى المسجد الأقصى هو من أسباب حفظهم على استعادته من اليهود – وهذا ما لا يريده اليهود –</p>
<p dir="LTR">Aku tidak mengetahui satu pun ulama kaum muslimin yang memberikan fatwa haramnya mengadakan perjalanan ibadah ke Masjidil Aqsha karena alasan Masjidil Aqsha dalam cengkeraman Nasrani saat itu. Bahkan perjalanan yang dilakukan kaum muslimin ke Masjidil Aqsha adalah salah satu sebab kaum muslimin tetap memiliki cita cita untuk membebaskan Masjidil Aqsha dari tangan Yahudi dan ini adalah satu hal yang tidak diinginkan oleh Yahudi.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">ومن هنا نعلم أن الدافع لهذه الفتوى هو دافع سياسي وليس دافعا شرعيا مبنيا على الدليل من الكتاب والسنة ، ولم يرد في سنة النبي صلى الله عليه وآله وسلم المنع من الصلاة فيه في أي حال من الأحوال .</p>
<p dir="LTR">Dari sini bisa kita simpulkan bahwa faktor pendorong keluarnya fatwa tersebut adalah faktor politik bukan pertimbangan syariat berdasarkan dalil al Quran dan hadits. Tidak terdapat hadits yang melarang sholat di Masjidil Aqsha dalam situasi tertentu.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">والغريب أن الرافضة وأشباه الرافضة يشدّون الرحل في كل عام مرتين أو ثلاث أو أكثر إلى النجف وكربلاء ويشد بعض الجهال في مصر و في غيرها الصلاة في مسجد البدوي وغيره ولم نكن نسمع من القرضاوي تحريما مع العلم أن الدليل فيه بين وواضح في كتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم .</p>
<p dir="LTR">Anehnya orang orang Syiah atau pun simpatisan Syiah mengadakan perjalanan ibadah dalam setahun dua atau tiga kali atau bahkan lebih ke Najf dan Karbala. Demikian pula orang orang awam di Mesir atau selainnya mengadakan perjalanan ibadah ke masjid al yang di dalamnya terdapat makam al Badawi atau masjid lainnya namun kita tidak mendengar al Qardhawi mengeluarkan fatwa berisi keharamannya. Padahal dalil tentang haramnya perjalanan tersebut dalam al Quran dan sunnah Rasul-Nya.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وعلى كل حال فتاوى القرضاوي دائما يشوبها شيء من الدوافع التي لا تخفى على المتتبع لفتاوى هذا الرجل .</p>
<p dir="LTR">Kesimpulannya, fatwa fatwa al Qardhawi itu selalu dicampuri faktor tertentu yang diketahui oleh orang yang mengikuti perkembangan fatwa orang ini.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">نسأل الله تبارك وتعالى أن يصلح أحوال المسلمين وأن يعينهم على استعادة المسجد الأقصى من أيدي اليهود ، وبالله التوفيق .</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين</p>
<p dir="LTR">Kita memohon kepada Allah agar Allah memperbaiki kondisi kaum muslimin dan membantu kaum muslimin untuk membebaskan Masjidil Aqsha dari cengkeraman Yahudi&#8221;.</p>
<p dir="LTR">Sumber:</p>
<p dir="LTR">http://islamancient.com/play.php?catsmktba=101677</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-masjid-aqsha&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/hukum-masjid-aqsha"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3815&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Sudah membaca yang ini?</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/fatwa-ulama-solusi-untuk-berbagai-kuis-berhadiah" title="Fatwa Ulama: Solusi Untuk Berbagai Kuis Berhadiah">Fatwa Ulama: Solusi Untuk Berbagai Kuis Berhadiah</a> (1)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/tidak-isbal-pun-bisa-terlarang" title="Tidak Isbal pun Bisa Terlarang">Tidak Isbal pun Bisa Terlarang</a> (13)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/dapat-hidayah-lewat-majalah" title="Dapat Hidayah Lewat Majalah">Dapat Hidayah Lewat Majalah</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/saling-berkunjung-ketika-lebaran" title="Saling Berkunjung Ketika Lebaran">Saling Berkunjung Ketika Lebaran</a> (13)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/benarkah-israfil-nama-malaikat-peniup-sangkakala" title="Benarkah Israfil Nama Malaikat Peniup Sangkakala?">Benarkah Israfil Nama Malaikat Peniup Sangkakala?</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/shalat-jumat-tiada-karena-kerja" title="Shalat Jumat Tiada Karena Kerja">Shalat Jumat Tiada Karena Kerja</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ada-apa-dengan-mihrab" title="Ada Apa dengan Mihrab?">Ada Apa dengan Mihrab?</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak" title="Hukum Gambar Bergerak">Hukum Gambar Bergerak</a> (25)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/waspada-dengan-manusia-kanibal" title="Manusia Kanibal!">Manusia Kanibal!</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ghibah-suku-lain" title="Ghibah Suku Lain">Ghibah Suku Lain</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-masjid-aqsha/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa Kebenaran dan Kebatilan</title>
