Bolehkah Meminta Diruqyah?

Tanya: Bolehkah berdialog dengan jin muslim ketika meruqyah?

Jawab:

Tidak boleh, dari mana kita tahu bahwa jin tersebut benar-benar muslim. Boleh jadi dia adalah munafik yang mengaku sebagai muslim atau dia adalah jin kafir yang mengaku muslim. Kita tidak tahu alam jin dan hal-hal gaib lainnya. Jadi hal tersebut tidak dibolehkan.

Orang yang mengaku muslim dan ada di hadapan kita serta mengerjakan shalat saja tidak kita ketahui apakah dia benar-benar muslim. Kita hanya menilai orang tersebut sebatas sisi lahiriahnya saja.

Tidak ada alasan untuk mempersulit diri semacam ini. Orang yang bersabar ketika sakit akan Alloh beri pahala.

Ada seorang buta menghadap Nabi lalu meminta kepada Nabi agar mendoakannya supaya bebas dari kebutaan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau mau akan aku doakan. Namun jika mau bersabarlah” (HR Tirmidzi no 3578 dari dari Utsman bin Hunaif, dinilai shahih oleh al Albani).

Demikian pula ada seorang perempuan menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai rasulullah aku terkena penyakit ayan. Tolong doakan aku”. Nabi bersabda, “Jika engkau mau akan kudoakan. Akan tetapi jika engkau mau bersabarlah dan untukmu surga” (HR Bukhari no 5328 dan Muslim no 2576 dari Ibnu Abbas).

Jadi tidak perlu memaksa-maksakan diri. Apakah kita lebih sayang kepada orang sakit dibandingkan dengan Nabi?
Alloh menguji hamba-hambaNya dengan sakit. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satupun rasa capek, sedih, sakit bahkan gelisah yang dialami seorang muslim kecuali menjadi sebab Alloh akan menghapus dosa-dosanya” (HR Bukhari no 5318 dan Muslim no 6733 dari Abu Hurairah dan Abu Said).

Seorang mukmin mungkin saja sakit dan dia akan dapat pahala jika dia bersabar,
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ,
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”.” (QS al Baqarah:155-156)

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab, “Mereka adalah orang-orang yang tidak minta untuk diruqyah, tidak minta untuk di-kay (pengobatan dengan besi panas) dan hanya bertawakkal kepada rabbnya” (HR Bukhari no 5378 dan Muslim no 549 dari Ibnu Abbas).

Maka orang yang meminta agar diruqyah itu turun kadar iman dan tawakalnya. Orang-orang yang sakit hendaknya kita nasehati untuk bersabar, tidak meminta untuk diruqyah, mengadu dan berdoa kepada Alloh. Meminta untuk diruqyah tergolong mengemis. Oleh karenanya mengurangi kadar tawakal.
Mukmin selama di dunia ini akan mendapatkan berbagai cobaan berupa sakit dan berbagai musibah supaya Alloh bisa meninggikan derajatnya jika dia bersabar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika Alloh mencintai seseorang maka Alloh akan mengujinya. Jika dia bersabar maka untuknya buah kesabarannya. Namun jika dia berkeluh kesah maka untuknya buah keluh kesahnya” (HR Tirmidzi no 2396 dari Anas, dinilai oleh al Albani sebagai hadits hasan shahih).

Seorang mukmin yang sakit wajib bersabar terhadap ketetapan Alloh. Lebih baik lagi jika ridha dengan ketentuan Alloh karena ridha adalah tingkatan iman tertinggi dalam menghadapi takdir Alloh. Bersabar terhadap ketetapan Alloh hukumnya wajib. Sedangkan berkeluh kesah hukumnya haram. Jangan pernah berkeluh kesah,
قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
“Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”” (QS at Taubah:51)

Jika Alloh berkehendak si sakit ini tidak akan sembuh maka ruqyah atau usaha lainnya tidak ada manfaatnya. Karena segala sesuatu itu dengan kehendak Alloh. Seorang mukmin hanya akan mengadu kepada Alloh, beriman dengan takdir dan bersabar menerima takdir. Lebih baik jika bisa ridha dengan ketentuanNya. Jika ingin berobat maka silahkan berobat. Sedangkan meminta untuk diruqyah hukumnya tidaklah haram namun makruh dan menyebabkan derajatnya di sisi Alloh menjadi turun.

