• Twitter
  • Facebook
  • RSS
Tegar Di Atas Sunnah
  • Depan
  • Download
    • E-Artikel
    • E-Kitab
    • Audio Kajian
  • Jadwal Kajian Rutin
  • Tanya Ustadz
  • Tentang Blog ini
  • Fiqih
  • Adab
  • Manhaj
  • Bimbingan Islam
  • Aqidah
  • Konsultasi
  • Kisah
  • Mu’amalah
  • Nasehat

You are here:

  • Home
  • Fiqih
  • Berbuka Dengan Kurma Tidaklah Berpahala

Berbuka Dengan Kurma Tidaklah Berpahala

04 Agustus, 2012

By: Ustadz Aris

category: Fiqih

150 4

والقول بأن الفطر علي هذه الأمور سنة مطردة فيه نظر لأن هذا غالب قوت بلدهم التمر.

Syaikh Yahya al Hajuri mengatakan, “Pendapat yang mengatakan bahwa berbuka puasa dengan kurma adalah sunnah Nabi yang berlaku di semua tempat adalah pendapat yang tidak tepat. Nabi berbuka dengan kurma karena makanan pokok yang dominan di tempat tersebut kala itu adalah korma.

إن وجد رطب أفطر عليه وإن وجد تمر أفطر عليه إن لم يجد حسا حسوات من ماء.

Sehingga jika ada ruthob maka Nabi berbuka dengan ruthob. Jika adanya kurma maka beliau berbuka dengan kurma. Jika tidak ada apa apa maka beliau berbuka dengan meneguk beberapa teguk air” [Ithaf al Kiram bi indian pharmacy online Ajwibah

cheap viagra 100mg

Ahkam Zakah wal Hajj was Shiyam hal 360 terbitan Dar Imam Ahmad Mesir 1427 H].

    • Tweet

    About the Author

    Ustadz Aris

    ustadzaris.com

    aris.munandar.jogja@gmail.com

    Tags: buka puasa, kurma, ramadhan

    B

    Rating

    • 150views
    • 4comments

    Subscribe

    Subscribe to comments

    recommend to friends

    Recent Posts

    Adab, Nasehat

    Keutamaan Ngaji Live Via Internet

    14 Mei, 2013

    238

    Bimbingan Islam, Manhaj

    Mengenal Taklid

    11 Mei, 2013

    324

    Nasehat

    Tundukan Pandangan Terhadap Empat Hal

    23 April, 2013

    903

    Adab, Fiqih

    Adab Makan di Rumah Teman

    10 April, 2013

    991

    4 Comments

      Fachry Permana

      Agu 4, 2012, 1:38 pm

      hmm.. antum muwaafiq dengan pendapat ini atau ndak ust.? kalo ana kok ada yang ngganjal ya, karena setahu ana masalah ini berkaitan dengan af’aal nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang mana salah satunya ‘ala hasabil ‘aadah. namun ternyata ada hadits lain riwayat tirmidzi dengan lafadz :
      إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ ، فَإِنَّهُ بَرَكَةٌ ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ تَمْرًا فَالمَاءُ فَإِنَّهُ طَهُورٌ
      lafadz فَلْيُفْطِرْ , fi’il mudhari’ al-maqruun bi laamil al-amr, maka dari itu jika bentuknya amr (perintah) ini tidak masuk dalam pembahasan af’aal an-nabi, namun yang dibahas apakah hadzal amr lil wujuub atau lil istihbaab…(sebenarnya ada juga sih perincian tambahan dalam ushul fiqh bahwa al-amr kadangkala keluar dari area wujub atau istihbaab namun dengan qoriinah yang waadhihah). Nah.. baik wajib atau mustahab tidaklah lepas dari yang namanya pahala. ditambah lagi disebutkan bahwa فَإِنَّهُ بَرَكَةٌ (karena sesungguhnya -kurma- itu berbarokah) , nah untuk sementara ada lebih sreg dengan sunnahnya makan kurma tatkala berbuka. wallahu a’lam

      ustadzaris

      Agu 4, 2012, 2:46 pm

      #fachry
      Menurut syaikh yahya hadits Salman bin ‘Amir yang anda bawakan adalah hadits yang dhaif karena ada perawinya yang majhul yaitu ar Rabab bin Shali’.
      sehingga status perkara ini adalah hanya dalam ruang lingkup af’al Nabi.

