<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Adakah Ghibah yang Halal?</title>
	<atom:link href="http://ustadzaris.com/adakah-ghibah-yang-halal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzaris.com/adakah-ghibah-yang-halal</link>
	<description>Cukupkan Diri Dengan Ajaran Nabi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 13:19:38 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/adakah-ghibah-yang-halal/comment-page-1#comment-9737</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 07:48:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=165#comment-9737</guid>
		<description>#milly
alihkan pembicaraan atau tutup telpon dengan cara yang baik. Misal karena dipanggil suami.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#milly<br />
alihkan pembicaraan atau tutup telpon dengan cara yang baik. Misal karena dipanggil suami.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Milly</title>
		<link>http://ustadzaris.com/adakah-ghibah-yang-halal/comment-page-1#comment-9729</link>
		<dc:creator>Milly</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 07:01:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=165#comment-9729</guid>
		<description>Assalamualaikum ustadz, mohon nasihatnya. Begini ust, ada fulanah yang ibunya tinggal di luar pulau, karena fulanah mengikuti suaminya. Setiap kali berkomunikasi via telfon,si ibu selalu saja curhat tentang aib2 anak atau keluarga, bahkan tetangga. fulanah berusaha memberikan solusi, tetapi si ibu selalu bilang, &quot;saya nggak perlu omongan begini,saya cuma mau kamu dengar cerita saya,biar saya lega&quot;. Tidak hanya mengungkap aib, si ibu juga selalu mengeluhkan penyakitnya yang sepertinya bertubi-tubi, padahal setelah ke dokter, diagnosa dokter tidak menemukan penyakit yang serius.

Ada kalanya si ibu juga meminta uang kepada fulanah yang mana income nya hanya dari suaminya dan mereka hidup pas2an, bahkan sekolah anak2 mereka sudah beberapa bulan belum terbayar. Si ibu meminta tanpa peduli keadaan fulanah karena memintanya cukup memaksa dengan suara tangis dan alasan sakit (seolah-olah darurat). Mungkin si ibu lupa bahwa saat meminta tersebut alasan beliau adalah untuk membeli obat, karena esok harinya, si ibu bercerita kepada fulanah bahwa uangnya sudah dipakai untuk membayar arisan. 

Hal2 spt itu membuat fulanah jengah, karena fulanah pun berusaha sekuat hatinya untuk berbuat baik kepada ibunya, mengingat sejak usia 4th hingga kuliah, fulanah sering menerima kekerasan fisik (hingga luka) dan verbal dari ibunya. Dan pernah ketika fulanah sudah menikah dan punya anak, membahas kekerasan tsb dg ibunya, tetapi si ibu malah mengingkari kejadian tersebut dan tidak tampak rasa menyesal ataupun meminta maaf kepada fulanah.