Sedangkan orang yang menjadikan ruqyah sebagai profesi dan berusaha mempopulerkan dirinya sebagai pakar ruqyah bahkan mengiklankan diri di media massa dan membuka ruqyah center, maka orang semisal ini agamanya dipertanyakan. Apa yang mendorongnya melakukan hal tersebut padahal dia sama dengan kaum muslimin yang lain? Keistimewaan apa yang dia miliki? Masih banyak orang yang lebih bertakwa dan lebih berilmu. Prakteknya mereka pun tidak mencukupkan diri dengan ruqyah syar’iyyah bahkan mereka membuat model-model baru dalam ruqyah.

(Diolah dari As-ilah Muhimmah Haula al Ruqyah wa al Ruqo karya Syeikh Rabi’ al Madkhali)

COMMENTS

WORDPRESS: 50
  • Abu yazid 9 years ago

    Assalamualaikum.ustadz bagaimana jika pernah mengikuti ru’yah massal karena kejahilan.apakah masih punya harapan masuk surga tanpa hisap?

  • ustadzaris 9 years ago

    Untuk Abu Yazid
    Wa’alaikumussalam
    Masih, meminta untuk diruqyah hukumnya makruh, bukan haram.

  • Ustadz,
    Saya masih belum mengerti jawaban ustadz atas pertanyaan abu yazid. Di atas dalilnya Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab, “Mereka adalah orang-orang yang tidak minta untuk diruqyah, tidak minta untuk di-kay (pengobatan dengan besi panas) dan hanya bertawakkal kepada rabbnya” (HR Bukhari no 5378 dan Muslim no 549 dari Ibnu Abbas).
    Atau mungkin maksud ustadz, karena dilakukan dengan sebab kejahilan sehingga Allah mengampuninya? atau bagaimana ? mohon penjelasan atas kaidahnya. Terima kasih

  • ummu farhan 9 years ago

    ana pernah minta di ruqyah, karna telinga ana sebelah kiri sering berdengung, tapi dulu itu ana belum tau hukum nya, apakah masih punya harapan untuk bisa masuk syurga tanpa hisab?…

  • Innallaha ma’a shobirin….smg kita menjadi orang yg sabar dalam beragama…kan kadang orang2 sekarang klo ngruqyah kaga masuk akal….

  • ustadzaris 9 years ago

    Untuk Yugo dan Ummu Farhan
    Hukum meminta diruqyah itu makruh sehingga jika ada orang yang pernah melakukannya lalu menyesalinya maka dia tetap punya harapan agar termasuk ke dalam 70 ribu.
    Sebagaimana orang yang dulu melakukan kemusyrikan yang hukumnya haram lalu menyesalinya maka dia tetap punya harapan agar termasuk ke dalam 70 ribu.
    Jika demikian orang yang melakukan hal yang haram, bagaimana dengan orang yang sekedar melakukan hal yang makruh.

  • assalamu’alaikum
    pa ustadz,apabila berdialog dgn jin ktk d ruqyah tidak boleh lalu bagaimana hukumnya meminta tolong pada ustadz yang melakukan kolaborasi dengan jin,seperti minta agar ruh kita dipindahkan ke tempat yang kita inginkan,yang mana tata cara ustadz tersebut sama sekali tidak ada unsur kesyirikan bahkan dia melarang hal hal yang berbau jimat
    terima kasih

  • ustadzaris 9 years ago

    Untuk Rahma
    Wa’alaikumussalam
    Permintaan untuk memindah ruh itu tidak mungkin dikabulkan oleh jin kecuali jika yang memintanya adalah pemuja dan penyembah jin.

  • Abu Hanif 9 years ago

    Ustadz, berobat ke dokter diperbolehkan krn kita diperintahkan untuk mencari sebab. Tapi dari sisi tawakal, apakah berobat ke dokter juga menurunkan kadar tawakal, spt halnya minta ruqyah?

    Jazakallahu khairan

  • ustadzaris 9 years ago

    Abu Hanif
    Demikian itu pendapat sebagian ulama yaitu berobat ke dokter itu menurunkan kadar tawakkal. Oleh karena itu mereka berpendapat ketika sakit yang lebih afdhol adalah tidak berobat.
    Yang tepat, berobat ke dokter itu boleh sehingga tidak mengurangi kadar tawakkal bahkan itu adalah bagian dari tawakkal. Ruqyah itu berkaitan erat dengan doa dan kesholihan orang yang meruqyah sehingga ikatan hati yang terjadi berbeda dengan kondisi hati ketika berobat ke dokter. Wallhu a’lam.

