Buku Fadhail Amal JT Menurut Ulama

الفتوى رقم ( 21412 )

Fatwa Lajnah Daimah no 21412

س : الشيخ محمد زكريا رحمه الله من أشهر العلماء في الهند وباكستان ، وخاصة في أوساط جماعة التبليغ ، وله مؤلفات عدة ، منها كتاب (فضائل أعمال) حيث يقرأ هذا الكتاب في الحلقات الدينية في جماعة التبليغ ، وأعضاء هذه الجماعة يعتقدونه مثل (صحيح البخاري ) وغيره وكنت منهم ،

Pertanyaan, “Syaikh Muhammad Zakariya itu termasuk ulama yang terkenal di India dan Pakistan terutama di kalangan Jamaah Tablig. Beliau memiliki beberapa karya tulis di antaranya adalah buku Fadhailul A’mal. Buku ini dibacakan pada berbagai acara keagamaan di kalangan JT. Para anggota JT menyakini buku ini semisal Sahih Bukhari atau buku hadits lainnya. Perlu diketahui bahwa aku adalah salah satu aktivis JT.

وأثناء قراءة هذا الكتاب وجدت بعض القصص المروية قد صعب علي فهمها واعتقادي عليها ، فلذا أرسل إلى لجنتكم كي تحل مشكلتي ،

Pada saat aku membaca buku tersebut aku jumpai beberapa kisah yang sulit aku pahami dan aku yakini. Oleh karena itu aku bertanya kepada Lajnah Daimah agar kebingunganku segera berakhir.

ومن هذه القصص قصة يرويها السيد أحمد الرفاعي ، حيث يقول : إنه بعد أداء فريضة الحج لما زار قبر الرسول صلى الله عليه وسلم وأنشد الأبيات التالية قائما أمام قبر الرسول صلى الله عليه وسلم ، حيث قال :

Di antara kisah tersebut adalah kisah yang dituturkan oleh Sayyid Ahmad Rifa’i. Beliau bercerita bahwa setelah beliau menunaikan ibadah haji beliau berziarah ke makam Rasulullah. Saat itu sambil berdiri beliau membacakan beberapa bait syair di bawah ini di hadapan makam Rasul

فـي حالـة البعـد روحي كنت أرسلها تقبـــل الأرض عنــي وهــي نــائبتي
وهـــذه دولــة الأشــباح قــد حــضرت فامدد يمينك كي تحظى بها شفتي

“Saat jauh darimu, kukirimkan arwahku#
Bumi menerimaku dan bumi adalah wakilku
Banyak sosok manusia yang telah hadir di sini#
Maka ulurkanlah tangan kananmu agar bibirku mendapatkan keberuntungan”.

بعد قراءة هذه الأبيات خرجت اليد اليمنى للرسول صلى الله عليه وسلم فقبلتها ، (الحاوي) للسيوطي ،

Setelah membaca bait-bait di atas keluarlah tangan kanan Rasulullah lantas aku menciumnya. Dikutip dari al Hawi karya Suyuthi.

وذكر أن هناك تسعين ألف مسلم كانوا ينظرون هذا الحدث العظيم ، وتشرفوا بزيارة اليد المباركة ، ومنهم الشيخ عبد القادر جيلاني رحمه الله ، والذي كان موجودا في ذاك المكان بالمسجد النبوي الشريف (البنيان المشيد)

Disebutkan bahwa ketika itu ada 90 ribu muslim yang menyaksikan peristiwa monumental itu. Mereka mendapatkan kemuliaan untuk menyaksikan tangan Nabi. Di antara yang hadir adalah Syaikh Abdul Qadir al Jailani. Beliau hadir di tempat tersebut di masjid Nabi. Dikutip dari buku al Bunyan al Masyid.

في ضوء هذه القصة أريد أن أسألكم
الجزء رقم2، الصفحة رقم 283
1- هل هذه القصة لها أصل أم ليست لها حقيقة ؟
2- ما رأيكم في كتاب (الحاوي) للسيوطي ، حيث أثبتت هذه القصة فيه ؟

Bertolak dari kisah di atas aku ingin menanyakan beberapa hal:
Pertama, apakah kisah di atas adalah kisah nyata ataukan kisah yang mengada-ada?
Kedua, apa pendapat Lajnah Daimah mengenai buku al Hawi karya Suyuthi karena kisah ini tercantum di buku tersebut?

3- وإذا كانت هذه القصة غير صحيحة ، فهل تجوز الصلاة خلف الإمام الذي يروي هذه القصة ويعتقد أنها صحيحة ، وهل إمامته جائزة أم لا ؟

Ketiga, jika kisah di atas tidak benar, bolehkan shalat bermakmum orang yang menceritakan kisah di atas dan menyakini kebenarannya? Bolehkah orang tersebut menjadi imam?

4- وهل يجوز قراءة مثل هذه الكتب في الحلقات الدينية بالمساجد ، حيث يتلى هذا الكتاب في مساجد بريطانيا لجماعة التبليغ ، وله شهرة كبيرة بالمملكة العربية السعودية ، وخاصة بالمدينة المنورة ، حيث عاش مؤلف هذا الكتاب زمنا طويلا بالمدينة المنورة .

Keempat, apakah dibolehkan membacakan semisal buku di atas dalam berbagai acara keagamaan yang diadakan di masjid. Buku ini yaitu buku Fadhailul A’mal di bacakan di berbagai masjid JT di Inggris. Buku tersebut juga sangat terkenal di Arab Saudi terutama di Madinah, mengingat penulis buku tersebut tinggal lama di Madinah Munawwarh.

أرجو من المشائخ الكرام أن تفيدونا بالجواب الكافي المفصل ، وحتى أترجم إلى اللغات المحلية وأوزع على أصحابي وزملائي وبقية المسلمين الذين أتحدث معهم على هذا الموضوع ؟

Aku berharap agar para ulama yang duduk di Lajnah Daimah memberikan jawaban rinci kepadaku sehingga sehingga bisa aku terjemahkan ke dalam bahasa daerahku lalu kubagikan kepada sahabat dan kawanku serta kaum muslimin yang lain yang terlibat pembicaraan denganku terkait hal ini.

ج : هذه القصة باطلة لا أساس لها من الصحة ؛ لأن الأصل في الميت نبيا كان أم غيره أنه لا يتحرك في قبره بمد يد أو غيرها ، فما قيل من أن النبي صلى الله عليه وسلم أخرج يده للرفاعي أو غيره غير صحيح ، بل هو وهم وخيال لا أساس له من الصحة ، ولا يجوز تصديقه ، ولم

Jawaban Lajnah Daimah,

“Kisah di atas adalah kisah yang mengada-ada, sama sekali tidak benar. Pada dasarnya, orang yang telah meninggal dunia baik nabi ataupun lainnya tidaklah bisa menggerakkan anggota badannya di dalam kubur baik dengan menjulurkan tangan ataupun anggota tubuh lainnya. Sehingga cerita bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeluarkan tangannya dari dalam kubur kepada Rifai atau pun yang lainnya adalah suatu yang tidak benar, bahkan itu hanyalah cerita fiktif yang sama sekali tidak benar sehingga tidak boleh dipercaya.