Saat ini fulanah sangat terganggu dengan curhatan2 ibunya (membicarakan aib2 tidak hanya orang lain, bahkan anaknya sendiri-saudara fulanah). Bagaimana sikap fulanah? Karena ia merasa dengan mendengarkan hal2 seperti itu bisa mengeraskan hatinya (fulanah sedang dalam tahap belajar tazkiyatun nufus, ingin membersihkan hati, menahan lisan dari berkomentar dst. Fulanah merasa terganggu bila sering mendengar yang buruk2). Mohon nasihatnya ya ustad. jazakallah khairan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum ustadz, mohon nasihatnya. Begini ust, ada fulanah yang ibunya tinggal di luar pulau, karena fulanah mengikuti suaminya. Setiap kali berkomunikasi via telfon,si ibu selalu saja curhat tentang aib2 anak atau keluarga, bahkan tetangga. fulanah berusaha memberikan solusi, tetapi si ibu selalu bilang, &#8220;saya nggak perlu omongan begini,saya cuma mau kamu dengar cerita saya,biar saya lega&#8221;. Tidak hanya mengungkap aib, si ibu juga selalu mengeluhkan penyakitnya yang sepertinya bertubi-tubi, padahal setelah ke dokter, diagnosa dokter tidak menemukan penyakit yang serius.</p>
<p>Ada kalanya si ibu juga meminta uang kepada fulanah yang mana income nya hanya dari suaminya dan mereka hidup pas2an, bahkan sekolah anak2 mereka sudah beberapa bulan belum terbayar. Si ibu meminta tanpa peduli keadaan fulanah karena memintanya cukup memaksa dengan suara tangis dan alasan sakit (seolah-olah darurat). Mungkin si ibu lupa bahwa saat meminta tersebut alasan beliau adalah untuk membeli obat, karena esok harinya, si ibu bercerita kepada fulanah bahwa uangnya sudah dipakai untuk membayar arisan. </p>
<p>Hal2 spt itu membuat fulanah jengah, karena fulanah pun berusaha sekuat hatinya untuk berbuat baik kepada ibunya, mengingat sejak usia 4th hingga kuliah, fulanah sering menerima kekerasan fisik (hingga luka) dan verbal dari ibunya. Dan pernah ketika fulanah sudah menikah dan punya anak, membahas kekerasan tsb dg ibunya, tetapi si ibu malah mengingkari kejadian tersebut dan tidak tampak rasa menyesal ataupun meminta maaf kepada fulanah.</p>
<p>Saat ini fulanah sangat terganggu dengan curhatan2 ibunya (membicarakan aib2 tidak hanya orang lain, bahkan anaknya sendiri-saudara fulanah). Bagaimana sikap fulanah? Karena ia merasa dengan mendengarkan hal2 seperti itu bisa mengeraskan hatinya (fulanah sedang dalam tahap belajar tazkiyatun nufus, ingin membersihkan hati, menahan lisan dari berkomentar dst. Fulanah merasa terganggu bila sering mendengar yang buruk2). Mohon nasihatnya ya ustad. jazakallah khairan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/adakah-ghibah-yang-halal/comment-page-1#comment-4907</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 00:57:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=165#comment-4907</guid>
		<description>#islam
Tindakan yang cukup bagus</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#islam<br />
Tindakan yang cukup bagus</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Islam</title>
		<link>http://ustadzaris.com/adakah-ghibah-yang-halal/comment-page-1#comment-4903</link>
		<dc:creator>Islam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2010 15:11:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=165#comment-4903</guid>
		<description>ustadz,,saya sering menghadapi ibu saya mengghibah org lain krn keburukan2 org lain itu dan bukan karena meminta solusi kpd saya namun saya tidak bisa serta merta mengatakan &quot;ibu tidak boleh mengghibah&quot; namun yg saya katakan adalah solusi bgmn org lain yg dighibah ibu saya itu supaya bisa berubah menjadi manusia yg lebih baik,,apakah sikap saya yg demikian masih haram hukumnya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ustadz,,saya sering menghadapi ibu saya mengghibah org lain krn keburukan2 org lain itu dan bukan karena meminta solusi kpd saya namun saya tidak bisa serta merta mengatakan &#8220;ibu tidak boleh mengghibah&#8221; namun yg saya katakan adalah solusi bgmn org lain yg dighibah ibu saya itu supaya bisa berubah menjadi manusia yg lebih baik,,apakah sikap saya yg demikian masih haram hukumnya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/adakah-ghibah-yang-halal/comment-page-1#comment-3618</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 14:04:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=165#comment-3618</guid>
		<description>untuk lathifah
penipu boleh di-tahdzir dengan menyebut namanya agar tidak ada korban berikutnya.
Jika namanya tidak disebutkan maka tujuan tahdzir dalam hal ini sulit untuk terwujud.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk lathifah<br />
penipu boleh di-tahdzir dengan menyebut namanya agar tidak ada korban berikutnya.<br />
Jika namanya tidak disebutkan maka tujuan tahdzir dalam hal ini sulit untuk terwujud.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Lathifah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/adakah-ghibah-yang-halal/comment-page-1#comment-3608</link>
		<dc:creator>Lathifah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 15:11:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=165#comment-3608</guid>
