Hukum Kursus Ikhtilat

Hukum Kursus Ikhtilat

Pertanyaan ke-116:

Apa hukum mengikuti daurah tadribiyyah [baca: pelatihan] yang mengandung ikhtilat atau campur baur laki laki dengan perempuan?

Jawaban Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin:

“Jika kebutuhan mendesak [dharurat] mengharuskan untuk mengikutinya maka hukumnya tidak mengapa dengan syarat berupaya menjauhi komunikasi dengan wanita dan melihatnya dengan pandangan bersyahwat” [I’lam al Musafirin karya Ibnu Utsaimin hal 86 terbitan Yayasan Sosial Ibnu Utsaimin Unaizah, Qosim KSA].

COMMENTS

WORDPRESS: 9
  • Batasan ‘darurat’ di sini sesuai dengan kaidah darurat yang telah dijelaskan oleh para ulama ya ustadz?
    Syukran…
     

  • Jika antara murid laki-laki dan perempuan dipisah tapi antara guru laki-laki yang mengajar dengan murid perempuan tidak pakai pembatas/hijab. Apakah termasuk ikhtilat?

  • #ummu
    termasuk ikhtilat

  • #wawan
    darurat adalah kebutuhan mendesak yang tak tergantikan dengan selainnya.

  • sebenarnya, ‘darurat’ itu batasan2nya bagaimana ?

    ada yg bilang kalau hingga mempertaruhkan nyawa atau menyebabkan hilangkan anggota tubuh, maka itu kondisi darurat.
     

  • #abang
    batasannya telah sampaikan di komen saya sebelumnya.

  • Kalau ada acara berbuka puasa bersama (bubar/bukber/bukpusber) dengan teman-teman laki-laki dan teman-teman perempuan yang semuanya berhijab dan dikenal baik perilakunya, bagaimana sikap kita jika diundang?
    Memenuhi undangan atau menghindari acara seperti ini?

    Terima kasih..

  • #samar
    Menghindarinya tentu saja lebih baik.

  • Terima kasih atas jawabannya, Ustadz..