يمد يده صلى الله عليه وسلم لأبي بكر ولا عمر ولا غيرهما من الصحابة فضلا عن غيرهم ،

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja tidak pernah menjulurkan tangannya kepada Abu Bakar, Umar ataupun sahabat yang lain. Bagaimana lagi dengan orang yang bukan termasuk sahabat Nabi.

ولا يغتر بذكر السيوطي لهذه القصة في كتابه : (الحاوي) ؛ لأن السيوطي في مؤلفاته كما قال العلماء عنه : حاطب ليل يذكر الغث والسمين ،

Jangan terpedaya gara-gara Suyuthi menyebutkan kisah ini dalam bukunya al Hawi karena Suyuthi dalam buku-bukunya sebagaimana penilaian banyak ulama adalah bagaikan orang yang mencari kayu bakar di malam hari artinya tidak menyeleksi terlebih dahulu apa yang ditulis.

ولا تجوز الصلاة خلف من يعتقد صحة هذه القصة لأنه مصدق بالخرافات ومختل العقيدة ،

Tidak boleh shalat bermakmum dengan orang yang menyakini benarnya kisah di atas karena dia adalah orang yang percaya dengan mitos sehingga akidahnya cacat.

ولا تجوز قراءة كتاب (فضائل أعمال) وغيره مما يشتمل على الخرافات والحكايات المكذوبة على الناس في المساجد أو غيرها ؛ لما في ذلك من تضليل الناس ونشر الخرافات بينهم .

Tidak boleh (baca:haram) membacakan buku Fadhailul A’mal ataupun buku lain yang sejenis kepada jamaah masjid atau kumpulan manusia yang lain. Ketentuan ini berlaku untuk semua buku yang berisikan mitos dan cerita-cerita bohong. Hal ini terlarang karena dalam perbuatan tersebut terdapat upaya menyesatkan banyak orang dan menyebarluaskan cerita-cerita tidak berdasar di tengah-tengah masyarakat.

نسأل الله عز وجل أن يوفق المسلمين لمعرفة الحق والعمل به إنه سميع مجيب . وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه .
وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم .

Kami memohon kepada Allah agar Dia memberi taufik kepada kaum muslimin agar mereka mau mengenal kebenaran dan mengamalkannya. Sesungguhnya Dia adalah zat yang maha mendengar dan mengabulkan doa”.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو بكر أبو زيد عضو صالح الفوزان عضو عبد الله بن غديان الرئيس عبد العزيز بن عبد الله آل الشيخ

Fatwa ini ditandatangani oleh Bakr Abu Zaid, Shalih al Fauzan dan Abdullah bin Ghadayan masing-masing selaku anggota Lajnah Daimah dan Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Alu Syaikh selaku ketua Lajnah Daimah.

فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء>المجموعة الثانية>المجلد الثاني (العقيدة)>الأعياد>قصة باطلة
الجزء رقم2، الصفحة رقم282
الجزء رقم 2، الصفحة رقم 284

Sumber: Fatawa Lajnah Daimah Majmu’ah kedua, jilid 2 hal 282-283.

Bisa dibaca di sini: www.alifta.net

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 39
  • Ustadz bagaimana menyikapi Fatwa diatas “Tidak boleh shalat bermakmum dengan orang yang menyakini benarnya kisah di atas karena dia adalah orang yang percaya dengan mitos sehingga akidahnya cacat” karena Masjid ditempat saya sering yg menjadi imam adalah orang dari JT. Apakah saya boleh atau tidak bermakmum kepada mereka secara umum?? Atau apakah saya harus mencari tau secara khusus mengenai aqidah orang yang jadi imam dari firqoh JT tersebut?? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih ustadz, jazakallahu khairan.

  • ustadzaris 8 years ago

    #wusko
    Kalo anda tahu kebetulan orang JT tersebut mengimani kisah di atas maka anda tidak boleh bermakmum dengannya. Jika anda belum anda tidak perlu selidik-selidik

  • Fahrul 8 years ago

    Assalamu`alaikum
    Ustadz Aris,ana  minta izin menyebarluaskannya.

  • abu abdillah evan 8 years ago

    bismillah.
    ustadz, apakah yang dimaksud seseorang bernama ‘Suyuti’ oleh si penanya dalam tanya jawab tersebut adalah Jalaluddin as Suyuthi/ Imam as Suyuthi? pernah disebutkan dalam sebuah artikel yang pernah saya baca bahwa buku karya beliau yang berjudul Al-Kasyfu An Mujawazah Hadzihi Ummah Alf adalah buku yang berisi kebathilan. saya memiliki satu buku karya beliau berjudul Tarikh Khulafa (edisi bahasa indonesia). apakah buku tersebut boleh saya jadikan referensi? syukron.

  • Di Kitab Fadhilah Amal ada amalan sholat isyroq dan sekarang sudah di amalkan kaum SALAFI

  • ustadzaris 8 years ago

    #Suwung
    apa hubungan antara shalat isyroq dengan bahaya buku Fadhilah Amal karena memuat hadits-hadits palsu dan cerita-cerita lalu hal ini dijadikan komsumsi orang awam yang buta tentang hadits dan aqidah yang benar?

  • ustadzaris 8 years ago

    #evan
    Jalaluddin Suyuthi memiliki karya yang bagus dan karya yang “bermasalah”. Insya Allah, tarikh khulafa termasuk karya beliau yang secara umum bagus.

  • Wow, cukup dalam :)
    Ustadz, teman saya di FB berasal dari bermacam2 kelompok, terkadang sy men-share artikel2 yg sdikit menyinggung atau menasihati mereka, bahkan terkadang sy memposting artikel2 dari para ustadz yg membantah pendapat mereka, padahal dari segi keilmuan sy msh sangat awam sekali. Salahkah sy? Apakah sy termasuk riya’?

  • @suwung : shalat isyraq sudah diamalkan oleh kaum salafy sejak dahulu kala, bahkan sebelum lahirnya syaikh Ilyas rahimahullah. Dan sebaik-baik salaf kita adalah Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam

  • ustadzaris 8 years ago

    #iksan
    Tidak salah tapi sampaikan sumbernya

  • Dalam hal ini Lajnah mengatakan bahwa Imam Suyuthi adalah seperti sosok Pencari Kayu Bakar di malam hari.
     
    Ustadz, Pertanyaan saya, Apa saja kitab karya As-Suyuthi yang “BERMASALAH” atau “DI WASPADAI” isinya yang sudah diteliti oleh Lajnah?
     
