<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Berdzikir di Hari Tasyriq</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/berdzikir-di-hari-tasyriq/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/berdzikir-di-hari-tasyriq</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 13:19:38 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/berdzikir-di-hari-tasyriq/comment-page-1#comment-5213</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 15:52:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=842#comment-5213</guid>
		<description>#abu
Silahkan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#abu<br />
Silahkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Farras</title>
		<link>http://ustadzaris.com/berdzikir-di-hari-tasyriq/comment-page-1#comment-5209</link>
		<dc:creator>Abu Farras</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 09:13:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=842#comment-5209</guid>
		<description>Afwan ustad ijin copast artikel ini 
Syukron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Afwan ustad ijin copast artikel ini<br />
Syukron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/berdzikir-di-hari-tasyriq/comment-page-1#comment-1385</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 00:25:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=842#comment-1385</guid>
		<description>Untuk Pembaca Blog ini
Kemarin saya ngirim sms kepada al akh al Ustadz Ridho Abdillah, mahasiswa fakultas Syariah Jamiah Islamiyyah untuk menanyakan sebagian praktek qurban di tempat kita. Yaitu kulit hewan korban ditukar dengan daging lalu dibagikan kepada fakir miskin. Jawaban dari beliau saya terima jam 16:08, 01 Desember 2009 sebagai berikut, &quot;Sudah ditanyakan kepada murid Syeikh Utsaimin. Kata beliau tetap tidak boleh diganti (ditukar dengan daging). Jadi tetap kulit itu yang dikasihkan dan nanti terserah yang menerima mau dijual lagi apa ditukar daging&quot;.
Setelah saya tanyakan kembali siapa nama murid Syeikh Utsaimin tersebut, beliau sampaikan bahwa beliau adalah Syeikh Samy al Kholil.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Pembaca Blog ini<br />
Kemarin saya ngirim sms kepada al akh al Ustadz Ridho Abdillah, mahasiswa fakultas Syariah Jamiah Islamiyyah untuk menanyakan sebagian praktek qurban di tempat kita. Yaitu kulit hewan korban ditukar dengan daging lalu dibagikan kepada fakir miskin. Jawaban dari beliau saya terima jam 16:08, 01 Desember 2009 sebagai berikut, &#8220;Sudah ditanyakan kepada murid Syeikh Utsaimin. Kata beliau tetap tidak boleh diganti (ditukar dengan daging). Jadi tetap kulit itu yang dikasihkan dan nanti terserah yang menerima mau dijual lagi apa ditukar daging&#8221;.<br />
Setelah saya tanyakan kembali siapa nama murid Syeikh Utsaimin tersebut, beliau sampaikan bahwa beliau adalah Syeikh Samy al Kholil.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/berdzikir-di-hari-tasyriq/comment-page-1#comment-1372</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 00:40:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=842#comment-1372</guid>
		<description>Untuk Muhammad
Maksudnya jika jagal tersebut adalah orang miskin maka dia berhak mendapatkan jatah sedekah sebagaimana umumnya sedekah untuk orang miskin berupa daging korban.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Muhammad<br />
Maksudnya jika jagal tersebut adalah orang miskin maka dia berhak mendapatkan jatah sedekah sebagaimana umumnya sedekah untuk orang miskin berupa daging korban.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muhammad</title>
		<link>http://ustadzaris.com/berdzikir-di-hari-tasyriq/comment-page-1#comment-1361</link>
		<dc:creator>Muhammad</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 21:49:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=842#comment-1361</guid>
		<description>Maaf, ustadz tanya lagi.

Lalu apa yg dimaksud jagal boleh dapat sedekah tapi bukan sebagai upah sebagaimana dijelaskan dlm link yg diberikan akh Jati?

