<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Bukan Salafi Karena Beda Guru Ngaji?!!</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/bukan-salafi-karena-beda-guru-ngaji/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/bukan-salafi-karena-beda-guru-ngaji</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 13:19:38 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: ibnumustofa</title>
		<link>http://ustadzaris.com/bukan-salafi-karena-beda-guru-ngaji/comment-page-1#comment-6110</link>
		<dc:creator>ibnumustofa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 10:26:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=320#comment-6110</guid>
		<description>Al-Qur&#039;an ada 30 juz, sudahkah tilawah kita memenuhi setandar tajwid dengan benar, sudah berapa surat yang kita hafal dan faham, sudah berapa ayat yang menyatu sebagai amal?, hadist2 nabi ribuan jumlahnya pertanyaannya sama dengan diatas alangkah indahnya kalau setiap muslim jujur dengan dirinya betapa masih jauhnya dari sempurna kemudian tawdhu&#039; adalah wajib baginya. Ana yakin tidak ada sesama muslim saling merendahkan yg lain. Laa yaskhor qoumun min qoumin, perhatikan diantara makna tawadhu&#039; adalah : antakhruja min manzilika falaa talqo musliman illaa roaitalahu &#039;alaika fadhlaa. subhaanalloh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Al-Qur&#8217;an ada 30 juz, sudahkah tilawah kita memenuhi setandar tajwid dengan benar, sudah berapa surat yang kita hafal dan faham, sudah berapa ayat yang menyatu sebagai amal?, hadist2 nabi ribuan jumlahnya pertanyaannya sama dengan diatas alangkah indahnya kalau setiap muslim jujur dengan dirinya betapa masih jauhnya dari sempurna kemudian tawdhu&#8217; adalah wajib baginya. Ana yakin tidak ada sesama muslim saling merendahkan yg lain. Laa yaskhor qoumun min qoumin, perhatikan diantara makna tawadhu&#8217; adalah : antakhruja min manzilika falaa talqo musliman illaa roaitalahu &#8216;alaika fadhlaa. subhaanalloh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: orang asing yang terasing</title>
		<link>http://ustadzaris.com/bukan-salafi-karena-beda-guru-ngaji/comment-page-1#comment-5978</link>
		<dc:creator>orang asing yang terasing</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 16:08:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=320#comment-5978</guid>
		<description>
Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
1. Beliau mengatakan dalam Syarh Arbain pada penjelasan hadits Irbadh bin Sariyah bahwa yang menjadi kewajiban setiap muslim adalah mengikuti manhaj salafy bukan masuk dalam bagian hizbi salafy.
Sungguh benar apa yang beliau katakan. Yang dimaksud dengan hizbi salafy dalam hal ini-wallahu a’lam- adalah orang-orang yang menjadikan salafy sebagai kelompok tertentu bukan lagi sekedar sebagai manhaj dalam beragama. &lt;strong&gt;Oleh karena tolak ukur salafy menurut mereka adalah setiap orang yang loyal pada ustadz, syaikh, kelompok pengajian atau majalah tertentu. Tidak cukup sekedar, mengikuti Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salaf.
&lt;/strong&gt;Jika demikian keadaannya, maka inilah yang disebut dengan hizbi salafy dalam istilah Ibnu Utsaimin.
Kita wajib mengikuti manhaj salafy, bukan menjadi anggota hizbi salafy.

(&lt;cite&gt;&lt;strong&gt;ustadzaris&lt;/strong&gt;&lt;/cite&gt; untuk fairuz
osted &lt;abbr title=&quot;2009-09-30T15:42:35+00:00&quot;&gt;&lt;/abbr&gt;September 30, 2009 at 3:42,  &lt;a href=&quot;sandal-salafi&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;http://ustadzaris.com/sandal-salafi&lt;/a&gt;,)

kalau memang benar seperti itu, maka sungguh kita yang mengaku sebagai pengikut &quot;manhaj salafy&quot; perlu mengaca diri bagaimana kita meniti manhaj salafy selama ini?? Mungkin inilah penyebab konflik dan perpecahan selama ini, sehingga ada yang bilang,&quot; Salafi, Buruh Cuci yang tidak Pernah menCuci pakaiannya Sendiri&quot;. 