    Mohon di infokan…
     
    Mawlana Zakariya Rahmahullah ini cuma sesosok Ulama biasa saja, apabila untuk kitab beliau Lajnah memberikan perhatian lebih maka sudah sepantasnya Lajnah memberi perhatian yang jauh lebih tinggi terhadap Imam Suyuthi dan Kitab-kitabnya.
     
    Mudah-mudahan sudah ada Daftar Kitab-kitab Imam Suyuthi yang isinya “BERMASALAH” sesuai dengan penelitian Ilmiyah dan Amaliyah.
     
    Kalau belum ada, Semoga Allah memudahkan Lajnah untuk memeriksa dan menyebarkan Daftar Kitab “BERMASALAH” Imam Suyuthi
     
    Agar seluruh Umat Islam yang ingin mengikuti kehidupan Salafush Sholih dengan benar bisa mendapat Ilmu yang benar….Amin
     

  • Abu Huurun 8 years ago

    Assalamualaikum
    Ustadz atau antum sekalian bisakah ana tunjukan difadhilah mana atau letak detailnya dalam kitab fadhoil amal, cerita mungkar tsb dinukilkan? mengingat kitab tsb ternyata lumayan tebal.

  • ustadzaris 8 years ago

    #ihsan
    Lajnah Daimah adalah lembaga fatwa yang akan melakukan pengkajian dan penelitian jika ada orang yang bertanya.

  • ahmad yabie 8 years ago

    saudara kita yg di JT itu memang aneh-aneh…. semoga mereka mau baca buku yg lain… dan nggak taqlik sama amir-amir nya….

  • abdillah 8 years ago

    Izin Share ustad

  • ustadzaris 8 years ago

    #abdillah
    silahkan.

  • Helmy Bagaskara 8 years ago

    jangan mengira orang2 yang sudah ikut Shalat berjamaah di masjid,dan memakmurkan masjid itu sudah bebas dari syirik dan bidah,belum mas jt, tugas andalah mendakwahkan apa itu syirik,bid’ah terlebih dahulu baru Shalat dan yang lainnya, kalau mereka masih syirik dan bid’ah sia2lah Shalat dan amalan baik mereka Mas, cobalah berfikir,lembutkan hati anda jangan keras kayak batu gunung dan sungai,kita saling memberi nasehat yang benar bukan pembenaran,enda perlu anda ngotot,shalat ini ditiru ini,shalat itu ditiru itu, Shalat adalah kewajiban setiap Muslim,ok mas ya,salam sayang buat mas JT.

  • mau tanya , apakah kelompok salafy dan kelompok jamaah tabligh itu bermusuhan. mohon maaf sebelumnya karena masih awam.

  • ustadzaris 8 years ago

    #rudi
    Setiap muslim adalah saudara. karena cinta kita dengan saudara kita di Jamaah Tabligh maka perlu kita ingatkan beberapa kekeliruan mereka. Peringatan karena cinta dan kasih sayang ini, sayangnya sering disalah pahami. Bukanlah cinta namanya jika orang yang dicintai melakukan kesalahan malah dibiarkan bahkan dimotivasi untuk terus dalam kesalahan.