		<description>afwan ustadz, yg membuat saya bingung tentang penerapan tahdzir kepada org tsb. yg saya bingungkan, kita memperingatkannya dengan lembut &amp; penuh hikmah dengan dalil-dalil qur&#039;an &amp; sunnah apalagi jika seorang ahlus sunnah ustadz, lalu karena org tsb melakukan penipuan, apakah pantas kita menyebutkan namanya dalam rangka tahdzir? atau kita hanya memperingatkan org tsb saja &amp; menyebarkan pada org lain agar tdk terzhalimi oleh org tsb tanpa menyebut namanya? yg saya takutkan, klo saya salah dalam penerapan tahdzir tsb dan jatuhnya malah jadi ghibah, bagaimana solusinya (baiknya) ustadz?
jazakallahu khairan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>afwan ustadz, yg membuat saya bingung tentang penerapan tahdzir kepada org tsb. yg saya bingungkan, kita memperingatkannya dengan lembut &amp; penuh hikmah dengan dalil-dalil qur&#8217;an &amp; sunnah apalagi jika seorang ahlus sunnah ustadz, lalu karena org tsb melakukan penipuan, apakah pantas kita menyebutkan namanya dalam rangka tahdzir? atau kita hanya memperingatkan org tsb saja &amp; menyebarkan pada org lain agar tdk terzhalimi oleh org tsb tanpa menyebut namanya? yg saya takutkan, klo saya salah dalam penerapan tahdzir tsb dan jatuhnya malah jadi ghibah, bagaimana solusinya (baiknya) ustadz?<br />
jazakallahu khairan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/adakah-ghibah-yang-halal/comment-page-1#comment-3605</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 12:53:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=165#comment-3605</guid>
		<description>Untuk Lathifah
Wa&#039;alaikumussalam
Insya Allah boleh, termasuk dalam kategori dalam rangka tahdzir.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Lathifah<br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Insya Allah boleh, termasuk dalam kategori dalam rangka tahdzir.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Lathifah</title>
		<link>http://ustadzaris.com/adakah-ghibah-yang-halal/comment-page-1#comment-3600</link>
		<dc:creator>Lathifah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 09:34:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=165#comment-3600</guid>
		<description>assalamualaykum ustadz
afwan ustadz bagaimana ya caranya atau dibolehkan tidaknya kita memberitahukan keburukan saudara kita, dengan maksud untuk tidak juga menzhalimi yg lainnya..karna sdh bnyak korbannya...mengenai penipuan, sejumlah uang, dengan dalih kesulitannya...jumlahnya jutaan ustadz...
apakah ini termasuk ghibah yang dibolehkan dan bagaimana caranya yang ahsan agar hal ini tidak menimbulkan kesalahpahaman dan silaturrahim jadi merenggang?
mohon penjelasannya ustadz.
jazakallahu khayran</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaykum ustadz<br />
afwan ustadz bagaimana ya caranya atau dibolehkan tidaknya kita memberitahukan keburukan saudara kita, dengan maksud untuk tidak juga menzhalimi yg lainnya..karna sdh bnyak korbannya&#8230;mengenai penipuan, sejumlah uang, dengan dalih kesulitannya&#8230;jumlahnya jutaan ustadz&#8230;<br />
apakah ini termasuk ghibah yang dibolehkan dan bagaimana caranya yang ahsan agar hal ini tidak menimbulkan kesalahpahaman dan silaturrahim jadi merenggang?<br />
mohon penjelasannya ustadz.<br />
jazakallahu khayran</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ustadzaris</title>
		<link>http://ustadzaris.com/adakah-ghibah-yang-halal/comment-page-1#comment-2291</link>
		<dc:creator>ustadzaris</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 01:22:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=165#comment-2291</guid>
		<description>Untuk Egi
a. Boleh
b. tidak salah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Egi<br />
a. Boleh<br />
b. tidak salah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: egi</title>
		<link>http://ustadzaris.com/adakah-ghibah-yang-halal/comment-page-1#comment-2281</link>
		<dc:creator>egi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 08:09:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ustadzaris.com/?p=165#comment-2281</guid>
		<description>pak ustad saya ingin menanyakan ika ada teman kita dirugikan akan sikap semena mena orang lain terhadapnya. Dan kita pun tahu sebenarnya dari sikap orang tersebut kemudian kita berbicara dengan seorang pimpinan  karena sudah menganggu produktivitas krja teman sya tersebut. untuk dimintakan solusi dan untuk dapat berbicara dengan orang tersebut. apakah ini dibenarkan dengan tujuan agar orang tersebut dapat merubah sikap nya.
 
kemudian pertanyan kedua jika ad orang yang mau menikah,,kita tahu akan keburukan calonnya.salahkah klau kita beritahu akan keburukan orang tersebut???

Terima kasih pak ustadz</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak ustad saya ingin menanyakan ika ada teman kita dirugikan akan sikap semena mena orang lain terhadapnya. Dan kita pun tahu sebenarnya dari sikap orang tersebut kemudian kita berbicara dengan seorang pimpinan  karena sudah menganggu produktivitas krja teman sya tersebut. untuk dimintakan solusi dan untuk dapat berbicara dengan orang tersebut. apakah ini dibenarkan dengan tujuan agar orang tersebut dapat merubah sikap nya.<br />
 <br />
kemudian pertanyan kedua jika ad orang yang mau menikah,,kita tahu akan keburukan calonnya.salahkah klau kita beritahu akan keburukan orang tersebut???</p>
<p>Terima kasih pak ustadz</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.411 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-21 21:30:19 -->

