• Twitter
  • Facebook
  • RSS
Tegar Di Atas Sunnah
  • Depan
  • Download
    • E-Artikel
    • E-Kitab
    • Audio Kajian
  • Jadwal Kajian Rutin
  • Tanya Ustadz
  • Tentang Blog ini
  • Fiqih
  • Adab
  • Manhaj
  • Bimbingan Islam
  • Aqidah
  • Konsultasi
  • Kisah
  • Mu’amalah
  • Nasehat

You are here:

  • Home
  • Fiqih
  • Beli Barang Hasil Hutang Bank

Beli Barang Hasil Hutang Bank

22 Mei, 2011

By: muhammad abduh

category: Fiqih

119 12

السؤال : الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد: فسؤالي هو كالتالي إشتريت منزلا بقرض ربوي فأردت أن ارضي الله تعالى ببيع المنزل و اللجؤ إلى إكتراء منزل, لكن المشكل لا يكمن في الإكتراء ولكن في البيع الذي سيترتب عنه ربح, لأني لن أبيع بالثمن الذي آشتريت به,سأسدد الديون التي هي علي تجاه البنك والباقي فما حكم الشرع فيه ؟ و لكم جزيل الشكر

Pertanyaan, “Aku membeli rumah dari uang utangan yang didapat dengan pinjam uang di bank ribawi. Aku ingin membuat Allah ridho dengan menjual rumah tersebut lalu ngontrak rumah. Akan tetapi yang jadi masalah, ngontrak adalah suatu hal yang tidak memungkinkan untuk dilakukan. Demikian pula menjual rumah tersebut berarti mendapatkan keuntungan karena aku tidak akan menjualnya dengan harga yang sama dengan harga pembelian lalu akan kulunasi hutangku di bank dan masih ada selisih keuntungan. Aku hukum syariat dalam masalah ini”.

الإجابة:
عقد شراء هذا المسكن صحيح ولا علاقه له بالمبلغ الذي اقترضته من البنك بفائدة ربويه

Jawaban Syaikh Abdul Muhsin bin Nashir al Ubaikan, “Transaksi untuk membeli rumah tersebut adalah transaksi yang sah dan tidak ada hubungannya dengan uang yang anda dapatkan dengan cara berhutang di bank yang mengunakan sistem bunga ribawi.

أنت اقترفت ذنبا بالقرض الربوي وليس امامك إلا التوبه إلى الله عز وجل من هذا العمل , وليس عليك بيع البيت فإن شئت بعت البيت وإن شئت أبقيته في ملكك إنما تتوب إلى الله عز وجل من الربا الذي فعلته

Anda telah berbuat dosa dengan menjadi nasabah riba. Anda tidak memiliki pilihan selain bertaubat kepada Allah dari perbuatan ini. Anda tidak memiliki kewajiban untuk menjual rumah yang telah anda beli tersebut. Jika anda mau anda boleh menjualnya, boleh pula tidak anda jual. Kewajiban anda hanyalah bertaubat kepada Allah dari dosa menjadi nasabah riba yang telah anda lakukan.

إن استطعت أن تتخلص من الفائدة الربويه بعدم إعادتها إلى البنك فهذا مطلوب وإن لم تستطع لأنك مجبر فعليك التوبه إلى الله عز وجل.

Jika anda mampu membebaskan diri dari keharusan membayarkan bunga ribawi dengan tidak membayarkan bunga tersebut kepada bank maka ini adalah pilihan yang ideal. Akan tetapi jika anda tidak mampu karena anda dipaksa untuk membayarkan bunga riba maka anda berkewajiban untuk bertaubat kepada Allah”.

Sumber:

http://al-obeikan.com/show_fatwa/267.html

Catatan:
Berdasarkan keterangan di atas jika ada seorang yang merintis bisnis atau usahanya dengan uang utangan dari bank maka selama bisnis yang dia jalankan adalah bisnis yang dibolehkan oleh syariat maka penghasilan yang dia dapatkan adalah penghasilan yang halal. Namun orang tersebut wajib bertaubat dari dosa besar yang dia lakukan yaitu menjadi nasabah riba.

Artikel www.ustadzaris.com

    • Tweet

    About the Author

    muhammad abduh

    rumaysho.com

    jejak.bc@gmail.com

    Tags: bank, bunga bank, hutang, riba, utang

    B

    Rating

    • 119views
    • 12comments

    Subscribe

    Subscribe to comments

    recommend to friends

    Recent Posts

    Adab, Nasehat

    Keutamaan Ngaji Live Via Internet

    14 Mei, 2013

    217

    Bimbingan Islam, Manhaj

    Mengenal Taklid

    11 Mei, 2013

    302

    Nasehat

    Tundukan Pandangan Terhadap Empat Hal

    23 April, 2013

    881

    Adab, Fiqih

    Adab Makan di Rumah Teman

    10 April, 2013

    973

    12 Comments

      Abdullah

      Mei 22, 2011, 4:13 pm

      Ustadz, saya jg punya usaha. Pinjem modalnya dari Bank Syariah.
      Apakah bank2 ‘syariah’ di Indonesia ini memang bener2 syariah (non-ribawi) Pak Ustadz? Yg jelas jika dihitung dari yg saya cicil per bulan dikali sekian bulan, totalnya melebihi dari jumlah pokok yg saya pinjam.
      Nuhun Ustadz.