  • abdul rohim 8 years ago

    Sedikitnya ada 6 sunnah yang dilupakan oleh para dai baik dari salafy/wahabi yang mengaku dirinya paling sunnah dan harokah/ organisasi lainnya
    Saya dibesarkan dalam tradisi NU namun kemudian saya mempelajari bubku-buku persis dan buku-buku Muhamadiyah, saya pun memepelajari gerakan dakwah, organisasi-organisasi dakwah yang konsen terhadap perbaikan akhlak umat semisal yaitu ikhwanul muslimin, alarqom, MQ aagym dll, atau harokah politik seperti PKS, NII, HT
    Kemudian saya dikenalkan dengan faham wahabi/salafy sejak 2004 itu. Sejak itu saya memjadi pembenci semua muslim selain yang sepaham dengan saya, hasilnya saya tak banyak memiliki teman. Banyak musuh iya dari gol NU dll, Lalu suatu ketika saya mengamati perkembangan teman saya yang mengikuti Jamaat Tabligh (JT) setelah lebih dari tujuh tahun ia mengiktui JT itu,
    ada perbedaan dengan saya dia lebih santun, dia lebih ramah, dia lebih bersahabat, dia lebih enak untuk dibengar kata-katanya, tidak ada kebencian, dia tidak memusuhi siapapun, tidak memusih saya padahal tadinya saya memusuhi dia, karena dia ahli bidah, tapi dia tidak balik memusuhi,
    kemudian saya membaca buku-bukunya JT ta ada penyimpangan bahkan kalo dikalkulasi tingkat bidah JT dengan Aa Gym, karena Aa Gym dan dai pergerakan lainnya, banyak mencontohkan perilaku yang bid’ahnya lebih banyak, conto Aagym ada sholat tahajud berjamaah dibiasakan dimasjid setiap ada acara mabit, Yusuf mansur ada jamaah duha, Kalao Arifin ilham ada jamaah dzikir dan zikir menjadi sebuah trademark darinya sehingga dengan dakwah dan dzikirnya mereka komersilkan, Di JT itu tidak ada,
    JT menganggap siapapun yang sama kalimatnya lalailahaillalloh muhamadarrosululloh adalah saudara jadi JT tidak memusuhi siapapun dan golongan apapun bahkan di daerah kami JT telah banyak menyadarkan preman-preman dan para pemabuk untuk bertaubat dan tidak mengulang perbuatan tsb. Yang mana ini tidak dilakukan oleh salafy, di JT berkumpul orang-orang dari berbagai latar belakang, ada NU, Muhamadiyah, Persis, NII, Arqom, IM, Wahaby, Tarekat dll;
    di JT ditekankan menghormati makhluk Alloh, karena menghormati penciptanya yaitu Alloh
    Jadi jangan heran kalo JT lebih penyayang dibanding yang lainnya . JT sangat menghormati sesama muslim atau disebut ikromul muslimin karena seagama, menghormati sesama manusia karena Allah menyebutkan bahwa manusia adalah makhluk yang dimuliakanNya, menghormati alam, hewan dan tumbuhan karena menghormati pencipta mereka yaitu Alloh .
    Perbandinganya ketika saya memakai faham salafy (sekarang saya insaf) sy menjadi seperti iblis yaitu rasa takabur merasa diri poaling tau dan maunya menyalahkan orang terus, memusuhi ahli bidah, boro boro ingat dakwah untuk menyadarkan orang-orang yang bermaksiat seperti para pemabuk dan psk penjudi dll. Malah sibuk nyerang NU dan ahli bidah lainnya. salafy hanya berdiam diri di majlis taklim dan mendoktrin semua jamaah untuk menbenci golongan yang lainnya
    Padahal seharusnya mereka SAlafy, memberi andil terhadap dakwah yaitu menyadarkan orang-orang yang bergelimang dalam kemaksiatan dan tidak pernah sholat jamaat ke mesjid.
    Salafy hanya diam di masjid dan di radio-radio dakwah atau mimbar-mibar maya memberikan materi cuci otak untuk membenci pelaku bidah, Salafy tidak pernah mengajarkan jaulah padahal itu sunnah yang dianjurkan. Berikut ada beberapa sunnah yang tidak dilakukan oleh Salafy yang mengaku paling ahli sunnah
    Dalam dakwah mereka hanya sebatas omong doang dalam upaya Ta’mirul masjid mereka tidak pernah member conto rutin tiap minggu itikaf dimasjid jadi itikaf salafy hanya dalam bulan Ramadan itupun syeikhnya sendiri tak pernah / jarang ikut I’tikaf, masjid tidak diisi dengan kegiatan ta’lim wa taalum, salafi tidak risau atau tidak merasa bersalah ketika masjid umat muslim sepi dan ramainya hanya saat solat jumat, sedangkan pada solat rawatib hanya 1-2 orang saja. Padahal upaya ta’mirul masjid adalah sebagian ciri orang yang beriman. Mereka bangga jika jamaah ngajinya banyak padahal masjidnya kosong.
    Mereka melupakan Silaturrahim kepada saudara di luar golongannya. padahal silaturrahim sesama muslim adalah penting, sunnah silaturrahim sebaiknya dilaksananak setiap hari dengan menyempatkan beberapa menit untuk itu, isinya silaturrahim adalah mengajak orang bersama-sama memakmurkan mesjid dengan berjamaah sholat dan ta’lim
    Sunnah jaulah yaitu jalan-jalan adalah nguprak-nguprak atau mengajak-ajak orang untuk sholat jamaah dilakukan setengah jam sebelum magrib, yaitu kepada masyarakat sekitar masjid supaya bergegas ke masjid untuk berjamaah maghrib . tradisi ini adalah sannah yang tidak dilakukan oleh jamaah baik NU Muhamadiyan persis maupun SAlafy yang mengaku paling ahli sunah tapi kegiatan jaulah atau mengajak-ngajak segera ke mesjid ini tidak dilakuakn lainnya kecuali JT.
    Sebagai catatan kenapa di sekitar mekah tidak ada jaulah ngajak-ngjak jamaah karena mereka sudah terbiasa untuk slat berjamaah saat adzan dikumandangkan artinya cukup dengan azan
    Adapun keadaan di negeri-nergeri muslim pada umumnya dan Indonesia pada khususnyaa adzan saja tidak cukup untuk memanggil mereka untuk sholat berjamaah, karena kurangnya ilmu dan kesadaran agama mereka, perlu pemaksaan sekedar diajak asal tidak menjadikan mereka marah .
    Bukankah pada awal-awal turunnya anjuran berjamaah adalah rosul sampai mengancam akan membakar rumah yang orang laki-lakinya tidak ikut berjamaah
    Bayan adalah pengajian umum menjelaskan pentinganya iman islam. Iman islam menjadi syarat untuk bisa hidup tenang di dunia dan akhirat biasaanya dilakukan seminggu sekali
    Musyawarah adalah upaya jamaah yang sudah biasa ke mesjid untuk memikirkan bgmana supaya masjid lebih banyak jamaahnya bagaimana orang yang belum masuk mesjid tertarik untuk beribadah di dalam mesjid, inipun tidak dilakukan oleh jamaah kecuaali remaja mesjid dan DKM yang sifatnya hanya sebulan sekali padahal minimalnya seminggu sekali
    Talim wataalum kegiatan ini dilaksanakan setiap hari dengan istiqomah yaitu membacakan 1-2 hadis yang telah diberikan syarah atau penjelasan sehingga tinggal dibaca saja dan semua orang bisa membacanya, satu orang membaca dan yang lain menyimak isi dari hadis atau ayat quran tersebut temanya adalah tarhib watarghib sehingga orang gemar untuk beramal di masjid,
    Biasanya hadis-hadis yang ringan tentang fadlilah amal karana pendengarnya banyak oran-orang awam, kegiatan ini dilaksanakan setelah wirid, selama 7-10 menit saja,
    Kegiatan ini tidak dilkukan jamaah lain sebut saja salafi, padahal ini penting karena tipikal orang itu aslinya butuh ilmu tapi juga kadang tak punya waktu banyak untuk mendengar ceramah 1-2 jam kalo
    Buku yang dibaca adalah buku Fadhailul amal (berisi tentang fadilah alqur’an fadilah sholat fadilah berjamaah fadilah sedekah fadilah puasa fadilah haji fadilah dakwah dll)
    Bisa saja bukunya diganti asalkan terencana dan tersusun secara sistematik sehingga temanya tidak itu-itu saja. Misalnya dengan kitab shahih bukhori asalkan sudah ada penjelasannya sehingga tidak perlu seorang ahli untuk menerangkannya, orang awampun bisa membacanya karena tinggal membacakan saja
    Catatan Misalkan ada hadis dhoif atau diperselisihkan rewayat, kwalitas hadisnya maka sebaiknya hadis yang tidak berkwalitas tidak dibaca namun bukan berarti semua keterangan di buku fadhail amal itu jelek. Karena itu karangan manusia termasuk buku-buku wahabiy seperti karangan bin baz atau al utsaimain pun pastinya ada salahnya
    Adab sunnah mudzakaraoh adalah membahas tentang fiqih dan akhlak adapun bukunya tidak ada secara spesifik maka yang dipakai adalah biuku bersumber kepada hadis yang shohih disini bisa dipakai buku-buku dari wahaby/salafy dengan penyesuaian tidak menyerang kelompok lain,
    Pesantrennya JT = khuruj (keluar dari rumah dan dating ke mesjid)
    Adalah pesantrennya orang NU. sekolahnya Muhamadiyah dan Persis rata-rata 3-6 tahun
    Maka tidak mungkin anda yang berusia 20-70 tahun harus mondok selama itu maka JT memberisolusi pesantren kilat 3 hari tiap bulan yang tidak mengganggu aktifitas kerja maisyah pada umumnya.
    3 hari = kegiatan sebulan sekali anggota jt untuk memperbaiki diri dgn belajar bersungguh sungguh di masjid dengan saling mengajar dan memupuk persaudaraan antara sesama anggota dan masayarakat yang ditempati
    jadwalnya adalah
    jam 8 tiba dimasjid tujuan, Pembagian tugas seperti masak penujukan amir/ ketua bidang, nyetor uang rp 20rb utk tiga hari kepada ketua kelompok (murah bangaet Cuma 7500/hari), bersih bersih dulu , dsb
    jam 12 sholat dzhuhur dilanjutkan mudzkaroh adab sholat adab wudhu sd jam 1 lalu makan siang berjamaah
    jam 2 Tidur siang atau silaturaahim
    jam 15 solat ashar baca buku ta’lim 10 menit satu orang membaca yang lain mendengarkan
    jam 16.00-16-45 Silaturrahim lagi kesekitar masjid 1-2 orang tetangga masjid lalu pulang lagi ke mesjid
    jam 17.20 jaulah menyebar ke 4 penjuru arah mengajak-ngajak sholat magrib
    jam 18 sholat maghrib pengajian umum
    jam 19 sholat isa baca buku ta’lim 10 menit satu orang membaca yang lain mendengarkan
    jam 19.45 makan malam berjamaah
    jam 20.00 santai- (istriraht ada yang baca buku, qur’an shalat sunaah terserah)
    jam 03 bangun tahajud atau baca qur’an atau ada yang tidu aja
    jam 04 Sholat shubuh lalu baca buku ta’lim 10 menit satu orang membaca yang lain mendengarkan
    Talim
    Jam 05 Musyawarah bagaimana supaya masjid lebih semarak lagi
    Jam 06-07 opsih sarapan pagi
    Jam 09-11 talim /tadarus
    Nah biasanya yang punya aktifitas yang ga bias ditinggalin dari jam 7-12 ada yang pulang dulu lalu balik lagi pas dhuhur
    begitu seterusnya selama 3 hari (talim yang dibaca alah buku fadhoilul amal) dengan berbagai tema ganti-ganti temanya
    Ini jika dikatakan bidah maka bidahnya sama dengan bidah pesantren kilat remaja di bln ramadan pada umumnya atau bidah pesantren NU 6 tahun atau bidah nya pesantren quran 1-3 tahun
    Anjuran bagi yang ingin 40 hari dilaksanakan 1 x setahun
    Kegiatannya sama dengan 3 hari berarti selama 40hari = 12-13 masjid yang dsisinggahi /’tikafi
    4 bulan, Kegiatannya sama dengan 3 hari berarti selama 120hari = ada 40 masjid yang disinggahi /’tikafi
    Pertemuan nasional tahunan biasanya di ibu kota negara yang bersangkutan seperti mu’tamar NU / Milad muhamadiyah berupa pengajian akbar berisi perbaikan amal iman dan ikhlash, dan rasa risau umat bagaimana agar umat muslim selamat dunia akhirat indikatornya muslim senang dengan masjid
    Pertemuan internasional seperti pertemuan PBB namun tiap Negara tidak dibatasi mau berapa banyak saja jamaah datang ke acara ini berupa silaturahim dan pengajian akbar dengan tema sama yaitu iman amal dan ikhlas
    Adapun haji dan umroh JT sama ke Mekah tidak ada JT yang mengaku saya telah berhaji ke Bangladesh Pakistan atau india. Coba piker masa menghadiri rapat dunia mu’tamar alam islamy dinamakan haji
    Adapun buku yang jadi muqorror nya adalah fadhoilul amal, muntakhob hadis, kehidupan sohabat, karena gak mungkin harus pake alfiyah fathul muin atau ihya ulumidin soalnya ga tematik gitu loh.
    Demikian silahkan anda untuk menyerang kami (jika anda seorang penyerang/bukan saudara segeagama kami)
    semoga Alloh mengampuni dosa-dosa kita
    fb>[email protected]
     