		<link>http://ustadzaris.com/doa-kebenaran-dan-kebatilan</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/doa-kebenaran-dan-kebatilan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 00:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[arinal haqqa haqqan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[doa kebaikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3800</guid>
		<description><![CDATA[Syaikhuna [guru kami], engkau sering kali berdoa dengan ungkapan Allahumma arinal haqqa haqqan dst. Apakah doa dengan redaksi semacam ini memiliki riwayat dari salaf? Di buku apakah bisa saya jumpai doa dengan teks semacam itu?

Berikut ini adalah jawaban beliau via email yang beliau kirimkan kemarin:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fdoa-kebenaran-dan-kebatilan&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p dir="LTR">Berikut ini adalah teks pertanyaan saya kepada Dr Abdullah bin Nashir al Sulmi via email:</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">يا شيخنا، تكثر الدعاء اللهم أرنا الحق حقا الخ. هل الدعاء بهذا اللفظ وارد في أثر؟ في أي كتاب أجد هذا الدعاء؟<br />
أفيدونا أثابكم الله</p>
<p dir="LTR">Syaikhuna [guru kami], engkau sering kali berdoa dengan ungkapan Allahumma arinal haqqa haqqan dst. Apakah doa dengan redaksi semacam ini memiliki riwayat dari salaf? Di buku apakah bisa saya jumpai doa dengan teks semacam itu?</p>
<p dir="LTR">Berikut ini adalah jawaban beliau via email yang beliau kirimkan kemarin:</p>
<p style="text-align: center;" dir="RTL">والجواب:</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">هذا دعاء مأثور عن عمر -رضي الله عنه-، ذكره البهوتي في كتابه شرح منتهى الإرادات</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">(3/497)، وعزاه إلى عمر رضي الله عنه،</p>
<p dir="LTR">&#8220;Doa tersebut dinukil dari Umar. Doa tersebut disebutkan oleh al Bahuti al Hanbali dalam karya beliau Syarh Muntaha al Iradat 3/497 dan beliau nisbatkan sebagai doa yang disampaikan oleh Umar bin al Khattab.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">و ذكره ابن كثير في تفسيره عند قوله تعالى: &#8220;كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْياً بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ&#8221; [البقرة:213]،</p>
<p dir="LTR">Doa tersebut disebutkan oleh Ibnu Katsir as Syafii dalam Tafsirnya tepatnya ketika membahas surat al Baqarah ayat ke 213.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">قال: وفي الدعاء المأثور: &#8220;اللهم أرنا الحق حقاً، وارزقنا اتباعه، وأرنا الباطل باطلاً، وارزقنا اجتنابه، ولا تجعله ملتبساً علينا فنضل، واجعلنا للمتقين إماما &#8221; ابن كثير (1/ 444)،</p>
<p dir="LTR">Ibnu Katsir mengatakan &#8220;Dalam doa yang ma&#8217;tsur disebutkan Allhumma arinal haqqa haqqan dst [Ya Allah, nampakkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya dan nampakkanlah kebatilan sebagai kebatilan dan berilah kami kemampuan untuk menjauhinya dan janganlah Engkau jadikan kebatilan itu seakan kebenaran sehingga kami tersesat karenanya. Jadikanlah kami teladan bagi orang orang yang bertakwa" [Tafsir Ibnu Katsir 1/444].</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وهذا الدعاء من الأدعية الجامعة النافعة ، ومعناه أن العبد يسأل ربه تبارك وتعالى أن يوفقه لمعرفة الحق والصواب في كل ما حصل فيه الاختلاف بين الناس من مسائل العلم، وفي كل ما يستجد من أمور للعبد في حياته ويسأل الله أن يرزقه اتباع الحق والثبات عليه، كما أنه يسأل ربه أن يوفقه لرؤية الباطل باطلاً وضلالاً ويرزقه اجتنابه كما قيل:</p>
<p dir="LTR">Doa di atas tergolong doa yang sarat makna dan sangat manfaat. Makna doa tersebut adalah seorang hamba yang mengucapkan kalimat doa tersebut memohon kepada-Nya agar memberinya taufik untuk mengenal kebenaran dan pendapat yang benar dalam semua permasalahan ilmiah yang diperselisihkan oleh banyak orang dan berbagai hal baru yang dialami seorang hamba dalam kehidupannya. Serta memohon kepada Allah agar memberinya kemampuan untuk mengikuti kebenaran dan tegar memegangi kebenaran. Sebagaimana hamba tersebut memohon kepada Allah agar memberinya taufik untuk melihat kebatilan sebagai kebatilan dan kesesatan dan kemampuan untuk menjauhinya sebagai perkataan penyair:</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">عرفت الشــرَّ لا &#8230;&#8230; للشـر لكـن لتوقيه</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">ومن لم يعرف الشر &#8230;&#8230;. من الناس يقـع فيه</p>
