• Twitter
  • Facebook
  • RSS
Tegar Di Atas Sunnah
  • Depan
  • Download
    • E-Artikel
    • E-Kitab
    • Audio Kajian
  • Jadwal Kajian Rutin
  • Tanya Ustadz
  • Tentang Blog ini
  • Fiqih
  • Adab
  • Manhaj
  • Bimbingan Islam
  • Aqidah
  • Konsultasi
  • Kisah
  • Mu’amalah
  • Nasehat

You are here:

  • Home
  • Konsultasi
  • Al-Fatihah Ketika Jenazah Akan Diberangkatkan

Al-Fatihah Ketika Jenazah Akan Diberangkatkan

31 Mei, 2012

By: Ustadz Aris

category: Konsultasi

224 4

Pertanyaan:

Apakah dituntunkan meminta orang orang yang datang melayat untuk membacakan

buy cheap cialis online

surat al-fatihah untuk arwah si mayit?

Jawaban Syaikh Dr Khalid bin Abdullah al Mushlih, murid senior Ibnu Utsaim

viagra canada

in:

Membacakan surat alfatihah untuk orang yang telah meninggal dunia adalah amalan yang tidak memiliki landasan. Tidak pernah sekali pun Nabi mengatakan kepada kepada para shahabatnya, “Alfatihah untuk arwahnya Hamzah” atau mengatakan “Alfatihah untuk arwahnya Khadijah”. Keduanya meninggal dunia semasa Nabi masih hidup padahal keduanya adalah orang yang paling Nabi cintai. Rasulullah tidak pernah mengatakan semacam itu, tidak pula menganjurkannya. Tidak pula ada satu pun shahabat yang menganjurkannya. Tidak ada shahabat yang mengatakan, “Alfatihah untuk syuhada Uhud, syuhada’ perang Badr” atau semisalnya. Jadi semacam ini adalah amalan yang mengada-ada. Itulah amalan dalam bentuk meminta kepada banyak orang untuk membacakan surat alfatihah untuk arwah fulan dengan tatacara tertentu, boleh jadi sambil mengangkat tangan, menghadap kiblat atau menghadap ke kubur atau semisalnya lalu mengusap muka setelah itu. Semacam ini adalah amalan yang tidak dituntunkan.

Akan tetapi jika ada seorang yang membaca surat alfatihah lalu menghadiahkan pahalanya untuk salah seorang yang telah meninggal dunia, hukumnya tidak mengapa karena hal ini termasuk perkara yang telah dikenal bersama yaitu menghadiahkan pahala amal shalih kepada orang yang telah meninggal dunia. Menghadiahkan pahala membaca alquran baik surat alfatihah atau selainnya kepada orang yang telah meninggal dunia itu pahalanya akan sampai kepada mayit karena semua orang yang melakukan amal shalih yang ditujukan sebagai hadiah untuk seorang muslim yang telah meninggal dunia itu akan sampai kepadanya.

Kembali kepada permasalahan yang ditanyakan, kesimpulannya amalan tersebut tidaklah dituntunkan sehingga tidak sepatutnya meminta banyak orang untuk melakukannya. Mendorong manusia untuk mendoakan mayit itu sudah mencukupi”.

Sumber:

http://www.safeshare.tv/w/qhjhJFbUnB

    • Tweet

    About the Author

    Ustadz Aris

    ustadzaris.com

    aris.munandar.jogja@gmail.com

    Tags: alfatihah, alquran, mayit

    B

    Rating

    • 224views
    • 4comments

    Subscribe

    Subscribe to comments

    recommend to friends

    Recent Posts

    Adab, Nasehat

    Keutamaan Ngaji Live Via Internet

    14 Mei, 2013

    162

    Bimbingan Islam, Manhaj

    Mengenal Taklid

    11 Mei, 2013

    244

    Nasehat

    Tundukan Pandangan Terhadap Empat Hal

    23 April, 2013

    809

    Adab, Fiqih

    Adab Makan di Rumah Teman

    10 April, 2013

    928

    4 Comments

      Ummu Wahida

      Mei 31, 2012, 9:53 am

      tertulis “hukumnya tidak mengapa karena hal ini termasuk perkara yang telah dikenal bersama”. Menetapkan hukum dengan pertimbangan tersebut, maksudnya gimana ?

      ustadzaris

      Mei 31, 2012, 2:18 pm

      #ummu
      kirim pahala baca al Quran yang tidak dilakukan dalam konteks ritual tertentu hukumnya diperselisihkan oleh para ulama.
      Imam Syafii tidak membolehkannya dan menilaianya tidak sampai kepada mayit.
      Sedangkan Imam Ahmad membolehkannya dan menilainya sampai kepada mayit.
      Dr Khalid al Mushlih mazhab fikihnya adalah Hanbali [Mazhabnya Imam Ahmad], wajar jika beliau berpendapat sebagaimana di atas. namun perlu diketahui bahwa beliau sekedar membolehkannya dan tidak menganjurkan apalagi mewajibkan.

      cintatauhid

      Jun 1, 2012, 6:02 pm

      Lho ustadz, berarti menghadiahkan pahala itu diperbolehkan ya menurut Islam? Kalau boleh kenapa tidak dari dulu kami para santri ini dikasih tahu. Kita kan jadi berdosa soalnya kita sudah banyak membingungkan saudara-saudara kita. Terlebih orang tua. Orang tua kami ahli tahlilan tapi faqir terhadap ilmu. Lantas kami kasih tahu bahwa menghadiahkan pahala itu tidak boleh. Eh lha kok sekarang diperbolehkan. Bagaimana donk ustadz? Kami merasa berdosa sekali terhadap orang tua.

      ustadzaris

      Jun 18, 2012, 11:27 pm

      #cinta
      diperselisihkan oleh ulama.
      pendapat yang benar adalah pendapat imam syafii yang melarang hal ini.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked. *

    Name*

    E-mail*

    Website

    Comment

    Cancel reply

    Video Ustadz

    Artikel Populer

    Hitam di Dahi Perlu Diwaspadai

    10 August, 2009

    • 1548
    • 208
    jamaah

    Khuruj bersama Jama'ah Tabligh

    12 August, 2009

    • 1255
    • 168

    Pacaran Terselubung Via Chatting dan HP

    20 October, 2009

    • 1087
    • 137

    Hukum Mencium Tangan dan Membungkukkan Badan

    04 June, 2009

    • 1355
    • 119

    Do'a Qunut Ketika Shubuh

    20 July, 2009

    • 1541
    • 118

    Berlangganan Artikel

    • Kategori
      • Adab
      • Aqidah
      • Bimbingan Islam
      • Fiqih
      • Info
      • Kajian Audio
      • Kisah
      • Konsultasi
      • Manhaj
      • Mu'amalah
      • Nasehat
    Follow on Twitter
    BACK TO TOP
    • abdullah al sulmi
    • abdullah alsulmi
    • abu bakar
    • abu hurairah
    • Abul Hasan al Ma’ribi
    • acara keluarga
    • Adab
    • adab majelis
    • adab makan
    • adab minum

    Flag Counter

    Free counters!

    Name:

    Email:

    Message:

    • Twitter
    • Facebook
    • RSS

    © 2008-2013 Ustadz Aris Munandar

    Close

    Enter the site

    Login

    Password

    Remember me

    Forgot password?

    Login