  • Bagaimana dengan jenis pengobatan alternatif dengan cara-cara transfer tenaga dalam ato yg katanya dengan transfer energi positif. dan ada ada juga yg bisa menstransfer penyakit ke hewan ato benda2 lain? Kebanyakan pelakunya menggunakan dzikir2 ato semacamnya?

    Apakah ini juga diperbolehkan dalam Islam?

  • ustadzaris 9 years ago

    Untuk Agus
    Itu adalah praktek sihir sedangkan dzikir-dzikir yang ada itu hanya sekedar kedok saja.

  • bapak saya kena sakit jantung dan ada beberapa penyakit lainnya dan harus dirawat dirumah sakit untuk beberapa lama,tapi kami agak kwatir karena ada salah satu tokoh agama didaerah saya mengatakan bahwa berobat ke dokter itu hukumnya haram.sebenarnya apa sih hukumnya berobat kedokter menurut islam? dan bagaimana sikapnya kalau seseorang menderita suatu penyakit akut menurut islam?

  • ustadzaris 9 years ago

    Untuk Shafa
    Berobat ke dokter boleh. Yang tidak boleh adalah menyakini bahwa dokter yang menyembuhkan.

  • asyrop qomarudin 9 years ago

    ya ustad, gambar untuk artikel ini apakah tidak menyalahi syariat? atau jika hanya bayangan boleh?

  • ustadzaris 9 years ago

    Untuk Asyrop
    Gambar siluet itu bukan termasuk gambar yang terlarang

  • Sholeh 9 years ago

    Ustadz bagaimana pendapat ustadz jika ada seseorang ustadz yg mengatakan bahwa penyakit badan itu disebabkan karena penyakit hati, misal kita punya penyakit struk nah itu disebabkan karena kita punya dengki ke orang lain,,,,,, Apakah ini sudah sesuai dalil yang benar?
    Ustadz ini juga mengatakan kalo kita sakit maka pertama kali yang kita lakukan adalah beristighfar. Kalo kita sakit yg pertama kali berobat ke dokter (jadi bukan istighfar) maka dia telah syirik,,,,,, apakah perkataan ini benar?
    Sebagai info ustadz sering muncul di televisi.

  • ustadzaris 9 years ago

    Untuk Sholeh
    1. Memastikan penyakit A karena dosa B adalah pernyataan yang perlu dalil jika tidak maka itu adalah mereka-reka hal yang gaib.
    b. Ucapan yang tidak benar. Bukan demikian, pengertian syirik.

  • abu husain 8 years ago

    Agus >> : utusan setan dalam wujud dukun itu ada dua jenis, dukun hitam yg jelas2 menampakkan kesyirikannya, dan “dukun putih” yg menyembunyikan kesyirikan dibalik tirai dzikir dan doa,membawa nama Alloh segala pun mereka ini berani..!! dan inilah seburuk2 dukun…

  • FAHRUL 8 years ago

    aslmkm.wr.wb.ustad ,umi ana sekarang lgi sakit,uda dirawat dirumah sakit,tapi blum ada perubahan.trus ana coba usulkan untuk dirugyah>? mohon solusinya ustad

  • ustadzaris 8 years ago

    untuk fahrul
    meminta diruqyah hukumnya makruh, bukan haram.

  • Ustadz,
    1. Apakah metode yang dipakai sesuai sunnah yaitu membaca sesuatu yang sesuai sunnah seperti ” a’udzubullahi waqudrotihi wamingsyarrima ajidu wauhadzir” diucapkan 7 kali  sambil tangan disimpan di bagian yang sakit untuk menghilangkan penyakit “Qumbiidznillah” apakah itu juga termasuk ruqyah ?
    2. Apakah mendengarkan ayat-ayat ruqyah itu termasuk ke dalam hal di atas ? Mendengarkan ayat-ayat ruqyah dari CD di lewat komputer.

  • ustadzaris 8 years ago

    untuk ridho
    1. itu bacaan yang Nabi ajarkan
    2. tidak termasuk metode ruqyah syar’iyyah

  • luqman 8 years ago

    ustadz bukanya hukum asl larangan itu haram?, kenapa larangan dalam dzohir hadits tersebut dihukumi makruh??? jazakallohukhoir

  • ustadzaris 8 years ago

    #luqman
    Coba dilihat lagi, tidak ada di kalimat larangan dalam hadits di atas. Yang ada adalah kalimat berita.

  • Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab, “Mereka adalah orang-orang yang tidak minta untuk diruqyah, tidak minta untuk di-kay (pengobatan dengan besi panas) dan hanya bertawakkal kepada rabbnya” (HR Bukhari no 5378 dan Muslim no 549 dari Ibnu Abbas).
    Masa ustadz, karena kita di ruqyah kita tidak termasuk 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab. Maksud, ruqyah disana yaitu ruqyah tidak syar’i. Mungkin begitu ustadz.

  • ustadzaris 8 years ago

    #ridho
    Yang dimaksudkan oleh hadits adalah ruqyah syar’iyyah

  • Assalammu’alaikum Ustadz,
    Jikalau meruqyah diri sendiri dengan ruqyah yang diajarkan nabi yaitu antara lain dalil hadis di bawah ini apakah termasuk kategori minta diruqyah ( termasuk hadis di atas ) :
    1. . Dari Abu Al-‘Ash Ats-Tsaqafi radhiallahu ‘anhu bahwa beliau mengeluhkan sakit yg dirasakan di tubuh semenjak masuk Islam kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya:

    ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ فِيْ جَسَدِكَ وَقُلْ: بِسْمِ اللهِ ثَلاَثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
    “Letakkanlah tanganmu pada tempat yg sakit dari tubuhmu dan ucapkanlah ‘Bismillah ’ sebanyak tiga kali. Lalu ucapkanlah:
    أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
    ‘Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan sesuatu yg kurasakan dan kuhindarkan’ sebanyak tujuh kali.”
    2. Ada juga keterangan dari buku-buku yang saya baca mungkin menurut kalangan ulama dibolehkan meruqyah diri sendiri dengan bacaan alfatihah 3 atau 7 kali di tempat yang sakit ( diusapkan setelah ditiup di tangan ).
    3. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam meruqyah dirinya

    > sendiri tatkala mau tidur dengan membaca surat al-Ikhlash, al-Falaq
    > dan an-Nas lalu beliau tiupkan pada kedua telapak tangannya, kemudian
    > beliau usapkan ke seluruh tubuh yang terjangkau oleh kedua tangannya.
    > (HR.al-Bukhari).
    4. Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwa beliau berkata kepada Tsabit Al-Bunani: “Maukah engkau aku ruqyah dgn ruqyah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Tsabit menjawab: “Ya”. mk Anas membaca:

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبِأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَافِي لاَ شَافِيَ إِلاَّ أَنْتَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَفَمًا
    “Ya Allah Rabb sekalian manusia yg menghilangkan segala petaka sembuhkanlah Engkaulah Yang Maha Penyembuh tdk ada yg bisa menyembuhkan kecuali Engkau sebuah kesembuhan yg tdk meninggalkan penyakit.”
    Dalam riwayat lain dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha beliau berkata: “Dahulu bila salah seorang dari kami mengeluhkan rasa sakit mk beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap dgn tangan kanan beliau dan membaca:
    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبِأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَفَمًا
    “Ya Allah Rabb sekalian manusia hilangkanlah petaka dan sembuhkanlah dia Engkaulah Yang Maha Penyembuh tdk ada penyembuh kecuali penyembuhan-Mu sebuah penyembuhan yg tdk meninggalkan penyakit.”
    Syukron,

  • ustadzaris 8 years ago

    #ridho
    Yang terlarang adalah meminta untuk diruqyah, bukan meruqyah diri sendiri

  • Assalammu’alaikum Ustadz,
    Saya memiliki beberapa pertanyaan ustadz,
    1. Bagaimana ustadz kalau hukumnya meruqyah orang lain ? Misal, ketika orang tua saya terkena sengatan kalajengking ?
    2. Bukankah Alfatihah itu sebagai Arruqyah, nah sesuai buku yang saya baca bolehkah saya meruqyah diri sendiri dengan surat Alfatihah ini sebanyak 3 kali atau 7 kali  di tempat yang sakit ( diusapkan setelah ditiup di tangan ) ? ( Karena menurut keterangan buku yang saya baca yaitu Lautan Alfatihah karangan Khalid al-Jundi seperti itu, setelah melalui keterangan hadis ruqyah upah kambing di atas.  Apakah pengobatan dengan surat Alfatihah kepada diri sendiri itu ada hadisnya, apakah ruqyah upah kambing itu menjadi dasar mengobati penyakit/ruqyah sendiri dengan ruqyah surat Alfatihah. Seperti, Ibnul qayyim mengobati dirinya dengan keberkahan surat alfatihah dengan membacakannya beberapa kali dan meniupkannya lewat segelas air.
    3. Apakah redaksi hadis ini sohih. . Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam meruqyah dirinya