Jazakumullah khoiron ats keluangan waktu antum untuk menjelaskannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf, ustadz tanya lagi.</p>
<p>Lalu apa yg dimaksud jagal boleh dapat sedekah tapi bukan sebagai upah sebagaimana dijelaskan dlm link yg diberikan akh Jati?</p>
<p>Jazakumullah khoiron ats keluangan waktu antum untuk menjelaskannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/berdzikir-di-hari-tasyriq/comment-page-1#comment-1358</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 06:19:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=842#comment-1358</guid>
		<description>Untuk Muhammad
Wa&#039;alaikumussalam
1. Ini tidak boleh karena berarti daging tersebut berstatus sebagai upah untuk pekerjaan panitia.
2. Jika semua warga diundang untuk makan siang maka insya Allah boleh. Dalam hal ini daging korban dibagikan dalam bentuk sudah masak.
3. boleh dengan catatan jika bapak dan anak jadi panitia maka cukup yang diberi salah satu karena yang jadi tolak ukur adalah satu KK atau satu rumah mendapat jatah 1kg. Wallahu a&#039;lam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Muhammad<br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
1. Ini tidak boleh karena berarti daging tersebut berstatus sebagai upah untuk pekerjaan panitia.<br />
2. Jika semua warga diundang untuk makan siang maka insya Allah boleh. Dalam hal ini daging korban dibagikan dalam bentuk sudah masak.<br />
3. boleh dengan catatan jika bapak dan anak jadi panitia maka cukup yang diberi salah satu karena yang jadi tolak ukur adalah satu KK atau satu rumah mendapat jatah 1kg. Wallahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muhammad</title>
		<link>http://ustadzaris.com/berdzikir-di-hari-tasyriq/comment-page-1#comment-1354</link>
		<dc:creator>Muhammad</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 08:40:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=842#comment-1354</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Ustadz. Semoga Allah selalu mnjaga antum.

Ustadz, bagaimana dgn kasus berikut ini, apa dibolehkan:
1. Panitia qurban dpt jatah makan dari daging qurban yg mereka urus krn mereka telah membantu dlm proses penyembelihan qurban.
2. Panitia qurban dan warga yg ada dpt jatah makan-makan bareng di masjid. Baik warga maupun panitia qurban dpt jatah yg sama dan tdk ada yg dispesialkan.
3. Panitia qurban dpt jatah 1 kg daging qurban sebagaimana juga warga dapat 1 kg. Artinya keduanya dpt jatah yg sama shg tdk ada upah bagi panitia qurban.

Mohon tanggapannya ustadz. Apa ada yg tdk dibolehkan?
Jazakumullah khoiron atas keluangan waktu antum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Ustadz. Semoga Allah selalu mnjaga antum.</p>
<p>Ustadz, bagaimana dgn kasus berikut ini, apa dibolehkan:<br />
1. Panitia qurban dpt jatah makan dari daging qurban yg mereka urus krn mereka telah membantu dlm proses penyembelihan qurban.<br />
2. Panitia qurban dan warga yg ada dpt jatah makan-makan bareng di masjid. Baik warga maupun panitia qurban dpt jatah yg sama dan tdk ada yg dispesialkan.<br />
3. Panitia qurban dpt jatah 1 kg daging qurban sebagaimana juga warga dapat 1 kg. Artinya keduanya dpt jatah yg sama shg tdk ada upah bagi panitia qurban.</p>
<p>Mohon tanggapannya ustadz. Apa ada yg tdk dibolehkan?<br />
Jazakumullah khoiron atas keluangan waktu antum.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Muhammad Al-Ashri</title>
		<link>http://ustadzaris.com/berdzikir-di-hari-tasyriq/comment-page-1#comment-1350</link>
		<dc:creator>Abu Muhammad Al-Ashri</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 04:23:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=842#comment-1350</guid>
		<description>Waduh jadi PR nanti ustadz....
Na&#039;am, akan saya coba susun ustadz, karena di hati belum mantap.
Namun...
Semoga ada ikhwan lain mendahului... ^_^ karena skripsinya sudah dikejar-kejar ortu...^__^
&lt;em&gt;Jazakallah khair atas penjelasan di atas...&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waduh jadi PR nanti ustadz&#8230;.<br />
Na&#8217;am, akan saya coba susun ustadz, karena di hati belum mantap.<br />
Namun&#8230;<br />
Semoga ada ikhwan lain mendahului&#8230; ^_^ karena skripsinya sudah dikejar-kejar ortu&#8230;^__^<br />
<em>Jazakallah khair atas penjelasan di atas&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/berdzikir-di-hari-tasyriq/comment-page-1#comment-1346</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 01:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=842#comment-1346</guid>
		<description>Untuk Jati
Wa&#039;alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh
1. Tidak ada masalah dengan tulisan tersebut, lihat perkataan penulis di paragraf ketiga dari bawah.
2. Saya pernah dapat penjelasan dari salah seorang ustadz bahwa dalam al I&#039;lam bi Fawaid Umdah al Ahkam karya Ibnu Mulaqqin asy Syafii bahwa orang yang nguliti dan yang motong-motong hewan itu termasuk jagal.
3. Suatu hal yang bagus jika antum mau mengumpulkan berbagai keterangan tentang pengertian jazuur atau jazir secara bahasa Arab maupun secara fiqih dari berbagai kitab bahasa, syarah hadits ataupun buku-buku fiqh lalu antum tulis dalam sebuah tulisan. Bagaimana? Saya tunggu tulisan antum. Jazakumullahu khairon.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Jati<br />
Wa&#8217;alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh<br />
1. Tidak ada masalah dengan tulisan tersebut, lihat perkataan penulis di paragraf ketiga dari bawah.<br />
2. Saya pernah dapat penjelasan dari salah seorang ustadz bahwa dalam al I&#8217;lam bi Fawaid Umdah al Ahkam karya Ibnu Mulaqqin asy Syafii bahwa orang yang nguliti dan yang motong-motong hewan itu termasuk jagal.<br />
3. Suatu hal yang bagus jika antum mau mengumpulkan berbagai keterangan tentang pengertian jazuur atau jazir secara bahasa Arab maupun secara fiqih dari berbagai kitab bahasa, syarah hadits ataupun buku-buku fiqh lalu antum tulis dalam sebuah tulisan. Bagaimana? Saya tunggu tulisan antum. Jazakumullahu khairon.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Muhammad Al-'Ashri (JATI)</title>
		<link>http://ustadzaris.com/berdzikir-di-hari-tasyriq/comment-page-1#comment-1340</link>
		<dc:creator>Abu Muhammad Al-'Ashri (JATI)</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 15:18:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=842#comment-1340</guid>
		<description>بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
 