  • @pak Abdul rohim, semoga Allah menjauhkan saya dan Anda dari fanatik kepada kelompok tertentu. Fanatik hanyalah kepada Islam yang sahih, bukan kepada ‘JT’, bukan kepada ‘salafy’, bukan kepada yang lainnya.

  • Iyan SSG 8 years ago

    @ Abdul Rohim : kalau kita mengikuti Manhaj Salaf maka akhlak kita harus mengikuti ajaran Rasulullah shalallahu’alaihi wa Salam, saya tdk bermusuhan dgn siapapun.
    Mungkin antum salah memasuki salafi, karna yg mengaku Salafi banyak sekali kelompoknya.

  • @akhi abdul rohim
     
    Mohonlah petunjuk pada Allah Ta’ala. Sekedar untuk akhi tau, org yg menisbatkan dirinya pada manhaj salaf maka ia haruslah berakhlak spt salafus sholih. Oleh karena itu, jika ada seseorg yg menisbatkan dirinya pd manhaj salaf sementara sifat2nya spt yg anda sebutkan diatas, maka penisbatannya itu hanya klaim semata atau bisa jadi ia adalah org yg baru mengenal manhaj salaf dan sedang semangat2nya menuntut ilmu.
     
    “Belajarlah menelaah manhajnya, jgn melihat org2nya. Niscaya anda akan tahu apa itu manhaj salaf”

  • abdul rohim 8 years ago

    sesungguhnya kelompok kami tak punya nama hanya orang-orang yang menamai sesuai apa yang dilihat karana ada pula di kampung kami menyebutnya sebagai jemaat jenggot, ada juga menyebut jamaah pemakmur masjid, jamaah khuruj, jemaah dakwah, jemaah siwak, jemaah jaulah, jemaah islam sungguh gerakan ini tak punya, nama-nama itu adalah sebutan dari luar dan sedangkan pendirinya juga bingung menamai gerakan ini apakah jemaah islam atau islam saja atau jemaah iman, akhirnya beliau rah. a menamainya gerakan iman
    @Pa Iyan SSG saya belajar salaf dari kakak saya yang telah 10 tahun di saudi,yang dia sangat dekat dengan syek bin bazz syekh al syuyukh, syekh fauzan ibn fauzan. saya tidak salah guru dalam salafy.
    catatan : betapa banyak organisasi dan gerakan yang menyebut dan mengklaim dirinya sebagai ahlussunah waljamaah (termasuk salafy) namun sebatas fikir ilmu dan teori saja tapi aplikasinya kurang diperhatikan bahkan tidak mencerminkan ASWJ.
    kami tak pernah menyebut diri kami sebagai ASWJ tapi kami berupaya belajar mempraktikan sunnah dalam kehidupan sehari-hari kami. semisal bersiwak sebelum sholat, memakai gamis, makan dengan 3 jari, minum sambil duduk sehingga di amerika kami disbut sebagai islam kuno (ghuroba) dan itupun bukan kami yang mengklaim atau menamai.
    semoga kita tidak terjebak dengan menganggap diri paling benar, semoga alloh memberi hidayah kepada kita semua amiin

  • “kelompok kami” ???? inilah hizbiyyah tulen, menjadikan wala’ dan bara’ kepada kelompoknya. Menjadikan kelompoknya sebagai kebanggaan.
    Sedangkan ahlus sunnah menjadikan wala’ dan baro’ HANYA kepada al Quran dan sunnah yang sahih
    “di JT berkumpul orang-orang dari berbagai latar belakang, ada NU, Muhamadiyah, Persis, NII, Arqom, IM, Wahaby, Tarekat dll” ??? …engkau mengira mereka berkumpul, padahal hati-hati mereka berlainan saling berpecah.
    Sedangkan ahlus sunnah, mereka berkumpul di atas aqidah yang satu, di atas al Quran dan as sunnah yang sahih ‘ala fahmi salafil ummah.
    Perhatikan dan renungkanlah, semoga Allah menambahkan petunjuk kepada kita.