    > sendiri tatkala mau tidur dengan membaca surat al-Ikhlash, al-Falaq
    > dan an-Nas lalu beliau tiupkan pada kedua telapak tangannya, kemudian
    > beliau usapkan ke seluruh tubuh yang terjangkau oleh kedua tangannya.
    > (HR.al-Bukhari).
    4. Apakah ruqyah ini boleh untuk penyakit lain ? Misalkan, untuk orang tua saya yang sakit demam, sakit kepala dan lainnya.
    5. Saya minta tanggapannya,
    Sekarang banyak umumnya yang saya lihat di internet pengobatan dengan surat-surat Alquran. Karena, jikalau menurut saya sendiri ruqyah tersebut hanya sebatas pada penyakit tertentu saja seperti sengatan ular dan kalajengking bukan untuk penyakit lain seperti sekarang jantung, kanker dan lain-lain. Sebagai inovasi manusia sekarang dari mengambil keberkahan dari Alquran tetapi tidak sesuai dengan hadis Nabi. Seperti tak ada dalil dari sunnah, membaca alfatihah sebagai dzikir pada pagi dan petang. Termasuk, ruqyahnya Ibnul qayyim kepada dirinya sendiri itu. Karena, hadis yang menyatakan bahwa ada sahabat atau ketika nabi meruqyah dirinya sendiri karena penyakit medis  kan tidak ada ? Artinya, Ibnul Qayyim itu menyimpang dari Hadis ustazd ? Walaupun alfatihah berdasar keterangan hadis sebagai arruqyah tapi tidak ada keterangan tentang meruqyah diri sendiri dengan surat alfatihah.
    Karena kalau begitu, banyak di zaman sekarang yang salah mempergunakan Alquran sebagai inovasi penyembuh yang prakteknya tak sesuai sunnah. Yang ujung-ujungnya “USKUN =  USTADZ PRAKTEK DUKUN”.
    Syukron ustadz,

  • Ana Muslimah 8 years ago

    Assalamu’alaikum.. Ustadz, saya masih bingung masalah ruqyah ini. Saya pernah baca katanya ruqyah merupakan perbuatan para nabi dan orang2 sholeh. Sedangkan kita dimakruhkan untuk minta diruqyah. Jadi, yang benar bagaimana ustadz? Apakah meminta orang lain untuk meruqyah anak nakal dan melawan orang tua juga makruh hukumnya? Anak tsb jelas tidak mau meruqyah diri sendiri dan orang tuanya pun tidak bisa meruqyahnya.

  • ustadzaris 8 years ago

    #ana
    Ruqyah itu bukan obat anak nakal

  • Ana Muslimah 8 years ago

    Afwan ustadz, bukankah ruqyah itu untuk mengobati penyakit fisik dan rohani? Menurut ana, anak nakal itu mengalami penyakit rohani karena hatinya sudah tidak bersih sehingga tidak bisa menerima nasihat orang lain. Ia suka menunda2 shalat padahal sudah diingatkan. Terkadang jika dinasihati oleh ibunya ia malah menutup kupingnya. Ia juga suka mengancam bunuh diri jika permintaanya tidak dituruti. Oh iya, anak yang ana maksud bukan anak kecil tapi anak yang sudah menginjak usia akil baligh.

  • Eko Juniarso 8 years ago

    Assalamualaikum ustadz,
    Saya jadi agak bingung karena selama ini saya memahami bahwa “ruqyah syar’iyah” seperti itu adalah cara berobat yang paling benar dan paling dianjurkan untuk menghindari syirik.
    jika itupun makruh, lalu ruqyah/pengobatan yang dianjurkan/benar sesuai tuntunan itu yang seperti apa? Jika penyakit medis mungkin kita masih bisa berobat ke dokter. namun bagaimana jika penyakit itu non medis (kiriman,dll)?
    Bagaimana ikhtiar yang tepat untuk mencari asbab kesembuhan?
    Syukron.