<p dir="LTR">Aku mengenal kejelekan bukan untuk mempraktekannya akan tetapi untuk menjaga diri darinya.</p>
<p dir="LTR">Siapa saja yang tidak mengenal kejelekan maka dia akan terjerumus ke dalamnya.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وقد أمر الله عباده أن يسألوه الهداية إلى الصراط المستقيم في كل صلاة &#8220;اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ&#8221; [الفاتحة:6]،</p>
<p dir="LTR">Allah pun memerintahkan kita semua untuk memohon hidayah meniti jalan yang lurus kepada-Nya dalam setiap sholat yang kita kerjakan dengan mengatakan &#8216;Ihdinas Shiratal Mustaqim&#8217;.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وكان النبي – صلي الله عليه وسلم- إذا قام من الليل يصلي يقول: &#8220;اللهم رب جبريل وميكائيل وإسرافيل. فاطر السماوات والأرض. عالم الغيب والشهادة. أنت تحكم بين عبادك فيما كانوا فيه يختلفون. اهدني لما اختلفت فيه من الحق بإذنك إنك تهدي من تشاء إلى صراط مستقيم&#8221; أخرجه مسلم (770)،</p>
<p dir="LTR">Dalam doa iftitah sholat malam Nabi pun berdoa yang artinya &#8216;Ya Allah, rabb bagi Jibril, Mikail dan Israfil, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang ghaib dan yang nampak, engkaulah yang menetapkan keputusan diantara para hamba dalam berbagai hal yang mereka perselisihkan, berilah aku petunjuk untuk mengetahui kebenaran dalam hal hal yang diperselisihkan dengan izin-Mu sesungguhnya engkau itu memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki untuk menuju jalan yang lurus&#8217; [HR Muslim no 770].</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">وفي حديث أبي ذر -رضي الله عنه: &#8220;يا عبادي كلكم ضال إلا من هديته فاستهدوني أهدكم &#8230;&#8221; أخرجه مسلم (2577). هذا والله الموفق والهادي إلى سواء السبيل.</p>
<p dir="LTR">Dalam hadits dari Abu Dzar, Allah berfirman &#8216;Wahai hamba hambaku semua kalian adalah sesat kecuali yang Kuberi petunjuk maka mintalah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan memberi hidayah kepada kalian&#8221; [HR Muslim no 2577]&#8220;.</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fdoa-kebenaran-dan-kebatilan&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/doa-kebenaran-dan-kebatilan"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3800&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/minta-doa-orang-shalih-bisa-haram" title="Minta Doa Orang Shalih Bisa Haram">Minta Doa Orang Shalih Bisa Haram</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kapan-angkat-tangan-dalam-doa-bidah" title="Kapan Angkat Tangan Dalam Doa Bid&#8217;ah?">Kapan Angkat Tangan Dalam Doa Bid&#8217;ah?</a> (23)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/doa-setelah-kajian" title="Do&#8217;a Setelah Kajian">Do&#8217;a Setelah Kajian</a> (1)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-mengusap-wajah-setelah-berdoa" title="Hukum Mengusap Wajah Setelah Berdo&#8217;a">Hukum Mengusap Wajah Setelah Berdo&#8217;a</a> (12)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/meminta-syafaat-pada-rasulullah" title="Meminta Syafa&#8217;at pada Rasulullah">Meminta Syafa&#8217;at pada Rasulullah</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/apakah-orang-yang-berdoa-kepada-selain-allah-termasuk-musyrik" title="Apakah Orang yang Berdo&#8217;a Kepada Selain Allah Termasuk Musyrik?">Apakah Orang yang Berdo&#8217;a Kepada Selain Allah Termasuk Musyrik?</a> (15)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/doa-kebenaran-dan-kebatilan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syarat Boleh Belajar Bahasa Inggris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-bahasa-inggris</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-bahasa-inggris#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Mar 2012 00:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa inggris]]></category>
		<category><![CDATA[belajar bahasa inggris]]></category>
		<category><![CDATA[hukum bahasa inggris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3766</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:

Adakah persyaratan tertentu untuk bolehnya belajar bahasa Inggris? Apa saja persyaratan tersebut?