Maka dari itu, jadilah &quot;Salafi Sejati&quot; jangan jadi &quot;Simpatisan Salafi&quot; yang Salah fi&quot;kir&quot;


</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh<br />
1. Beliau mengatakan dalam Syarh Arbain pada penjelasan hadits Irbadh bin Sariyah bahwa yang menjadi kewajiban setiap muslim adalah mengikuti manhaj salafy bukan masuk dalam bagian hizbi salafy.<br />
Sungguh benar apa yang beliau katakan. Yang dimaksud dengan hizbi salafy dalam hal ini-wallahu a’lam- adalah orang-orang yang menjadikan salafy sebagai kelompok tertentu bukan lagi sekedar sebagai manhaj dalam beragama. <strong>Oleh karena tolak ukur salafy menurut mereka adalah setiap orang yang loyal pada ustadz, syaikh, kelompok pengajian atau majalah tertentu. Tidak cukup sekedar, mengikuti Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salaf.<br />
</strong>Jika demikian keadaannya, maka inilah yang disebut dengan hizbi salafy dalam istilah Ibnu Utsaimin.<br />
Kita wajib mengikuti manhaj salafy, bukan menjadi anggota hizbi salafy.</p>
<p>(<cite><strong>ustadzaris</strong></cite> untuk fairuz<br />
osted <abbr title="2009-09-30T15:42:35+00:00"></abbr>September 30, 2009 at 3:42,  <a href="sandal-salafi" rel="nofollow">http://ustadzaris.com/sandal-salafi</a>,)</p>
<p>kalau memang benar seperti itu, maka sungguh kita yang mengaku sebagai pengikut &#8220;manhaj salafy&#8221; perlu mengaca diri bagaimana kita meniti manhaj salafy selama ini?? Mungkin inilah penyebab konflik dan perpecahan selama ini, sehingga ada yang bilang,&#8221; Salafi, Buruh Cuci yang tidak Pernah menCuci pakaiannya Sendiri&#8221;.<br />
Maka dari itu, jadilah &#8220;Salafi Sejati&#8221; jangan jadi &#8220;Simpatisan Salafi&#8221; yang Salah fi&#8221;kir&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hasan</title>
		<link>http://ustadzaris.com/bukan-salafi-karena-beda-guru-ngaji/comment-page-1#comment-5880</link>
		<dc:creator>hasan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 02:23:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=320#comment-5880</guid>
		<description>Bismillah
ahsannya antum JANGAN membahas masalah seperti ini. justru menjadikan umat bingung dan bertambah memcecahbelah umat. adapun yg ana perhatikan ustdz salafy yang dalam pembahasan manhaj mentahzir fulan wa polan adalah benar adanya dan terbukti penyimpangannya. sebagaimana contoh nama ustdz yg ditahzir tsb diakui pengikutnya sbg ustdz ahlusunnah, namun kenyataan amalannya tidak kaaffah. pdhal kita diperintahkan Allah utk masuk islam secara kaaffah. apalagi sbg ahlusunnah, dan ustdz pula. maka sebaiknya berkatalah yang baik dan benar atau diam . setiap ucapan,perbuatan akan dimintai pertanggungjwban dihadapan Allah Subhanahu wa Ta&#039;ala.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah<br />
ahsannya antum JANGAN membahas masalah seperti ini. justru menjadikan umat bingung dan bertambah memcecahbelah umat. adapun yg ana perhatikan ustdz salafy yang dalam pembahasan manhaj mentahzir fulan wa polan adalah benar adanya dan terbukti penyimpangannya. sebagaimana contoh nama ustdz yg ditahzir tsb diakui pengikutnya sbg ustdz ahlusunnah, namun kenyataan amalannya tidak kaaffah. pdhal kita diperintahkan Allah utk masuk islam secara kaaffah. apalagi sbg ahlusunnah, dan ustdz pula. maka sebaiknya berkatalah yang baik dan benar atau diam . setiap ucapan,perbuatan akan dimintai pertanggungjwban dihadapan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nurhidayat</title>
		<link>http://ustadzaris.com/bukan-salafi-karena-beda-guru-ngaji/comment-page-1#comment-4994</link>
		<dc:creator>Nurhidayat</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2010 10:30:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=320#comment-4994</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum
Barokallohufik, ust. di tempat ana ada dua masjid salafy, sebut saja masjid a dan masjid b, di masjid a untuk kajiannya lebih banyak dari masjid b.Namun di masjid a ada beberapa ikhwan yang mudah mentahdzir. Termasuk sahabat ana kena Tahdzir. Awalnya dia aktif  jama&#039;ah dan ta&#039;lim di masjid a setelah kejadian itu dia sekarang aktifnya di masjid b. Pergi ke masjid a jika yang ngisi ust. fulan / ust fulan.Pilah pilih.Malah sahabat ana ini sekarang kadang mencela ust/ jama&#039;ah masjid a.
Apa nasehat ntm kejadian di atas?
jazzakalloh Khoiron kastsiro</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum<br />
Barokallohufik, ust. di tempat ana ada dua masjid salafy, sebut saja masjid a dan masjid b, di masjid a untuk kajiannya lebih banyak dari masjid b.Namun di masjid a ada beberapa ikhwan yang mudah mentahdzir. Termasuk sahabat ana kena Tahdzir. Awalnya dia aktif  jama&#8217;ah dan ta&#8217;lim di masjid a setelah kejadian itu dia sekarang aktifnya di masjid b. Pergi ke masjid a jika yang ngisi ust. fulan / ust fulan.Pilah pilih.Malah sahabat ana ini sekarang kadang mencela ust/ jama&#8217;ah masjid a.<br />
Apa nasehat ntm kejadian di atas?<br />
jazzakalloh Khoiron kastsiro</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/bukan-salafi-karena-beda-guru-ngaji/comment-page-1#comment-1678</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 16:29:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=320#comment-1678</guid>
		<description>Untuk Abu Muhammad
Wa&#039;alaikumussalam
Insya Allah kita bahas pada lain kesempatan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Abu Muhammad<br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Insya Allah kita bahas pada lain kesempatan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abu muhammad</title>
		<link>http://ustadzaris.com/bukan-salafi-karena-beda-guru-ngaji/comment-page-1#comment-1673</link>
		<dc:creator>abu muhammad</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 07:34:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=320#comment-1673</guid>
		<description>assalamualaykum
ustadz, pajak itu hukumnya apa? bekerja di kantor pajak hukumnya apa?
