Asyhab, Nama Setan

Asyhab, Nama Setan

Musyrik Karena Takut Jin
Ingin Jadi Tukang Ruqyah Sebagai Jalan Berdakwah
Setengah Iblis

عَن مُجَاهِدٍ ، قَالَ : عَطَسَ رَجُلٌ عِنْدَ ابْنِ عُمَرَ فَقَالَ : أَشْهَبُ ، قَالَ ابْنُ عُمَرَ : أَشْهَبُ اسْمُ شَيْطَانٍ ، وَضَعَهُ إبْلِيسُ بَيْنَ الْعَطْسَةِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لِيُذْكَرَ.

Dari Mujahid, ada seorang yang bersin di dekat Ibnu Umar. Sambil bersin orang tersebut mengucapkan ‘Asyhab’. Ibnu Umar berkomentar, “Asyhab adalah nama setan yang dia sisipkan diantara bersin dan ucapan Alhamdulillah agar namanya disebut sebut orang” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al Mushannaf 8/500).

عَنْ إبْرَاهِيمَ ، أَنَّهُ كَانَ يَكْرَهَ أَنْ يَقُولَ : أَشْهَبُ ، إذَا عَطَسَ.

Ibrahim an Nakha-I tidak menyukai ucapan ‘asyhab’ saat bersin (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no 26516, dengan sanad yang shahih).

عن مجاهد ، قال : عطس رجل عند ابن عمر ، فقال : أشهب ، فقال ابن عمر : « أشهب اسم شيطان ، وضعه إبليس بين العطسة والحمد ليذكر »

Dari Mujahid, ada seorang yang bersin di dekat Ibnu Umar sambil mengucapkan ‘asyhab’. Mendengar hal tersebut Ibnu Umar berkomentar, “Asyhab adalah nama setan. Iblis menyisipkannya di antara bersin dan ucapan alhamdulillah agar namanya disebut-sebut orang” (Diriwayatkan dalam Adab Mufrad no 337).

sumber ada di sini

Pembahasan mengenai setan tentu saja tergolong pembahasan mengenai hal ghaib dan semua bahasan mengenai hal yang ghaib haruslah berdasarkan riwayat, tidak bisa dengan akal dan perasaan karena akal manusia tidak bisa mencapainya. Riwayat di atas menunjukkan bahwa salah satu nama atau gelaran setan adalah Asyhab. Riwayat di atas juga menunjukkan bahwa setan itu suka jika manusia menyebut nyebut namanya. Hal ini mengharuskan kita untuk waspada dan hati-hati jangan sampai kita melakukan hal yang disukai setan yaitu menyebut-nyebut namanya. Dari sini bisa kita ambil pelajaran bahwa adalah hal yang disukai setan manakala kita emosi dan marah-marah lantas menyebut nyebut nama setan dengan berbagai ungkapan ‘setan, iblis’ atau selainnya.

Manusia yang berakal dan sadar bahwa setan adalah musuhnya tentu tidak akan melakukan hal-hal yang menyenangkan setan, sang musuh utama. Bahkan manusia yang cerdas ingin melakukan hal-hal yang membuat musuhnya gusar, sedih dan marah.

COMMENTS

WORDPRESS: 0