Ada dua syarat penting bolehnya belajar bahasa Inggris:

Pertama, adanya kebutuhan agama atau dunia yang mengharuskan untuk belajar bahasa Inggris

Kedua, tidak membangga-banggakan diri dan bergaya di hadapan muslim yang lain dengan berbicara menggunakan bahasa Inggris tanpa ada kebutuhan yang mengharuskan untuk itu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-bahasa-inggris&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">62) هل هناك ضوابط شرعية لتعليم اللغة الإنجليزية؟ وما هي؟</p>
<p dir="LTR">Pertanyaan:</p>
<p dir="LTR">Adakah persyaratan tertentu untuk bolehnya belajar bahasa Inggris? Apa saja persyaratan tersebut?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">62-<br />
يترجح لي أن لجواز تعلمها ضابطين مهمين:<br />
1-الحاجة لها في دين أو دنيا.<br />
2-عدم التفاخر أو التبجح على الآخرين بالتكلم بها دون حاجة.<br />
والله أعلم..</p>
<p dir="LTR"><strong>Jawaban Syaikh Ali Hasan al Halabi:</strong></p>
<p dir="LTR">Ada dua syarat penting bolehnya belajar bahasa Inggris:</p>
<p dir="LTR">Pertama, adanya kebutuhan agama atau dunia yang mengharuskan untuk belajar bahasa Inggris</p>
<p dir="LTR">Kedua, tidak membangga-banggakan diri dan bergaya di hadapan muslim yang lain dengan berbicara menggunakan bahasa Inggris tanpa ada kebutuhan yang mengharuskan untuk itu.</p>
<p dir="LTR">Sumber:</p>
<p dir="LTR"><a href="http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=34381&amp;page=6">http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=34381&amp;page=6</a></p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-bahasa-inggris&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/hukum-bahasa-inggris"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3766&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/angan-angan-syaikh-ibnu-utsaimin" title="Urgensi Berangan-Angan">Urgensi Berangan-Angan</a> (22)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-bahasa-inggris/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bekam Bukan Sunnah Nabi</title>
		<link>http://ustadzaris.com/bekam-sunnah-nabi</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/bekam-sunnah-nabi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Feb 2012 00:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[bekam]]></category>
		<category><![CDATA[cara bekam]]></category>
		<category><![CDATA[hijamah]]></category>
		<category><![CDATA[hukum bekam]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3755</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:

Apakah bekam itu terhitung sunnah Nabi [baca: amalan ibadah]?