  • ustadzaris 8 years ago

    #eko
    1. meruqyah diri sendiri, dianjurkan
    2. meruqyah orang lain, dianjurkan
    3. minta diruqyah oleh orang lain, makruh

  • Assalammu’alaikumwarahmatullahiwabarakaatuh,
    Dan perlu kita ingat. Jumlah 70.000 orang yang masuk jannah tanpa hisab tersebut bisa dibilang masih ‘koma’, belum ‘titik’. Masih ada kelanjutannya. Nabi SAW bersabda,

    وَعَدَنِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُدْخِلَ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعِينَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلَا عَذَابٍ مَعَ كُلِّ أَلْفٍ سَبْعُونَ أَلْفًا وَثَلَاثَ حَثَيَاتٍ مِنْ حَثَيَاتِ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ
    “Rabbku berjanji kepadaku, untuk memasukkan  tujuhpuluh ribu orang di antara ummatku ke dalam Jannah tanpa hisab dan adzab, setiap seribu membawa tujuhpuluh ribu orang dan tiga cakupan tangan dari cakupan tangan Rabbku.” (HR. Ahmad)
    Jika demikian, mengapa masih pesimis? Mari kita lanjutkan perlombaan ini dengan semangat yang baru. Wallahul muwaffiq.
    http://www.arrisalah.net/kajian/2011/01/perlombaan-hakiki-dan-hadiah-tak-tertandingi.html
    Syukron,

  • aba aljauzi 8 years ago

    Assalaamu’alaikum Ustadz Aris,

    Bagaimana jika kita melihat org yg sedang kesurupan, org2 disekitarnya tdk ada yg bisa meruqyah. Jika kita memanggil seorang ustadz utk meruqyah, apakah ini juga termasuk makruh krn kita meminta seseorang utk meruqyah? Dan makruh itu sebaknya dihindari. Bagaimana solusinya ustadz? jazakallahu khoir.

  • ummionca 6 years ago

    Bismillah

    Para pembaca harap dipahami
    Yang dimaksud dalam hadits ini adalah MEMINTA RUQYAH. Yakni meminta orang lain untuk meruqyah diri kita. Ketika diri kita sakit maka yang terbaik adalah meruqyah diri kita sendiri dgn doa2 yang ma’tsur. Walaupun tidak sampai kepada pelarangan akan tetapi sebaiknya dihindari.

    Adapun memberikan ruqyah kepada orang lain, maka hal ini diperbolehkan

    Mohon koreksi bila terdapat kesalahan dalam tulisan ana ini

  • ustad sya mau tanya saya sakit batuk dn bdan cape lesu malas dan tdk brsemangat sudah lma sekali, saya batuk brthun2 sbntar sembuh sbntr kmbuh lgi kta orng2 si di gangu almrhmh nenek yg dhlu jga ppnya pnyakit btuk jga, sdh brobt kmna2 gk sembuh2 , hnya smntra smbuh nya ttangga mengajurkn untk ruqyah it kra kra boleh atw tdk ustad ya,”

  • Apabila ada sodara sy kenak penyakit non medis trs saya minta ke ustadz untuk meruqyah nya,,,apakah hukumnya makruh???syukron

  • @ernaz
    Makruh dalam keadaan yang sangat dibutuhkan hukumnya berubah menjadi boleh.

  • @april
    Yang terbaik adalah meruqyah diri sendiri.

  • Fery Fajar Syarif 4 years ago

    Assalamu’alaikum ustadz..

    Pengobatan sihir, jin atau ‘ain ..
    Ambil air satu galon atau kurang lebih 20liter..
    Kemudian dibacakan Al Fatikha, An Naas, Al Falaq, Al ikhlas, Ayat kursi, Al ‘Araaf (117-122), Yunus (81-82), Thaha (68-70), kemudian dibacakan 11x lebih byk lebih baik dan ditiupkan ke air tsb..
    Dan gunakanlah utk mandi ataupun diminum..

