Angkat Tangan dalam Doa Sebelum Iqomah

حكم المداومة على رفع اليدين في مواطن الإجابة

Hukum Merutinkan Angkat Tangan di Waktu Mustajabnya Doa

السؤال: ما حكم المداومة على رفع اليدين في مواطن إجابة الدعاء مثل رفعها بين الأذان والإقامة؟

Pertanyaan, “Apa hukum merutinkan angkat tangan saat doa di waktu-waktu mustajab semisal angkat tangan ketika doa antara adzan dan iqomah?

الجواب: لا نعلم شيئاً محدداً في هذا، بل جاء أن الدعاء مطلق، وليس فيه شيء يدل على رفع اليدين فيه، ولا جاء شيء يدل على المنع من رفعهما،

Jawaban Syaikh Abdul Muhsin al Abbad, “Kami tidak mengetahui dalil tegas dalam masalah ini. Yang ada dianjurkan doa antara adzan dan iqomah tanpa memberi keterangan rinci. Tidak ada dalil yang menunjukkan dianjurkannya angkat tangan saat itu. Demikian pula tidak ada dalil yang melarang untuk angkat tangan ketika itu.

والإنسان إذا رفع فلا بأس، وإن ترك لا بأس. وكونه يداوم على رفع اليدين باعتبار أنها سنة، لا نعلم شيئاً يدل على هذا، وأما كونه يحرص على أن يرفع يديه؛ لأنه يرجو من الله أن يحقق رغبته، فلا نعلم شيئاًَ يمنع من هذا.

Oleh karena itu, jika ada yang memilih untuk angkat tangan maka tidak mengapa. Demikian pula yang memilih untuk tidak angkat tangan juga tidak mengapa. Seorang yang selalu angkat tangan ketika doa antara adzan dan iqomah dengan anggapan bahwa itu ajaran Nabi maka kami tidak mengetahui satupun dalil yang mendukung anggapan tersebut. Sedangkan orang yang bersemangat untuk mengangkat tangan ketika itu karena dia berharap agar Allah mewujudkan keinginannya maka kami pun tidak mengetahui satu pun dalil yang melarang hal tersebut”.

Sumber: Rekaman Syarh beliau untuk Arbain Nawawiyyah yang telah ditranskip di link berikut:
http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=21421

Artikel www.ustadzaris.com

COMMENTS

WORDPRESS: 3
  • Afwan Ustadz, sepertinya ada yang terasa ganjil.
    Utk orang yang tidak mengangkat tangannya karena tidak ada dalil yang menunjukkan dianjurkannya, Ana bisa mengerti.
    Tapi orang yang selalu mengangkat tangannya karena tidak ada dalil yang melarangnya, saya merasa agak rancu.
    Bukankah dalam ibadah itu dituntut mencari dalil. selama tidak ada dalil maka tidak ada pula amal?
    Kalau karena tidak ada larangan lalu kita jadikan sebagai dalil pembenar suatu amalan, nanti akan banyak amalan bid’ah yang kita amalkan karena tidak mendapati larangannya.
    Wallahu a’lam

  • ustadzaris 8 years ago

    #abu
    Tidak ada dalil yang melarang di sini dalam kondisi terdapat dalil umum yang menganjurkan angkat tangan dalam doa, bukan asal tidak ada dalil yang melarang.

  • Na’am, jazakumullah khairan katsiran