Jawaban Syaikh Abdurrahman bin Nashir al Barrak:

Bekam adalah salah satu metode pengobatan, terapi penyakit sehingga dia tergolong perkara 'adah [baca: non ibadah], bukan perkara ibadah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fbekam-sunnah-nabi&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">السائل يقول: الحجامة هل هي سنة؟</p>
<p dir="LTR"><strong>Pertanyaan</strong>:</p>
<p dir="LTR">Apakah bekam itu terhitung sunnah Nabi [baca: amalan ibadah]?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">فالحجامة نوع من الاستطباب والعلاج وهي نوع من الأمور العادية، لا من الأمور التعبدية. وما يفعله الرسول من الأمور العادية يدل على جوازه فالحجامة جائزة قط</p>
<p dir="LTR"><strong>Jawaban Syaikh Abdurrahman bin Nashir al Barrak</strong>:</p>
<p dir="LTR">Bekam adalah salah satu metode pengobatan, terapi penyakit sehingga dia tergolong perkara &#8216;adah [baca: non ibadah], bukan perkara ibadah.</p>
<p dir="LTR">Perkara non ibadah yang Nabi lakukan itu menunjukkan bolehnya hal tersebut. Sehingga kesimpulannya, bekam itu hanya kita nilai hanya sebagai perkara mubah [bukan sunnah Nabi yang minimal hukumnya adalah dianjurkan, pent].</p>
<p dir="LTR">Rekaman fatwa beliau mengenai hal di atas bisa di simak di link berikut ini: http://www.islamlight.net/albarrak/sounds/save/tagryrat/a131.rm</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fbekam-sunnah-nabi&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/bekam-sunnah-nabi"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3755&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/bekam-padahal-tidak-sakit" title="Bekam Padahal Tidak Sakit">Bekam Padahal Tidak Sakit</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/yang-dilalaikan-oleh-wanita" title="Yang Dilalaikan oleh Wanita">Yang Dilalaikan oleh Wanita</a> (33)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/sunnah-nabi-yang-ditinggalkan" title="Sunnah Nabi yang Ditinggalkan">Sunnah Nabi yang Ditinggalkan</a> (22)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/bekam-sunnah-nabi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jamaah Sesama Wanita di Rumah Berpahala?</title>
		<link>http://ustadzaris.com/sholat-jamaah-di-rumah</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/sholat-jamaah-di-rumah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 00:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3649</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:
Apakah para muslimah yang ada di rumah dianjurkan untuk mengerjakan shalat fardhu secara berjamaah untuk mendapatkan pahala shalat berjamaah?
Jawaban Syaikh Dr Abdul Karim al Khudhair:

Shalat berjamaah tidaklah dibebankan kepada wanita sehingga tidak ada pahala untuk shalat jamaah sesama wanita sebagaimana pahala shalat berjamaah laki-laki.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fsholat-jamaah-di-rumah&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">الثاني: هل يستحب للأخوات في المنزل الصلاة جماعة للحصول على أجرها؟</p>
<p>Pertanyaan:<br />
Apakah para muslimah yang ada di rumah dianjurkan untuk mengerjakan shalat fardhu secara berjamaah untuk mendapatkan pahala shalat berjamaah?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">الجماعة لا تلزم النساء، ولا يترتب عليها الأجر المرتب على صلاة الجماعة بالنسبة للرجال،</p>
<p>Jawaban Syaikh Dr Abdul Karim al Khudhair:</p>
<p>Shalat berjamaah tidaklah dibebankan kepada wanita sehingga tidak ada pahala untuk shalat jamaah sesama wanita sebagaimana pahala shalat berjamaah laki-laki.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">لكن إذا كانت المرأة بحيث إذا صلت وحدها كثرت عندها الهواجيس، ولا ضبطت صلاتها، وكثر السهو في صلاتها، وغفلت، وإذا صلت مع غيرها أو صلت بغيرها انضبطت، فتكون مشروعية الجماعة من هذه الحيثية وإلا فالأصل أن الجماعة للرجال.</p>
<p>Akan tetapi jika seorang wanita itu apabila shalat sendirian pikirannya ke mana mana sehingga dia tidak bisa mengendalikan dan mengontrol shalat yang dia kerjakan, banyak yang terlupa dan terlalaikan namun jika shalat berjamaah dengan sesama wanita shalat terkontrol dengan baik maka dituntunkan shalat wajib berjamaah di antara sesama wanita dari sisi ini saja karena pada dasarnya shalat wajib berjamaah hanya dibebankan kepada laki-laki.</p>
<p dir="LTR"><strong>Sumber</strong>:</p>
<p dir="LTR">http://www.khudheir.com/audio/5633</p>
<p dir="LTR">
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fsholat-jamaah-di-rumah&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/sholat-jamaah-di-rumah"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3649&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/masbuk-ruku-bersama-imam" title="Ijma, Dapat Ruku Bersama Imam Dapat Rakaat">Ijma, Dapat Ruku Bersama Imam Dapat Rakaat</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/sholat-jamaah-di-rumah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Nazhor Diulangi?</title>
		<link>http://ustadzaris.com/nazhor-diulangi</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/nazhor-diulangi#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 00:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[khitbah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3645</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:

Adakah bilangan tertentu yang memungkinkan bagi seorang pelamar untuk melihat wajah gadis yang dia lamar?