    Apakah cara diatas dibolehkan ustadz??
    Adakah rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan cara tsb..
    Smga Allah membalas kebaikan Ustadz

    Wassalamu’alaikum

  • assalamualikum ustad sy mngalami kegelisahan dan ketakutan didalam dada kalau ada jin yg ingn masuk krna sy trauma , sy merukiyah diri sendri rasanya semakin takut itu hanya persaan saya saja , dan apakah saya harus meneruskan rukiyah diri sendri itu . sy ga bisa tidur nyenyak makn pun tdk tenang,karena rasa takut itu allah menguji hambanya tidak melebihi kemampuanya , bagaimana solusinya ustad syukron

  • Asalamualaikum. Maaf ustd mo tnya. Sya ingin meruqyah suami sya krna dia sudah sngat berubah sekali sdh sya ingatkan brkali2 tp ga prnah d dngar. Setiap kali sya ajak ruqyah dia g prnah mau. Dia juga jrg sholat. Gmn ya pak ustd solusi nya. Apa dngan cara meruqyah itu bisa membantu dia tuk balik sprti smula. Terima kasih. Wassalam.

  • عن عائشة رضي الله عنها قالت كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يأمرني أن أسترقي من العين.
    Dari ‘Aisyah RA Berkata: “Aku pernah diperintahkan Rasulullah SAW agar aku Minta ruqyah Dari’ ain. (HR. Muslim)

    Dari ‘Aisyah RA berkata: Rasulullah SAW masuk, maka beliau
    mendengar suara anak kecil menangis, beliau berkata:
    “Kenapa anak kecil kalian ini menangis? Kenapakah kalian
    tidak memintakan ruqyah untuknya dari ‘ain. (HR. Ahmad)

  • # Dewi
    Jika dia berubah karena faktor psikologis tentu saja ruqyah dalam hal ini kurang manfaat.

  • abu umar 3 years ago

    dulu sebelum belajar ruqyah syariyyah ana berpandangan sama seperti ustad aris, tetapi setelah belajar alhamdulillah pandangan ana lebih terbuka. ana belum pernah mendengar fatwa kemakruhan meminta ruqyah. bahkan yg ana dapatkan hadist2 yg dimana rasululloh menyuruh beberapa sahabat termasuk ummul mukminin aisyah untuk meminta ruqyah ketika terkena ain. dan penyakit psikologis bisa sembuh dengan ruqyah dengan izin Alloh. ana pernah menangani berbagai macam keluhan mulai dari penyakit medis dan non medis dan dengan izin Alloh ruqyah punya efek terhadap penyakit tersebut. bahkan melalui ruqyah banyak orang pinda ke sunnah ketika kita peringatkan bahwa semua kebidahan mengundang jin maka jauhilah. biasanya sebelum ruqyah ana ajak pasien untuk bertaubat atas segala dosa, minta maaf kepada semua orang yg pernah dizolimi dan memaafkan semua orang yg menzolimi. setelah itu baru masuk sesi ruqyah. dan alhamdulillah setelah selesai semua sesi pasien merasa tenang, damai, tentram, lebih merasa khusyu’ ketika shalat dan keluhan fisik berkurang atau bahkan langsung hilang. jadi klo ada yang mengatakan bahwa ruqyah syariyyah tidak berefek kepada penyakit psikis atau medis dan cuma untuk gangguan jin itu menurut ana bentuk ketidak tahuan dan merendahkan Alquran dimana Alloh berfirman dan kami turunkan alquran sebagian diantara ayatnya bisa jadi obat dan rahmat untuk orang yg beriman. syifa pada ayat itu bersifat nakiroh yg artinya penyakit apapun baim yang dihati maupun yg difisik. dan bagi yg mengatakan makruh minta ruqyah maka telaah lagi hadist2 nabi. tidak ada rasa ketidaksukaan nabi kepada ruqyah bahkan beliau menyuruh ummul mukminin meminta ruqyah ketika terkena ain. apakah mungkin nabi menyuruh istrinya mengerjakan hal yang makruh. syaikh bin baz pun mengatakan meminta ruqyah jika memang dibutuhkan tidak mengapa,

  • hamba allah 2 years ago

    Ass ustad..
    Boleh kan ruqiah dilakukan jika tidak terjadi sesuatu yang ada pada dirinya?..misalnya gini kadang saya merasa orang yang bodoh setiap saya belajar tau melakukan sesuatu.pasti tidak pernah terekam dalam otak saya.saya cenderung selalu bersikap negatif dalam diri saya.terus gmn ya solusinya ustad?

  • Assalamualaikum Pak Ustadz, Jika hukumnya orang yang mau belajar dan ikut pelatihan ruqyah agar dapat meruqyah orang lain dan untuk diri sendiri. itu bagaimana ya hukumnya? (karena tidak ada satupun niat untuk meminta di ruqyah), jika bisa disertakan dalil ataupun fatwa ulama. terima kasih