Bolehkah Menggunjing Orang Kafir?

Kepada pengasuh rubrik konsultasi yang kami hormati.
Perbuatan ghibah menggunjing saudara sesama muslim, sudah jelas terlarang. Nah, bagaimanakah jika ghibah tersebut ditujukan untuk orang-orang non muslim, anak kecil dan orang gila?
Sekian, Terimakasih

Jawab:

Diperbolehkan menggunjing orang kafir kecuali jika ada ikatan perjanjian antara kaum muslimin dengan mereka yang melarang hal tersebut. Dalil bolehnya adalah firman Allah yang artinya, “Apakah kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah menjadi bangkai.” (QS Al-Hujurat 12). Sedangkan orang kafir bukanlah saudara kita karena agama. Ketika memberikan definisi ghibah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kau sebut-sebut saudaramu dengan hal-hal yang tidak dia sukai.” (HR Bukhari dan Muslim) Sedangkan orang kafir bukanlah saudara kita. Inilah dalil-dalil yang digunakan oleh para ulama.

Dalam Subulus Salam 4/1583, Shan’ani mengatakan, “Yang dimaksud saudaramu adalah saudara dalam agama. Sehingga hadits ini adalah dalil yang menunjukkan bolehnya menggunjing orang kafir” Setelah itu beliau menukil perkataan Ibnul Mundzir, hadits di atas merupakan dalil bahwa orang yang bukan saudara semacam Yahudi, Nashrani dan penganut agama-agama yang lain serta orang yang melakukan bid’ah yang mengkafirkan itu boleh digunjing.
Sedangkan dalil tidak boleh menggunjing orang kafir jika ada perjanjian yang melarang hal tersebut adalah firman Allah yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman penuhilah perjanjian-perjanjian.” (QS Al-Maidah 1 dan ayat-ayat yang semisal) (At-Tashil, Tafsir surat al-Hujurat hal 161-162)

Tidak diperbolehkan menggunjing anak kecil dan orang gila karena hukum asal ghibah adalah haram berdasarkan banyak dalil dan tidak terdapat dalil yang membolehkan untuk menggunjing anak kecil dan orang gila, gara-gara gunjingan seorang anak kecil akan merasa malu dan rasa malu ini terus melekat pada dirinya meskipun sudah dewasa. Demikian pula kerabat dari orang gila yang digunjing bisa merasa malu ketika mendengar gunjingan tersebut (Lihat At-Tashil, Tafsir surat Al-Hujurat hal 161)

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 2
  • Ardida Abdurrahman 8 years ago

    Ust. semoga Alloh selalu menjaga njenengan..
    ustadz ada kalimat yang syakk bagi diri saya saat membaca paragrap terakhir dari artikel yang mubarokah ini.
    Tidak diperbolehkan menggunjing anak kecil” . Alhamdulillaah kalimat ini saya cukup jelas.
    Namun, kalimat “gara-gara gunjingan seorang anak kecil akan merasa malu dan rasa malu ini terus melekat pada dirinya meskipun sudah dewasa“.
    sepanjang pengetahuan saya -Allohu subhaanahu wa ta’ala a’lam- yang namanya gunjingan kurang lebih semakna dengan ghibah dan ghibah adalah membicarakan aib seseorang ketika orang tsb tidak berada dihadapan kita. (semoga ust bisa meluruskan kalo saya salah).
    jadi pertanyaan saya, bagaimana seorang anak kecil bisa merasa malu karena gunjingan?sedangkan boleh jadi ia tidak mengetahui kalo ia digunjing. Ghoribnya, seseorang akan merasa malu jika kekurangannya diumbar secara langsung dihadapannya. istilah sebagian syabab sekarang “di ece”atau “di ejek”.
    Terimakasih.

  • ustadzaris 8 years ago

    #ardi
    Ghibah itu ada dua macam:
    1. ghibah yang pada akhirnya sampai ke telinga orang yang dijadikan bahan gunjingan
    2. ghibah yang tidak sampai ke telinga orang yang digunjing kalo dia pernah digunjing