Jawaban Syaikh Dr Abdul Karim al Khudair:


Pada dasarnya hanya boleh sekali namun anda saat itu si gadis malu sehingga laki-laki yang hendak melamarnya tidak memungkinkan untuk bisa melihat kecuali sekali atau si gadis tidak bisa memandang laki-laki yang hendak melamarnya karena begitu malunya ketika itu lalu si laki-laki meminta agar bisa 'nazhor' ulang yang dengannya terwujudlah rasa cinta dan dalam acara nazhor tersebut tidak ada sisi buruk [semisal khalwah dll, pent]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fnazhor-diulangi&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">يقول: هل هناك عدد معين من المرات يمكن للخاطب فيه أن يرى وجه الفتاة التي ذهب لخطبتها؟</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>:</p>
<p>Adakah bilangan tertentu yang memungkinkan bagi seorang pelamar untuk melihat wajah gadis yang dia lamar?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">الأصل مرة واحدة، لكن لو قدر أنه في هذه المرة استحيا من ولي أمرها، وما تمكن من النظر إليها، أو هي ما تمكنت من النظر إليه حياءً، وطلب إعادة ما يتم به ما يحصل المودة من النظر الذي تترتب عليه آثاره، ولا تترتب عليه مفاسد، فلا مانع حينئذٍ إذا ادعى أنه لم يستطع رؤيتها حياءً أو العكس هي لم تستطع، فالنظر من أجل الطرفين.</p>
<p>Jawaban <strong>Syaikh Dr Abdul Karim al Khudair</strong>:<br />
Pada dasarnya hanya boleh sekali namun anda saat itu si gadis malu sehingga laki-laki yang hendak melamarnya tidak memungkinkan untuk bisa melihat kecuali sekali atau si gadis tidak bisa memandang laki-laki yang hendak melamarnya karena begitu malunya ketika itu lalu si laki-laki meminta agar bisa &#8216;nazhor&#8217; ulang yang dengannya terwujudlah rasa cinta dan dalam acara nazhor tersebut tidak ada sisi buruk [semisal khalwah dll, pent] maka tidak mengapa melakukan nazhor ulang, baik dengan alasan si laki-laki tidak bisa melihat wanita yang hendak dia lamar atau pun sebaliknya.</p>
<p>&#8216;Nazhor&#8217; adalah hak kedua belah pihak.</p>
<p><strong>Sumber</strong>:</p>
<p>http://www.khudheir.com/audio/5563</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fnazhor-diulangi&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/nazhor-diulangi"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3645&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/alfatihah-nikah" title="Al-Fatihah Untuk Nikah">Al-Fatihah Untuk Nikah</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/poligami-haram" title="Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami">Bisa Jadi Ada Hukum Haram Bagi Poligami</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/tidak-jadi-dinikahi-hadiah-harus-kembali" title="Tidak Jadi Dinikahi Hadiah Harus Kembali">Tidak Jadi Dinikahi Hadiah Harus Kembali</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/talak-via-sms" title="Talak Via SMS">Talak Via SMS</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/hukum-ulang-tahun-pernikahan" title="Hukum Ulang Tahun Pernikahan">Hukum Ulang Tahun Pernikahan</a> (6)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/nikah-dengan-kerabat-dekat" title="Nikah dengan Kerabat Dekat">Nikah dengan Kerabat Dekat</a> (3)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pengajian-saat-pesta-nikah" title="Pengajian Saat Pesta Nikah">Pengajian Saat Pesta Nikah</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bahaya-jika-anda-masih-membujang" title="Bahaya Membujang">Bahaya Membujang</a> (20)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/ingin-menikah-namun-beda-usia" title="Ingin Menikah, Namun Beda Usia">Ingin Menikah, Namun Beda Usia</a> (28)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/terlalu-cantik" title="Terlalu Cantik">Terlalu Cantik</a> (25)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/nazhor-diulangi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Behel Gigi</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-behel-gigi</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-behel-gigi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 00:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[behel gigi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3634</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:

Saya mengalami kecelakaan yang menyebabkan gigi depanku bermasalah. Aku sudah berusaha untuk mengembalikan susunan gigi sebagaimana semula namun tidak berhasil. Andai dengan sengaja kutata gigiku agar lurus teratur padahal kondisi awal sebelum kecelakaan pun tidak semisal itu, apakah hal ini hukumnya haram dan termasuk mengubah ciptaan Allah?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-behel-gigi&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">يقول: أنا حدث لي حادث، وتكسرت أسناني الأمامية، وقمت بتركيب أسنان، ولكن ليس كما كانت، فلو قمت متعمداً بجعل الأسنان على صف واحد، وهي لم تكن بالأول كذلك، فهل هذا أيضاً حرام، ويدخل في باب تغيير خلق الله؟</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>:</p>
<p>Saya mengalami kecelakaan yang menyebabkan gigi depanku bermasalah. Aku sudah berusaha untuk mengembalikan susunan gigi sebagaimana semula namun tidak berhasil. Andai dengan sengaja kutata gigiku agar lurus teratur padahal kondisi awal sebelum kecelakaan pun tidak semisal itu, apakah hal ini hukumnya haram dan termasuk mengubah ciptaan Allah?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">أقول: الرجل ليس بحاجة إلى مثل هذا التصرف،</p>
<p>Jawaban Syaikh Dr Abdul Karim al Khudhair:</p>
<p>Laki-laki tidak perlu melakukan hal semacam itu.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">أما إذا كان السائل امرأة، وزوجها يقذرها بذلك، وهي تريد أن تتزين به، بالصف، بالترتيب لا بالتفليج، لا بالزيادة والنقص هذا يُرجى إذا كان مجرد تقويم لا بتفليج ولا بغيره، تعديل سن مائل يعدل لا بأس، وما عدا ذلك فالأصل أن يبقى كل شيء على حاله.</p>
<p>Namun jika penanya adalah perempuan dan suaminya merasa jijik dengan kondisi giginya dan si isteri bermaksud untuk berdandan untuk suaminya dengan menata gigi, tidak dengan merenggangkan, menambah atau mengurangi gigi maka diharapkan hukumnya adalah tidak mengapa, ingat hanya sekedar meluruskan gigi yang tidak lurus tidak dengan merenggangkan gigi atau yang lainnya.</p>
<p>Jika metode yang digunakan itu bukan hanya meluruskan gigi maka pada dasarnya segala sesuatu dibiarkan sebagaimana apa adanya</p>
<p dir="LTR"><strong>Sumber</strong>:</p>
<p dir="LTR">http://www.khudheir.com/audio/5625</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-behel-gigi&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/hukum-behel-gigi"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3634&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Sudah membaca yang ini?</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/pahala-donor-darah" title="Pahala Donor Darah">Pahala Donor Darah</a> (7)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/doa-qunut-ketika-shubuh" title="Do&#8217;a Qunut Ketika Shubuh">Do&#8217;a Qunut Ketika Shubuh</a> (106)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/download-kajian-adabul-mufrod-bab-berbuat-baik-kepada-orang-yang-berbuat-baik-dan-berbuat-maksiat" title="Download Kajian Adabul Mufrod &#8211; Bab Berbuat Baik Kepada Orang yang Berbuat Baik dan Maksiat">Download Kajian Adabul Mufrod &#8211; Bab Berbuat Baik Kepada Orang yang Berbuat Baik dan Maksiat</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/bekam-sunnah-nabi" title="Bekam Bukan Sunnah Nabi">Bekam Bukan Sunnah Nabi</a> (21)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/kumis-pak-raden" title="Kumis Pak Raden">Kumis Pak Raden</a> (8)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/toga-sarjana" title="Toga Sarjana">Toga Sarjana</a> (0)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/pengakuan-hasan-al-bana" title="Pengakuan Hasan al-Bana">Pengakuan Hasan al-Bana</a> (16)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/angan-angan-syaikh-ibnu-utsaimin" title="Urgensi Berangan-Angan">Urgensi Berangan-Angan</a> (22)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/beranggapan-sial-dengan-angka-13" title="Beranggapan Sial dengan Angka 13">Beranggapan Sial dengan Angka 13</a> (4)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/yang-dimaksud-sunni-dan-syiah" title="Yang Dimaksud Sunni dan Syi&#8217;ah">Yang Dimaksud Sunni dan Syi&#8217;ah</a> (12)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-behel-gigi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Nama Thoha</title>
		<link>http://ustadzaris.com/hukum-nama-thoha</link>
		<comments>http://ustadzaris.com/hukum-nama-thoha#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 00:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[alquran]]></category>
		<category><![CDATA[nama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=3621</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:

Apa hukum bernama dengan nama surat dalam al Qur'an atau dengan kata-kata yang ada dalam al Qur'an semisal Thoha dan Dhuha?