  • joko riswanto.s.PdI 7 years ago

    Ustadz saya munanya jadi kesimpulan jamaah tabligh itu hukumnya bagaimana ? karena saya bingung menurut JT Kalau sholat g jamaah G Sah Sedangkan saya sering dalam perjalanan kalau sholat sering sendiri jadi hukum sebenarnya bagaimana dan hadisnya bagaimana atau ayat al-qur’an yang menjelaskan.
     

  • @akh Abdul Rohim
    hanya ingin brbagi pngalaman.krna saya punya pngalaman yg sbaliknya dg antum..saya dlu ikut jt bhkan bsa dbilang sya jdi sadar akn pntingnya ibadah dri jt,emng itu sya tdak pungkiri dan sya bsykur atas itu..bhkn sya jga prnah khuruj..sjak saat itulah sya mlai knal sunnah..
    tpi qaddarallah walhamdulillah sembari sya ikut jt sya jg ikut ta’lim sorang ustadz yg trkenal dg dakwahny d atas manhaj salaf d sbuah masjid dkat rumah yg mmbhas fikih ibadah..dri sinilah saya mlai lbih bnyak mngenal sunnah: diantaranya wajibnya shlat brjamaah, sifat sholat dan wudhu Rasulullah dngn pnjelasan yg sngat trperinci brdsarkn dalil2ny dri Al Qur’an dan hadits2nya yg shohih dri Rasulullah..sya juga blajar sirah nabawiyah yg dri stu sya tau bgmn metode dakwah Rasulullah,yaitu dakwah yg dawali dg pmurnian aqidah di atas tauhidullah yg suci dri ksyirikan..dan ta’lim2 ini tdak hnya skali sminggu tpi hmpir stiap hari.. dari ta’lim itulah sya mlai bnar2 mngenal Islam brdasarkn sunnah yg sbenar2nya,bkn sunnah yg dbuat2..sya mlai mngajak orang2 dskitar saya utk sholat k masjid, mlai sring brsilaturahmi kpda mreka,aktif d msjid brsma dkm, dll dri brbgai mcam jnis muamalah yg smuanya brdsrkan sunnah Rasulullah..
    dan akhirnya sya brpkir sndri bhwa sluruh kgiatn sya brsma jt smuanya ada pda ta’lim d atas manhaj salaf ini..bhkan lbih brbobot dan ilmiah,dan lbih mngikuti metode dakwah Rasulullah..jdi,sya tidak mngerti bgmn bisa antum mngatakn dan mnuduh dakwah salaf sperti yg antum ktakan??prkataan antum bnr2 mnyelisihi fakta apalagi tuduhan2 itu juga sangat tidak mndasar..mngkin antum prlu mnjelaskn lbih trperinci lgi,apa sja usha antum utk bljar agma stelah mngenal salaf??
    saya tdak akn mnyerang jt aplgi mmusuhi krena kita masih saudra..sya hnya ingin mluruskn prkataan dan tduhan antum agr antum tidak trjatuh pda prktaan antum sndiri,yaitu mmbenci orng2 slain glongan antum..smga ALLAH mmbrikn hidayah Taufiq pda kita smua..

  • Masri Hamzah 7 years ago

    Assalamu’alaikum wr.wb. Salam silaturahmi untuk kita semua dalam ukhuwah Islamiyah. Saya sangat senang membaca pembahasan dan komentar dari para saudara sekalian. Semuanya memiliki pengetahuan, argumentasi dan pengalaman terhadap apa yang dipahaminya. Sebagai seorang yang masih belajar/berproses menuju kesempurnaan dalam beragama, perbincangan di atas sangat membantu dan bermanfaat bagi saya. Harapan saya, semoga akhi2 diberikan rahmat, kebijaksanaan oleh Allah SWT dalam menggeluti samudera ilmu agama yang amat luas ini. Satu lagi, seyogyanya kita tetap menjaga akhlak yang baik terhadap sesama saudara kita, mungkin persepsi atau pemahaman kita berbeda, namun tidak harus menyepelekan adab/akhlak untuk saling menghormati pendapat dan memuliakan sesama saudara muslim. Kalau hal itu kita terapkan, insyaAllah semuanya akan berjalan dg harmonis. Mohon maaf, jika ada yang keliru dari perkataan saya ini.  Jazakallah khair. Wassalamu’alaikum wr.wb. Dari hamba yang fakir dihadapan Allah: Masri Hamzah-Manado, Sulawesi Utara

  • erwien chalid 7 years ago

    syekh [email protected]
    toyyib….syekh ?
    ana pnya pengalaman di JT selama kurang lebih 3 tahun. haroqah pdk ranji ciputat. (taskilan foreign mesir saat prgam khususi kermh) maqomi msjid nurul huda graha ciputat.walau ana hnya kharkun 3 harian (asbab ga istiqomah) tapi ana telah merasakan MANFAAT yg AMAT LUAR BIASA khususnya dlm aplikasi habluminannas (muamalah) terlebih-lagi dlm ketaatan dlm menegakkan agama Alloh swt.
    sblmnya ana islam ktp, alhmdlah ana baru mulai taat baru taraf sholat dan saum ramadan di usia uzur 52th, hingga ana mengangap diri ana sbg mualaf. subhanallah…!
    mari kta berfikir jernih dlm menentukan sikap,jgn cepat men justifikasi “salah/bidah dsb” kpd suatu kelompok/firqoh/individu selama mereka ia berusaha mencari jalan ketaatan sesuai dgn pemahamannya (saat itu) yg berpedoman kpd al quran as sunnah & ijma ulama.
    smga dengan curhat spritual ini dpt lebih mendekatkan kita khusudzon ana pribadi kepada agama Alloh swt. mhn maaf bila ana salah dlm tutur kalimat dlm konteks ini.
    wallahu’alambisawab
    wsslmkm wrwb

  • sofyan 7 years ago

    @akhi erwien chalid
     
    toyyib akhi…
    3 thn di JT dan pengalaman khuruj hanya 3 – 3 hari ana kira belum bisa memberi penilaian yang komplit dan dalam mengenai JT. Baru kulit, maaf.
    Bahkan oleh penilaian sesama karkun sendiri pun, tidak lah sama karkun 3 hari dgn 4 bln, khuruj biasa atau jalan kaki, sudah IPB atau belum. Tidak sama.
    Ana tasykil antum untuk keluar lebih lama lagi dan lebih jauh. Dgn begitu semoga akan tersingkap syubhat2 dlm JT. Antum siap ??
     
