Bismillah di Awal Kajian

استفتاح مجالس العلم بخطبة الحاجة أو غيرها

Membuka Pengajian dengan Khutbah Hajah atau lainnya

السؤال : هل كان الرسول صلى الله عليه وسلم يفتتح دائماً مجالسه بـ : (إن الحمد لله نحمده ونستعينه) أم كان يفتتح بأدعية أخرى أيضاً ، وما رأيك فيمن يفتتحون بأدعية أخرى ، والمهم فيها حمد الله والثناء عليه ؟

Pertanyaan, “Apakah Rasulullah selalu membuka majlisnya dengan bacaan khutbah hajah ataukah juga dengan bacaan yang lain? Apa pendapat Anda mengenai orang yang membuka majlisnya dengan bacaan-bacaan lain yang penting mengandung pujian dan sanjungan kepada Allah?”

الجواب :
الحمد لله ” لم يكن رسول الله صلى الله عليه وسلم يلتزم هذا الدعاء في جميع خطبه ومجالسه ، بل كان يفتتح به ويفتتح بغيره ،

Jawaban Lajnah Daimah, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak selalu membuka semua khutbah ataupun majelis pengajian beliau dengan khutbah hajah. Terkadang beliau buka dengan khutbah hajah, terkadang dengan bacaan selainnya.

وبذلك فيجوز للمسلم أن يفتتح مجلس علمه وتذكيره بأي استفتاح أو دعاء ثبت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ،

Mengingat hal tersebut, seorang muslim boleh membuka majelis pengajiannya dengan bacaan pembuka apa pun atau dengan bacaan yang berasal dari Rasulullah.

وكذلك يجوز أن يستفتح مجلسه بمجرد الثناء على الله بقوله الحمد لله ، أو بمجرد التسمية بقوله : ( بسم الله الرحمن الرحيم ) أو : ( بسم الله ) فقط ؛

Demikian pula, diperbolehkan membuka pengajian dengan semata-mata kalimat sanjungan kepada Allah dengan mengucapkan “Alhamdulillah”. Boleh juga dibuka hanya dengan basmalah semisal bismillahirrahmanirrahim atau bismillah saja.

لقوله صلى الله عليه وسلم : ( كل أمر ذي بال لا يبدأ بـ : بسم الله ، فهو أجذم) ،

Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Setiap perkara penting menurut syariat yang tidak dimulai dengan bismillah adalah perkara yang tidak diberkahi”.

وفي لفظ : (لا يبدأ فيه بالحمد لله فهو أجذم ).

Dalam redaksi lain disebutkan, “…yang tidak dimulai dengan alhamdulillah adalah perkara yang tidak diberkahi

وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم “.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء .
الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز … الشيخ عبد الرزاق عفيفي … الشيخ عبد الله بن غديان … الشيخ صالح الفوزان … الشيخ عبد العزيز آل الشيخ .

Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Abdurrazaq Afifi, Abdullah bin Ghadayan, Shalih al Fauzan dan Abdul Aziz Alu Syaikh.

“فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء” (24/229) .

Fatawa Lajnah Daimah jilid 24 hal 229-230

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 7
  • Fahrul 8 years ago

    Assalamu`alaikum
    Ana minta izi membaginya.Serta ana minta maaf kepada Ustadz Aris untuk semua kesalahan yang ana lakukan .

  • ustadzaris 8 years ago

    #fahrul
    Silahkan

  • Ummu Anas 8 years ago

    Assalamu`alaikum
    Bagaimana dengan kebiasaan yg kita jumpai di masyarakat, pembawa acara mengajak jama’ah memulai pengajian dengan membaca bismillah, (contoh: marilah kita buka pengajian kali ini dengan membaca bismillah)
    Jazakumulloh khoiron

  • ustadzaris 8 years ago

    #ummu
    Suatu hal yang kurang tepat. Yang lebih tepat, cukup pembawa acara yang membuka ‘pengantar’nya dengan bismillah.

  • Syaikh Abdullah bin Shalih Al Fauzan berkata:
    “Adapun hadits-hadits qauliyah tentang masalah basmalah, seperti hadits, ‘Kullu amrin dzii baalin laa yubda’u fiihi bibismillaahi fahuwa abtar.’ hadits-hadits tersebut adalah hadits yang dilemahkan oleh para ulama.”
    Hadits ini dikeluarkan oleh Al Khathib dalam Al Jami’ (2/69,70), As Subki dalam Thabaqaat Syafi’iyah Al Kubra, muqaddimah hal. 12 dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
    tetapi hadits itu adalah hadits dha’ifun jiddan (sangat lemah) karena ia merupakan salah satu riwayat Ahmad bin Muhammad bin Imran yang dikenal dengan panggilan Ibnul Jundi.
    Al Khathib berkata di dalam Tarikh-nya (5/77): ‘Orang ini dilemahkan riwayat-riwayatnya dan ada celaan pada madzhabnya.’ Maksudnya: karena ia cenderung pada ajaran Syi’ah.
    Ibnu ‘Iraq berkata di dalam Tanziihusy Syari’ah Al Marfuu’ah (1/33): ‘Dia adalah pengikut Syi’ah. Ibnul Jauzi menuduhnya telah memalsukan hadits.’
    Hadits ini pun telah dinyatakan lemah oleh Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah sebagaimana dinukil dalam Futuhaat Rabbaniyah (3/290) silakan periksa Hushuulul Ma’muul, hal. 9).
    Adapun hadits:
    لا يبدأ فيه بالحمد لله فهو أجذم
    adalah hadits dha’if, didha’ifkan Syaikh Al Albani dalam Dha’iful Jaami’ 4217
    (lihat catatan kaki Tafsir Al-Qur’an Al ‘Azhim tahqiq Hani Al Hajj, 1/24)
    sumber: http://muslim.or.id/al-quran/faedah-seputar-basmalah.html

  • faisal 6 years ago

    assalamu’alaikum wa rohmatullah wa barokatuh
    ustadz bagaimana dengan membaca bismillah pada saat melanjutkan bacaan al Qur’an, contohnya ada seseorang yang membaca surat al Kahfi dari ayat 1 – 16 kemudian di lain kesempatan ia melanjutkannya dari ayat 17 – 33 , nah apa dari ayat 17 itu menggunakan bismillah juga atau cukup ta’awudz..?
    wassalamu’alaikum wa rohmatullah wa barokatuh

  • #faisal
    Cukup taawudz tanpa basmalah