Bacaan Keluar WC

Di antara bacaan keluar dari WC adalah alhamdulillahilladzi adzhaba ‘annil adza wa ‘aafaani. Doa ini terdapat dalam hadits Nabi namun hadits tersebut kualitasnya dhaif alias lemah.

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبِىُّ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ عَنِ الْحَسَنِ وَقَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا خَرَجَ مِنَ الْخَلاَءِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَذْهَبَ عَنِّى الأَذَى وَعَافَانِى ».

Dari Anas bin Malik, “Biasanya jika Nabi keluar dari tempat buang air beliau mengucapkan “alhamdulillahilladzi adzhaba ‘annil adza wa ‘aafaani” yang artinya “segala puji milik Allah zat yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan menyehatkanku” [HR Ibnu Majah no 301. Dalam Zawaid, al Bushiri mengatakan, “Dia –yaitu Ismail bin Muslim- itu disepakati oleh para pakar hadits sebagai perawi yang lemah. Hadits dengan redaksi ini adalah hadits yang tidak sahih”. Hadits ini juga dinilai lemah oleh al Albani].

Meski demikian, mengamalkan bacaan di atas tidaklah terlarang karena seorang sahabat Nabi yaitu Abu Dzarr biasa membaca bacaan di atas ketika keluar dari WC.

10 – حدثنا عبدة بن سليمان ووكيع عن سفيان عن منصور عن أبي علي أن أبا ذر كان يقول إذا خرج من الخلاء الحمد لله الذي أذهب عنى الأذى وعافاني

Dari Abu ‘Ali, “Sesungguhnya jika keluar dari tempat buang hajat biasa mengucapkan kalimat “alhamdulillahilladzi adzhaba ‘annil adza wa ‘aafaani” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al Mushannaf no 10].

قال فضيلة الشيخ علي الحلبي: لكن ورد نحوه عن أبي ذر موقوفا بسند صحيح

Riwayat di atas dikomentari oleh Syaikh Ali al Halabi, “Akan tetapi terdapat riwayat yang semisal dengan hadits marfu’ di atas dari Abu Dzar secara mauquf dengan sanad yang sahih” [Rekaman kajian kitab Manhaj as Salikin karya Syaikh Abdurrahman as Sa’di oleh Syaikh Ali al Halabi].

Dengan demikian, tidak boleh memberikan vonis bid’ah untuk ucapan “alhamdulillahilladzi adzhaba ‘annil adza wa ‘aafaani” ketika keluar dari WC, toilet atau semisalnya. Siapa saja yang mengamalkan bacaan di atas tidak boleh diingkari atau disalahkan karena orang tersebut telah meneladani seorang sahabat Nabi.

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 11
  • Kalau saya keluar wc selalu mengucapkan Ghufraanaka, itu berasal dari hadis shohih ya ustadz ? Ghufraanaka saja.

  • fahrul 8 years ago

    Assalamu`alaikum
    Ustadz,apakah hadits mauquf dapat dinilai mardu`? Mohon penjelasan ustadz.

  • fahrul 8 years ago

    apakah hadits mauquf dapat diangkat sebagai hadits marfu`? Mohon penjelasan ustadz.

  • fahrul 8 years ago

    Apakah hadits mauquf dapat dinilai sebagai hadits marfu`? Mohon penjelasan Ustadz Aris

  • ustadzaris 8 years ago

    #fahrul
    1. Hadits mauquf terkait dengan tata cara ibadah statusnya adalah marfu’
    2. Hadits mauquf adalah hujjah selama tidak menyelisihi dalil tegas dari al Qur’an dan sunnah dan tidak diselisihi oleh shahabat yang lain.

  • syukran ustadz. saya kadang juga baca doa tsb tapi karena maknanya yang sahih, saya baru tahu ada atsar dr sahabat.

  • fahrul 8 years ago

    @Ustadz Aris
    Ustadz mengatakan hadits mauquf adalah hujjah selama tidak menyelisihi dalil tegas dari al Qur’an dan sunnah dan tidak diselisihi oleh shahabat yang lain,bagaimana atsar sahabat Nabi Muhammad yang mengucapkan adanya dzikir di antara takbir 7 kali rakaat pertama dan 5 kali kedua di shalat `Id padahal Rasulullah tak mengajarkan apa2 ttg dzikir malah ini yang dijadikan oleh para mazhabyang mengatakan tak ada dzikir di antara takbir 2 tersebut dan harus diam? Mohon penjelasan ustadz.

  • ustadzaris 8 years ago

    #Fahrul
    Yang benar, jika atsar Ibnu Mas’ud tersebut shahih maka dianjurkan membaca bacaan tersebut antara takbir zawaid dalam shalat hari raya.

  • lalu bagaimana dengan do’a yang Ghufraanaka ustadz? shahihkah?

  • ustadzaris 8 years ago

    #khariz
    Shahih

  • Fahrul 8 years ago

    Assalamu`alaikum
    Ustadz apakah shahih atsar tersebut? Mohon penjelasan ustadz.