menurut sumber yang terpercaya, sekitar 70% dari pendapatan negara yang ada di APBN berasal dari pemungutan pajak, bagaimana dengan hal tersebut ustadz?
terima kasih. wassalamualaykum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaykum<br />
ustadz, pajak itu hukumnya apa? bekerja di kantor pajak hukumnya apa?<br />
menurut sumber yang terpercaya, sekitar 70% dari pendapatan negara yang ada di APBN berasal dari pemungutan pajak, bagaimana dengan hal tersebut ustadz?<br />
terima kasih. wassalamualaykum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/bukan-salafi-karena-beda-guru-ngaji/comment-page-1#comment-843</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 07:00:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=320#comment-843</guid>
		<description>Untuk Budi
Harus terpenuhi salah satu dari dua parameter di atas.
Contoh lain adalah orang yang menolak hadits ahad dalam masalah akidah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Budi<br />
Harus terpenuhi salah satu dari dua parameter di atas.<br />
Contoh lain adalah orang yang menolak hadits ahad dalam masalah akidah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Budi S. Ari</title>
		<link>http://ustadzaris.com/bukan-salafi-karena-beda-guru-ngaji/comment-page-1#comment-833</link>
		<dc:creator>Budi S. Ari</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 21:02:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=320#comment-833</guid>
		<description>Uhibbukum fillah...
Ustadz Aris, apakah utk menetapkan sseorang itu mubtadi&#039; atau bukan hrs terpenuhi 2 parameter yg disebutkan tadi atau cukup salah satunya? Utk contoh lain dr kesalahan yg bersifat Kulli itu apa ya? Ana msh blm paham. Syukran.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Uhibbukum fillah&#8230;<br />
Ustadz Aris, apakah utk menetapkan sseorang itu mubtadi&#8217; atau bukan hrs terpenuhi 2 parameter yg disebutkan tadi atau cukup salah satunya? Utk contoh lain dr kesalahan yg bersifat Kulli itu apa ya? Ana msh blm paham. Syukran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/bukan-salafi-karena-beda-guru-ngaji/comment-page-1#comment-803</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 06:36:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=320#comment-803</guid>
		<description>Untuk Didin
1. Perbuatan ulama bukanlah dalil dalam agama. Dalil dalam agama adalah al Qur&#039;an, hadits shahih, ijma yang benar nukilannya serta qiyas yang shahih.
2. Perbuatan ulama selain ulama shahabat jika disebutkan maka tujuannya adalah untuk isti&#039;nas (penguat), bukan untuk i&#039;timad (landasan pokok). Bedakan dua hal ini.
3. Sangat mungkin perbuatan seorang ulama meski sekaliber Said bin Jubair itu tidak sesuai dengan dalil. Buktinya adalah perbuatan beliau dalam masalah ini. Semoga Allah memaafkan dan merahmati beliau.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Didin<br />
1. Perbuatan ulama bukanlah dalil dalam agama. Dalil dalam agama adalah al Qur&#8217;an, hadits shahih, ijma yang benar nukilannya serta qiyas yang shahih.<br />
2. Perbuatan ulama selain ulama shahabat jika disebutkan maka tujuannya adalah untuk isti&#8217;nas (penguat), bukan untuk i&#8217;timad (landasan pokok). Bedakan dua hal ini.<br />
3. Sangat mungkin perbuatan seorang ulama meski sekaliber Said bin Jubair itu tidak sesuai dengan dalil. Buktinya adalah perbuatan beliau dalam masalah ini. Semoga Allah memaafkan dan merahmati beliau.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: didin</title>
		<link>http://ustadzaris.com/bukan-salafi-karena-beda-guru-ngaji/comment-page-1#comment-800</link>
		<dc:creator>didin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 02:34:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=320#comment-800</guid>
		<description>perbuatan tabiin tidak di jadikan dalam masalah agama? maksudnya apa tadz, setahu saya perbuatan ulama boleh dijadikn dalail agama, nyatanya kita selalu merujuk pad ulama2 untuk suatu perbuatan, dan bagaimana kalau tabiin itu seorang ulama?? apakah benar said bin jabir berbuatannya tanpa dalil??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>perbuatan tabiin tidak di jadikan dalam masalah agama? maksudnya apa tadz, setahu saya perbuatan ulama boleh dijadikn dalail agama, nyatanya kita selalu merujuk pad ulama2 untuk suatu perbuatan, dan bagaimana kalau tabiin itu seorang ulama?? apakah benar said bin jabir berbuatannya tanpa dalil??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.403 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-21 22:35:50 -->