      nanang90

      Mei 23, 2011, 10:59 am

      Assalamu`alaikum
      Ustadz aris bagaimana dengan transaksi jual beli rumah dgn sistem KPR Bank Konvnsional apakah sah juga jual beli rumah itu? Mohon penjelasan pak ustadz,saya masih awam nih

      Dewi

      Mei 24, 2011, 10:32 am

      Bismillah. Ustadz, bgmn hukumnya jika menggunakan kartu ATM Bank riba, hanya unyuk transfer uang saja? saya mendapatkan kiriman uang kuliah dari rumah, dan bank yg terdekat rumah adlh bank riba tsb. ortu minta menggunakn ATM di bank itu sja, krn memudahkan dan tidak jauh2 klau ortu mau transfer. Syukran.

      Ummu firdaus

      Mei 30, 2011, 4:08 am

      Afwn Ust,kalo msalny qt ingn brtaubat dr mjd nasabah riba,apkh ckp dg mninggalkn transaksi(simpan,pnjm) dg rek yg trlanjur qt miliki tnpa mnutup rek tsb?jazakallohkhoiir.

      ustadzaris

      Mei 31, 2011, 6:40 am

      #ummu
      Menabung di bank ribawi, hukumnya boleh.
      Hutang ke bank ribawi alias jadi nasabah riba hukumnya haram.

      ustadzaris

      Mei 31, 2011, 6:56 am

      #abdullah
      Silahkan baca-baca di http://www.pengusahamuslim.com

      ustadzaris

      Mei 31, 2011, 6:56 am

      #nanang
      Jual beli yang tidak sah

      ustadzaris

      Mei 31, 2011, 7:29 am

      #dewi
      Boleh memanfaatkan ATM bank ribawi

      Abu Azzam

      Jun 4, 2012, 4:55 pm

      Assalamu’alaikum Ustadz,
      Semoga Alloh menjaga Ustadz beserta keluarga,
      karena kejahilan saya mengenai hal ini beberapa tahun lalu saya membeli rumah dengan sitem KPR di bank konvensional, saat ini alhamdulillah saya sudah mengenal manhaj salaf, bagaimana dengan status rumah saya tersebut? apakah itu syah milik saya jika saya melunasi nya?
      saat ini saya berazzam untuk segera melunasi nya dan bertaubat atas riba yang saya lakukan,
       
      Mohon nasehat nya ustadz,
      Jazakallahu Khairan
       

      ustadzaris

      Jun 18, 2012, 11:31 pm

      #abu
      Insya Allah sah sebagai milik anda namun ada dosa besar karena mau menjadi nasabah riba.

      Salwa

      Mar 6, 2013, 9:10 am

      ustadz, bagaimana kok menabung di bank ribawi ustadz katakan boleh? bukankah diawal buka rekening ada akad ribanya?
      jangan buat kami bingung ya ustadz. begitu juga dgn penggunaan atm. untuk penggunaan atm kan juga diharuskan buka rekening dulu. berarti nasabah juga kena akad kredit.
      wassalam,

      ustadzaris

      Mei 11, 2013, 9:38 pm

      #salwa
      Jika anda bisa tidak punya rekening di bank ribawi maka tentu itu lebih baik.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked. *

    Name*

    E-mail*

    Website

    Comment

    Cancel reply

    Video Ustadz

    Artikel Populer

    Hitam di Dahi Perlu Diwaspadai

    10 August, 2009

    • 1644
    • 208
    jamaah

    Khuruj bersama Jama'ah Tabligh

    12 August, 2009

    • 1318
    • 168

    Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP

    20 October, 2009

    • 1143
    • 137

    Hukum Mencium Tangan dan Membungkukkan Badan

    04 June, 2009

    • 1425
    • 119

    Do'a Qunut Ketika Shubuh

    20 July, 2009

    • 1624
    • 118

    Berlangganan Artikel

    • Kategori
      • Adab
      • Aqidah
      • Bimbingan Islam
      • Fiqih
      • Info
      • Kajian Audio
      • Kisah
      • Konsultasi
      • Manhaj
      • Mu'amalah
      • Nasehat
    Follow on Twitter
    BACK TO TOP
    • abdullah al sulmi
    • abdullah alsulmi
    • abu bakar
    • abu hurairah
    • Abul Hasan al Ma’ribi
    • acara keluarga
    • Adab
    • adab majelis
    • adab makan
    • adab minum

    Flag Counter

    Free counters!

    Name:

    Email:

    Message:

    • Twitter
    • Facebook
    • RSS

    © 2008-2013 Ustadz Aris Munandar

    Close

    Enter the site

    Login

    Password

    Remember me

    Forgot password?

    Login