Jawaban Syaikh Dr Abdul Karim al Khudhair:

Jika nama tersebut bukanlah tergolong nama yang mengandung pujian berlebih-lebihan terhadap diri sendiri, maknanya bagus dan bukan nama atau gelaran khusus bagi Allah hukumnya boleh bernama dengan nama tersebut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-nama-thoha&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL"> هذا يقول: ما حكم التسمية بأسماء آيات القرآن أو السور أو بعض الكلمات الواردة في القرآن مثل طه وضحى؟</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>:</p>
<p>Apa hukum bernama dengan nama surat dalam al Qur&#8217;an atau dengan kata-kata yang ada dalam al Qur&#8217;an semisal Thoha dan Dhuha?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">التسمية إذا خلا الاسم من التزكية، إذا خلا من تزكية النفس، وصار معناه صحيحاً، وليس من خواص الرب -جل وعلا- جاز التسمية به، إلا إذا كان سمي به أحد الكفار مثلاً، أو الظلمة وأراد بهذه التسمية الإعجاب بالمسمى به، كما يسمي فرعون مثلاً، هذا يمنع لأنه نابع عن إعجاب بهذا الشخص الظالم الباغي المعتدي الكافر، وأما التسمية بطه فلا بأس بها، التسمية بضحى لا بأس أيضاً.</p>
<p>Jawaban <strong>Syaikh Dr Abdul Karim al Khudhair</strong>:</p>
<p dir="LTR">Jika nama tersebut bukanlah tergolong nama yang mengandung pujian berlebih-lebihan terhadap diri sendiri, maknanya bagus dan bukan nama atau gelaran khusus bagi Allah hukumnya boleh bernama dengan nama tersebut.</p>
<p dir="LTR">Kecuali jika nama tersebut merupakan nama tokoh kekafiran atau tokoh dalam kezaliman dan maksud dari penamaan tersebut adalah rasa kagum dengan sang tokoh semisal nama Fir&#8217;aun karena penamaan ini sumbernya adalah rasa kagum terhadap tokoh kafir yang zalim tersebut.</p>
<p dir="LTR">Sehingga boleh bernama dengan Thoha atau pun Dhuha</p>
<p dir="LTR"><strong>Sumber:</strong></p>
<p dir="LTR">http://www.khudheir.com/audio/5622</p>
<div class="fblike_button" style="margin: 10px 0;"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fustadzaris.com%2Fhukum-nama-thoha&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=segoe ui&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:23px"></iframe></div>
<div name="googleone_share_1" style="position:relative;z-index:5;float: right; margin-left: 10px;"><g:plusone size="tall" count="1" href="http://ustadzaris.com/hukum-nama-thoha"></g:plusone></div><img src="http://ustadzaris.com/?ak_action=api_record_view&id=3621&type=feed" alt="" /><h3  class="related_post_title">Artikel Terkait</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://ustadzaris.com/salah-kaprah-nama-kun-yah" title="Salah Kaprah Dengan Nama Kun-yah">Salah Kaprah Dengan Nama Kun-yah</a> (1)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/panggilan-hari-kiamat3937" title="Panggilan Pada Hari Kiamat">Panggilan Pada Hari Kiamat</a> (5)</li><li><a href="http://ustadzaris.com/penghafal-al-quran-tercela" title="Hafal al Quran Yang Tercela">Hafal al Quran Yang Tercela</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzaris.com/hukum-nama-thoha/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.623 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-21 22:47:06 -->

