<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Amalan Badan Bukanlah Syarat Sempurnanya Iman?</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/amalan-badan-bukanlah-syarat-sempurnanya-iman/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/amalan-badan-bukanlah-syarat-sempurnanya-iman</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 13:19:38 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/amalan-badan-bukanlah-syarat-sempurnanya-iman/comment-page-1#comment-4372</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 15:47:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=711#comment-4372</guid>
		<description>utk enuy
Betul, sedekah wajib disebut juga zakat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>utk enuy<br />
Betul, sedekah wajib disebut juga zakat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: enuy</title>
		<link>http://ustadzaris.com/amalan-badan-bukanlah-syarat-sempurnanya-iman/comment-page-1#comment-4361</link>
		<dc:creator>enuy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 04:36:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=711#comment-4361</guid>
		<description>maaf, kalo shodaqoh itu bukannya ada yang wajib dan ada yang tatowu&#039;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf, kalo shodaqoh itu bukannya ada yang wajib dan ada yang tatowu&#8217;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/amalan-badan-bukanlah-syarat-sempurnanya-iman/comment-page-1#comment-632</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 06:22:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=711#comment-632</guid>
		<description>Tuk Abu Fudhail
Wa&#039;alaikumussalam wa rahmatullah wa barokatuh
Di antara kaedah ahli sunnah adalah membedakan antara vonis terhadap perbuatan dengan vonis terhadap person.
Di antara faktor penghalang adanya vonis kafir terhadap person tertentu adalah
a. takwil, beranggapan punya dalil padahal tidak semisal masalah musik dan pacaran
b. murni tidak tahu karena baru saja masuk Islam atau karena tinggal di daerah yang jauh dari sumber ilmu agama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tuk Abu Fudhail<br />
Wa&#8217;alaikumussalam wa rahmatullah wa barokatuh<br />
Di antara kaedah ahli sunnah adalah membedakan antara vonis terhadap perbuatan dengan vonis terhadap person.<br />
Di antara faktor penghalang adanya vonis kafir terhadap person tertentu adalah<br />
a. takwil, beranggapan punya dalil padahal tidak semisal masalah musik dan pacaran<br />
b. murni tidak tahu karena baru saja masuk Islam atau karena tinggal di daerah yang jauh dari sumber ilmu agama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abul Fudhåil</title>
		<link>http://ustadzaris.com/amalan-badan-bukanlah-syarat-sempurnanya-iman/comment-page-1#comment-630</link>
		<dc:creator>Abul Fudhåil</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 04:50:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=711#comment-630</guid>
		<description>assalamu &#039;alaikum waråhmatullåhi wabaråkaatuh.

semoga Allåh selalu menjaga ustadz, bagaimana halnya dengan &#039;ulama yang menghukumi orang yang tidak berhukum dengan hukum Allåh, bukankah mereka juga memerinci maksud dan niat si pelaku, yang tidak memutlakkan kekafiran si pelaku hingga diketahui dengan jelas maksud dan tujuannya? seperti membagi kondisi tersebut menjadi lima kategori yang tidak boleh kita kafirkan atau mengatakannya telah murtad hanya sekedar melihat amalan zhåhirnya saja?

Bahkan pernah ada perkataan dari syaikhul islam ibnu taimiyyah råhimahullåh, yang mengecualikan orang-orang yang mengatakan &quot;khamr itu halal atau riba itu halal&quot; untuk dikafirkan, apabila ia dan lingkungannya jauh dari &#039;ilmu syar&#039;i yang membuatnya melakukan hal tersebut tanpa &#039;ilmu dan tanpa maksud yang sebenarnya yakni menghalalkan apa yang diharamkan Allåh. 

hal yang seperti ini terjadi di masyarakat kita sekarang ini, banyak yang &#039;membolehkan&#039; pacaran bahkan dikategorikan &#039;pacaran islami&#039;, serta menghalalkan musik, yang memang kedua hal tersebut telah menjamur di masyarakat, sehingga mereka tidak memandangnya suatu hal yang haram akibat kurangnya &#039;ilmu dan rusaknya lingkungan mereka yang mereka besar dengan lingkungan tersebut...

mohon penjelasannya ustadz, jazakallåhu khåir

wassalamu &#039;alaykum waråhmatullåhi wabaråkaatuh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu &#8216;alaikum waråhmatullåhi wabaråkaatuh.</p>
<p>semoga Allåh selalu menjaga ustadz, bagaimana halnya dengan &#8216;ulama yang menghukumi orang yang tidak berhukum dengan hukum Allåh, bukankah mereka juga memerinci maksud dan niat si pelaku, yang tidak memutlakkan kekafiran si pelaku hingga diketahui dengan jelas maksud dan tujuannya? seperti membagi kondisi tersebut menjadi lima kategori yang tidak boleh kita kafirkan atau mengatakannya telah murtad hanya sekedar melihat amalan zhåhirnya saja?</p>
<p>Bahkan pernah ada perkataan dari syaikhul islam ibnu taimiyyah råhimahullåh, yang mengecualikan orang-orang yang mengatakan &#8220;khamr itu halal atau riba itu halal&#8221; untuk dikafirkan, apabila ia dan lingkungannya jauh dari &#8216;ilmu syar&#8217;i yang membuatnya melakukan hal tersebut tanpa &#8216;ilmu dan tanpa maksud yang sebenarnya yakni menghalalkan apa yang diharamkan Allåh. </p>
<p>hal yang seperti ini terjadi di masyarakat kita sekarang ini, banyak yang &#8216;membolehkan&#8217; pacaran bahkan dikategorikan &#8216;pacaran islami&#8217;, serta menghalalkan musik, yang memang kedua hal tersebut telah menjamur di masyarakat, sehingga mereka tidak memandangnya suatu hal yang haram akibat kurangnya &#8216;ilmu dan rusaknya lingkungan mereka yang mereka besar dengan lingkungan tersebut&#8230;</p>
<p>mohon penjelasannya ustadz, jazakallåhu khåir</p>
<p>wassalamu &#8216;alaykum waråhmatullåhi wabaråkaatuh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.389 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-21 21:37:14 -->