      Setyanto Umar Abu Afifi

      Agu 22, 2012, 6:11 am

      Judul artikelnya ekstrim Ustadz.
      1. Apakah memang berbuka dengan kurma adalah sesuatu yang tidak berpahala ? Sementara kami melihat dhohir hadits nabi shalallahu alaihi wa salam mengatakan berbuka dengan kurma. Dan saat inipun telah diketahui secara medis bahwa kurma mengandung banyak manfaat. Namun kami berbuka dengan kurma bukan karena saran ilmuwan medis tapi karena perintah Rasulullah shalallahu alaihi wa salam.
      2. Apakah kami tidak mendapat pahala, dikarenakan kami ingin mencontoh sunnah nabi dalam berbuka? Meskipun itu dianggap makanan pokok pada waktu itu yang ada di sekitar nabi, namun saat ini insyaallah kurma mudah untuk diperoleh disekitar kita.
      3. Bagaimana bila di analogikan dengan kisah Umar yang mencium Hajar Aswad. Umar bin Khattab radhiyallahu anhu menciup Hajar Aswad hanya sekedar karena Nabi shalallahu alaihi wa salam menciumnya.
      Dan kitapun berbuka dengan kurma karena Nabi shalallahu alaihi wa salam juga berbuka dengannya. Apakah karena sekedar meniru ini saja dikatakan “tidak berpahala” ?
      4. Sedikit menyimpang dari pembahasan, namun agak mirip dengan point 3.
      Saya mendengar bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam suka dengan daging kambing. Bagaimana bila kita juga suka dengan daging kambing dikarenakan sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam yang juga suka daging kambing ? Apakah kesukaan kita pada daging kambing dalam rangka mencontoh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam juga tidak berpahala ?
      Walallahualam

      ustadzaris

      Agu 23, 2012, 4:28 pm

      #setyanto
      hadist yang berisi perintah adalah hadits yang dhaif.
      sedangkan hadits berisi perbuatan Nabi maka itu perlu dipahami dengan kaedah af’al Nabi yang ada di buku buku ushul fiqih.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked. *

    Name*

    E-mail*

    Website

    Comment

    Cancel reply

    Video Ustadz

    Artikel Populer

    Hitam di Dahi Perlu Diwaspadai

    10 August, 2009

    • 1675
    • 208
    jamaah

    Khuruj bersama Jama'ah Tabligh

    12 August, 2009

    • 1341
    • 168

    Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP

    20 October, 2009

    • 1162
    • 137

    Hukum Mencium Tangan dan Membungkukkan Badan

    04 June, 2009

    • 1447
    • 119

    Do'a Qunut Ketika Shubuh

    20 July, 2009

    • 1649
    • 118

    Berlangganan Artikel

    • Kategori
      • Adab
      • Aqidah
      • Bimbingan Islam
      • Fiqih
      • Info
      • Kajian Audio
      • Kisah
      • Konsultasi
      • Manhaj
      • Mu'amalah
      • Nasehat
    Follow on Twitter
    BACK TO TOP
    • abdullah al sulmi
    • abdullah alsulmi
    • abu bakar
    • abu hurairah
    • Abul Hasan al Ma’ribi
    • acara keluarga
    • Adab
    • adab majelis
    • adab makan
    • adab minum

    Flag Counter

    Free counters!

    Name:

    Email:

    Message:

    • Twitter
    • Facebook
    • RSS

    © 2008-2013 Ustadz Aris Munandar

    Close

    Enter the site

    Login

    Password

    Remember me

    Forgot password?

    Login