Afwan, ustadz. Saya ingin bertanya kembali tentang masalah &lt;strong&gt;jagal&lt;/strong&gt;. Yang saya tanyakan:

Apa dalil Ustadz yang &lt;strong&gt;memperluas makna jagal (jizarah)&lt;/strong&gt; hingga pada selain yang menyembelih hewannya, tetapi juga panitia kurbannya?
Pertanyaan ini muncul setelah membaca &lt;a href=&quot;http://abumushlih.com/mengupah-jagal-dengan-daging-kurban.html/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&gt;&gt;&gt;artikel ini (KLIK)&lt;&lt;&lt;&lt;/a&gt; tulisan saudara kita. 
Di samping itu, ini karena yang di benak saya (afwan, masalahnya sudah tertancap sejak kecil ^^) bahwa yang namanya jagal adalah &lt;strong&gt;yang menyembelih saja (motong lehernya itu)&lt;/strong&gt;. Maka, saya jadi bingung apakah yang sekadar potong-potong/nyacah-nyacah juga termasuk jagal, padahal dia tidak sembelih hewannya.

Jazakallah khair atas penjelasannya.
 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>بسم الله الرحمن الرحيم<br />
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته<br />
 <br />
Afwan, ustadz. Saya ingin bertanya kembali tentang masalah <strong>jagal</strong>. Yang saya tanyakan:</p>
<p>Apa dalil Ustadz yang <strong>memperluas makna jagal (jizarah)</strong> hingga pada selain yang menyembelih hewannya, tetapi juga panitia kurbannya?<br />
Pertanyaan ini muncul setelah membaca <a href="http://abumushlih.com/mengupah-jagal-dengan-daging-kurban.html/" rel="nofollow">&gt;&gt;&gt;artikel ini (KLIK)&lt;&lt;&lt;</a> tulisan saudara kita.<br />
Di samping itu, ini karena yang di benak saya (afwan, masalahnya sudah tertancap sejak kecil ^^) bahwa yang namanya jagal adalah <strong>yang menyembelih saja (motong lehernya itu)</strong>. Maka, saya jadi bingung apakah yang sekadar potong-potong/nyacah-nyacah juga termasuk jagal, padahal dia tidak sembelih hewannya.</p>
<p>Jazakallah khair atas penjelasannya.<br />
 </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 1.414 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-21 22:11:15 -->

