Biji Tasbih Bukan Bid’ah (2)

قلت (للإمام أحمد بن حنبل): يُسبِّح الرجل بالنوى؟

Ishaq bin Manshur al Kausaj Al Maruzi bertanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal, “Bolehkan menghitung tasbih dengan menggunakan biji?”

قال: قد فعل ذلك أبو هريرة و سعد رضي الله عنهما،

Jawaban Imam Ahmad, “Menghitung tasbih dengan biji itu pernah dilakukan oleh Abu Hurairah dan Saad.

وما بأس بذلك،

Tidak mengapa melakukan hal tersebut.

النبي صلى الله عليه وسلم عدَّ.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri menghitung (tasbihnya)”.

قال إسحاق (بن راهوية): كما قال».

Ishaq bin Rahawaih mengatakan, “Benar apa yang dikatakan oleh Imam Ahmad”.

“مسائل الإمام أحمد وإسحاق، رواية الكوسج” (2|601 #3507)

Sumber:
Masail Imam Ahmad dan Ishaq bin Rahawaih berdasarkan penuturan Ishaq bin Manshur al Kausaj, tahqiq Abul Husain Khalid bin Mahmud al Ribath, Wiam al Hausyi dan Jumah Fathi jilid 2 hal 601 masalah no 3507, terbitan Darul Hijrah Riyadh, cetakan pertama, 1425 H.

Catatan:

1. Jika menghitung bacaan dzikir dengan biji-biji tertentu maka semisal dengan itu menghitung bacaan dzikir dengan biji tasbih.

2. Kutipan mengisyaratkan bahwa Imam Ahmad menilai shahih riwayat yang mengatakan bahwa Abu Hurairah dan Saad bin Abi Waqqash menghitung bacaan dzikirnya dengan biji-bijian karena beliau berdalil dengan riwayat tersebut.

Artikel www.ustadzaris.com

Popularity: 3% [?]

Be Sociable, Share!

Artikel Terkait