    Pengalaman ana 8 thn di JT hingga sampai ke India, ikut jemaah jalan kaki, dan juga khuruj bersama istri. Mengantar kan ana pada kesimpulan :

    Memang ada manfaat dirasakan bagi mereka yg baru ikut khuruj. Ana pun merasakannya waktu baru 3 -3 hr. Tp kalo sebatas ini, bkn cuma di JT saja poin2 kebaikan ini dialami, di kalangan2 yang lebih jelas penyimpangan atau bid’ahnya pun, mereka juga merasa dirinya menjadi lebih baik. Yang menjadi pertanyaan….. baik menurut siapa ? Apa yang menjadi rujukan kita.
    Saat ana meninggalkan JT, ana tidak melihat kesalahan2 di dalamnya. Ana hanya sebatas menilai ada kekurangan di dalam JT. Apa saja, ana saat itu tidak bisa menjabarkan. Hanya pertanyaan2 ana atas problem atau masalah dunia dan agama ana, tidak terjawab di JT. Khuruj yang ana lakukan, amal maqomi dan ta’lim2 yg dilakukan, tidak menutup lubang2 tersebut. Dan ternyata kasus2 ini sangatlah banyak. Baik permasalan pada diri karkun sendiri, permasalahan antara karkun, permasalahan di muhala, di halaqa, di markaz. Tetapi hebatnya,…. keluar, terhadap orang2 di luar JT, karkun tetap bisa menarik simpati. Ada lubang di JT.
    Setelah ana kenal manhaj (cara) berIslam seperti yang dituntunkan oleh Rasulullah, nyatalah bagi ana bahwa, lubang yang ada pada jamaah tabligh, adalah lubang yang besar. Lubang yang jika tidak diusahakan sungguh2 untuk menutupnya akan membawa kerugian bahkan kecelakaan yang besar. Dialah AL ILMU. Perkara yang paling azas untuk segala urusan. Dunia dan akhirat. Berilmu terlebih dahulu sebelum berucap dan beramal. Maka kepada apa umat ini akan didakwah, akan diajak oleh para karkun, kalo agama ini tidak di-ilmui terlebih dahulu. Telah jelaskah aqidah yang lurus dan manhaj yang benar itu seperti apa ? Berilmu-lah karena itupun FI Sabilillah yg mulia di sisi Allah.

    Akhirnya, janganlah kita bersatu diatas kejahilan, yang hanya akan memperbanyak buih di lautan. 
    Wallahu a’lam bishawab.

  • putra,pekanbaru 7 years ago

    Semoga ALLAH memberikan hidayah bagi kita semua..amin

  • ahli kubur 7 years ago

    Semoga ALLAH memberikan hidayah bagi kita semua..amin..didalam surah al-fatihah ada doa minta hidayat so amatilah betul-betul dengan penuh perasaan rendah diri.Dengan itu Allah akan beri kita hidayat sepertimana orang-orang yang telah diberi nikmat atas mereka.

  • saya jg pernah ikut jt,saya bahkan sudah pernah keluar 4bln dijawa.pd awalnya saya tertarik ikut usaha dakwah(jt) adalah krn saya melihat mereka menegakkan sunnah(itu yg ada dlm pikiran saya).awalnya mereka mengatakan keluar 3 hari itu hanyalah cara atau metode bagi kita yg nantinya akan menjadikan usaha dakwah ini sampai akhir hayat kita,khuruj tidak wajib,siapa saja yg memiliki kemampuan baik secara fisik/finansial baru boleh ikut khuruj.oleh krn pernyataan tsb sayapun ikut mencoba(walau sebelumnya saya sudah diingatkan bhw gerakkan ini keliru).akhirnya setelah istiqomah keluar 3hr…sayapun akhirnya bs keluar 4bln.dlm perjalanan selama 4 bln itulah saya menemukan bhw kenyataan yg ada dilapangan,para karkun ini memang selain dangkal dlm ilmu dien mereka jg lebih mendengarkan perkataan para syuro ataupun orang2 yg ahli korban(sering keluar 4bln) ketimbang perkataan para ustadz2 jt sendiri dlm masalah apapun.dan puncak dari semua itu adalah ketika saya hendak dibayan wabsyi…yaitu ceramah yg diberikan apabila seorang karkun telah selesai dlm kegiatan khurujnya…dlm bayan tsb dikatakan kpd kami para karkun bhw bagi karkun2 yg telah keluar 4bln,maka hukumnya wajib bg karkun tsb utk istiqomah khuruj…jika tdk bs 4bln,maka 40 hr…atau jika memang tidak bs lg,maka 3 hr tiap bulannya…dan minimal seorang karkun hrs keluar 4bln seumur hidup adalah sekali.bandingkan perkataan mereka ketika pd awalnya utk menarik simpati masyarakat awam,bhw keluar itu tdk wajib,tp begitu seorang karkun telah keluar 4bln,maka hukumnya menjadi wajib.dan satu lg…selama saya keluar 4bln buku yg kami pergunakan adalah kitab fadhail amal…mau itu jema’ah dlm negri ataupun luar negri,maka kitabnya jika lg khuruj hrs fadhail amal,bukan shahih bukhari atau kitab hadits lainnya.kecuali jema’ah dr arab saudi…mereka diperkenannkan utk memakai kitab riyadhus sholihin tp tetap hrs membawa fadhail amal jika khuruj.inilah kenyataan dilapangannya yg saya alami sendiri,utk saudara2ku yg msh di Jt,bukankah kalian mengenal tamsil : jika ingin melihat kerusakan rumah,maka hrs keluar dr rumah tsb utk dpt melihat apa saja yg rusak…jika msh ttp didlm rumah bagaimana mungkin kita bs melihat kerusakan rumah kita…nah…sekarang cobalah kalian tinggalkan sekejap usaha dakwah kalain(jt) dan ikutilah ta’lim ilmu yg diadakan oleh ustadz2 yg bermanhaj(cara beragama) salaf(sahabat)di mesjid2…dengarkanlah apa yg mereka sampaikan…apakah ada mereka dlm memberikan ceramah menghujat para karkun? ataukah mereka mengkafirkan para karkun? insyaalloh jika sedikit saja dihati kalian para karkun ada semangat utk mencari kebenaran,maka alloh akan memudahkan jalan kalian tuk mencarinya….saya minta maaf jika ada perkataan saya yg menyinggung atau tdk berkenan bg para karkun…namun inilah nasehat dr seorang saudara mukmin bg saudara mukmin lainnya.

  • JT memang aneh2. ketika mereka khuruj ke suatu masjid, mereka menamai diri mereka dengan kaum muhajirin. orang-orang yang menerima mereka di masjid yang mereka tuju mereka namakan kaum anshor. Allahulmusta’aan. Bagaimana mungkin seorang muslim berani-beraninya menamai dirinya dengan muhajir dan anshor?

  • Kisah 1
    Ada kisah menarik mungkin untuk pelajaran kita dimana diwaktu setelah sholat subuh sisuatu masjid sekumpulan anggota JT sedang melakukan diskusi (mungkin semacam evalusi kegiatan) setelah usaha mengajak manusia untuk berkumpul mendengarkan ceramah merka di masjid. Salah satu diantar mereka mengatakan “Besok-besok lagi jika ada orang yang bertanga dan kita tidak bisa menjawabnya maka jawab saja Para sahabat juga melakukannya”. Yang lain mengangguk2 tanda setuju.  

    Kisah 2
    Kisah yang lain ketika seorang JT menghapiri sy dan mulai menyampaikan dakwanya kepada sy sampai pada suatu perkataan bahwasanya Malaikat Jibril membuat ROTI Gandum…, maka setelah selesai semua perkataannya dan sy mendengarkan dengan baik maka sy munculkan satu pertanyaan : Maaf pak, bapak tau dari mana riwawat Malaikat Jibril buat Roti GANDUM, maka agak sedikit kelabakan dia menjwab dari si fulan dan fulan….. Lalu dengan cepat orang tersebut pergi pamit dari hadapan sy.

    Mungkin 2 kisah itu bisa kita ambil sebuah pelajaran untuk kita semua untuk kita senantiasa BERILMU-sebelum BERKATA-dan BERBUAT (BERDAKWAH).  

  • Assalamu’alaykum pak Abdur Rohim.
    Apa yang antum sampaikan tidak bedanya dengan tuduhan antum.
    Ada kenalan ana yang sudah ikut JT bertahun-tahun sampai sekarang masih kasar perangainya.  Apa boleh ana menyalahkan JT-nya atau menyalahkan orangnya yang memang tidak mau berubah?  Jadi menurut ana berubah perangai seseorang menjadi santun bukan karena JT-nya, karena ada orang murtad juga jadi santun.. Ada orang yang berubah menjadi santun karena berpikir, malu ah jadi anggota ini kok kasar banget, gimana nanti di lihat orang…. (di lihat orang?)
    Ana bertahun-tahun bermanhaj salaf, rasanya tidak pernah membenci NU atau ahli bid’ah dan lain-lain. Apakah ada yang salah dengan ustadz ana sehingga ana tidak membenci mereka?
    Semoga masukan ini bermanfaat. Wassalam.

  • Pencari Al-Haq 5 years ago

    Assalamu’alaikum.
    Setahu ana jt itu akan santun kepada sesama mereka atau orang yang mendukung atau simpati kepada mereka. Adalah jauh panggang dari api kalo mengatakan bahwa jt itu orang yang berakhlak mulia. Mereka akan memilih dan memilah, mana orang orang yang mereka harus bermanis muka, mana yang tidak. Pengalaman ini saya alami sendiri, dimana saya mempunyai seorang tetangga yang menjadi tokoh jt, dan sudah mendapat sebutan ustadz, bahkan setiap tahun selalu pergi ke pakistan an atau India untuk melakukan khuruj, yang menurut mereka adalah sebuah kewajiban dalam Islam. Akan tetapi dalam praktek kehidupan bermasyarakat, jauh untuk bisa dikatakan bahwa dia orang yang berakhlak mulia. Setiap hari beliaunya lewat depan rumah saya, tidak pernah saya mendengar salam keluar dari mulutnya, bahkan menengok ke arah saya pun juga tidak pernah, meskipun dia tahu saya ada di depan rumah, padahal saya termasuk salah seorang yang sering sholat berjamaah di Mushola bersama dia, apalagi terhadap orang lain yang tidak pernah ke mushola untuk sholat berjamaah. Sikap dia seperti itu, dikarenakan saya termasuk salah seorang yang enggan untuk mendengarkan dakwah mereka, hal ini dikarenakan saya merasa bahwa tetangga tersebut belum layak untuk mendapat sebutan ustadz, karena memang kafaah ilmunya belum mencukupi menurut saya, bahkan bacaan Alqur’annya pun masih belum benar. Tolok ukur baik tidaknya akhlak seseorang tidak ditentukan secara lahir saja, misalnya murah senyum, santun dalam bertutur, akan tetapi tolok ukurnya adalah dalam timbangan agama. Apakah dapat dikatakan orang yang berakhlak mulia, bila mereka menyaksikan berbagai macam kebid’ahan dan kesyirikan tanpa mereka mengingkarinya ???… bahka sebagain mereka ikut dalam kebid’ahan itu dalam rangka menarik simpati umat agar mau bergabung dengan jamaah mereka. Sebaik baik teladan dalam berakhlak adalah Rosululloh. Apakah dakwah beliau yang pertama kali dilakukan menyeru kepada Tauhid apa menyeru kepada Ibadah ???… Apakah beliau mendiamkan saja para sahabatnya yang bersalah melakukan kesyirikan dan kebid’ahan ataukah beliau mengingkarinya dengan keras ??…. Sesungguhnya amal ibadah itu adalah buah dari adanya pemahaman tentang Tauhid yang benar dari diri seseorang. Tanpa disuruh, orang yang benar tauhidnya, pasti akan melakukan amal ibadah yang merupakan konsekuensi logis dari apa yang diyakininya.

  • assalamu’alaikum… ya akhi
    Sebelumnya sya mnta maaf jika yg sya akan tnyakn ini salah.
    Syaa mau tanya kpda antum semuanya.
    Kenapa JT harus ke BIP (bangladesh,india,pakistan)?
    Mohon pencerahan nya..!!!

  • bismillaah,,ustad keluarga besar sy muhammadiyah, tp kakak sy skrg pun jd ikut2an khuruj dg suaminya yg JT,,,yg sy dpt perubahan mereka hanya lebih pada ibadah saja,,tp perkara aqidah macam tdk nambah,,malah aneh2 pemikirannya JT ini,,,skrg mereka malah lagi ribut soal ikrom istri,,kakak sy nanya mana ikrom suami tdk ada jawabnnya,,sy juga bc buku utk masturohnya kakak sy semacam khuruj utk perempuan kok byk yg aneh2 pasal fadilah2nya,,minta nasehatnya ustad,,dan sy juga tetap heran perkara BIP ini,,ini ketentuan yg klo dah lama di JT harus ke bip ini,,klo mmg mau semacam muktamar ato milad sedunia kan bisa pindah2 negara,,ini malah ke BIP terus,,,